THE GOD OF JACOB | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE GOD OF JACOB | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE GOD OF JACOB

Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

01-02-15

Yakub adalah seorang pribadi yang kontroversial. Yakub bukanlah seorang yang saleh seperti Daniel, yang hidupnya lurus seperti Yusuf, atau tenang seperti Ishak. Yakub adalah seseorang yang penuh dengan tipu daya, atau trik sepanjang hidupnya. Nama Yakub memiliki arti “penipu, pengait tumit (Supplanter, heel grabber)”. Dari awal hidupnya, Yakub sudah berusaha melakukan tipu daya untuk mengambil posisi kakaknya. Namun, ternyata Allah tidak malu menyebut diriNya adalah Allah Yakub. Banyak ayat yang menjelaskan bahwa Allah tidak malu menyebut dirinya adalah Allah Yakub (Mazmur 20:1; 46:7-11; 76:6; 146:5).

Dalam kehidupan ini, banyak dari kita lebih mirip Yakub daripada Daniel, ataupun Yusuf. Namun sekali lagi, Allah tidak malu mengakui diriNya adalah Allah Yakub. Bahkan, Yakub yang penipu itu diubah menjadi ‘Israel’, yang artinya ‘pangeranNya Tuhan’. Karena itu, jangan pernah menyerah. Allah yang sama, juga tidak malu mengakui kita sebagai anakNya meski kita penuh dengan kekurangan.

Meskipun mengawali hidupnya dengan ‘trik’, Yakub mengakhiri hidupnya dengan bijaksana. Kejadian 48:15-16 menuliskan tentang Yakub yang mengakhiri hidupnya dengan memberikan berkat kepada cucu-cucunya. Yakub mengakhiri segala sesuatu lebih baik daripada permulaannya. Dia memperoleh ‘inspirasi Ilahi’ untuk memberkati anak-anak Yusuf (Manasye dan Efraim) dengan tangan menyilang. Manasye berarti ‘Tuhan membuat kita melupakan’, sementara Efraim memiliki arti ‘berbuah ganda’. Lewat kisah ini, kita bisa mengerti, bahwa jika kita ingin berbuah ganda, kita harus mampu melupakan segala kepahitan, dendam dan segala masalah di masa lalu kita. Tuhan yang akan memampukan kita agar bisa mengampuni sehingga kita dapat berbuah ganda.

Kejadian 48:15-16,Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: “Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku (ra’ah) selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini(barakh), sehingga namaku(Israel) serta nama nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena mereka dan sehingga mereka bertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi.”

Melalui ucapan berkatnya, Yakub hendak menjelaskan bahwa ada tiga macam berkat yang diberikan kepada cucunya, yaitu:

  1. Provisi (berkat penyediaan), “full supply”; karena Tuhan adalah Gembala kita.
  2. Proteksi (perlindungan); malaikat yang menjauhkan dari marabahaya
  3. Promosi (pelipatgandaan), “multiple blessings”.

Dalam Kejadian 49, Yakub mengatakan kepada Yusuf bahwa Allah adalah ‘Allah ayahmu’. Yakub memberkati Yusuf dan keturunannya karena Yakub sudah dibenarkan di hadapan Tuhan (right standing before God). Meskipun pada awalnya dia adalah penipu, Yakub mengakhiri hidupnya dengan baik dan hidup benar di hadapan Allah.

Zakharia 4:6-7, “Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!(grace, grace to it).Lewat Firman ini, kita dapat mengerti bahwa bagaimanapun besar gunung permasalahan yang kita hadapi, jika Roh Tuhan bersama dengan kita, sambil kita mengucapkan perkataan Firman, maka semua gunung itu akan menjadi tanah rata. Zerubabel adalah keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub.Itu berarti, janji ini juga diberikan kepada kita sebagai orang percaya, haleluya!

Di ayat selanjutnya disampaikan, “Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.” Jika Tuhan sudah memerintahkan kita untuk mengerjakan sesuatu, maka tangan Tuhan juga yang mampu menyelesaikan semuanya. Jangan kuatir akan apapun juga, sebab Tuhan pasti menyertai kita.

Dalam Kejadian 31 dikisahkan bahwa Yakub, yang saat itu bekerja dengan Laban dan diperlakukan tidak adil, menemukan inspirasi Ilahi (divine inspiration) dalam hidupnya. Tuhan kita adalah Allah yang tidak pernah tertidur. Dia mengerti segala persoalan kita. Tuhan dapat memberikan yang terbaik bagi kita, walaupun orang lain hanya memberikan sisa. Tuhan dapat merubah ‘yang sisa’ danmenjadikannya yang terbaik (through the rest, God could turn it into the best) dengan memberi kita ‘divine inspiration’ . Saat kita mengalami ketidakadilan, Jangan kuatir. Tuhan sanggup mengubahkannya menjadi berkat.

Melalui Yakub,Tuhan berjanji bahwa berkat penyediaan, proteksi dan promosi akan menjadi bagian bagi kita, orang percaya. Kita pasti akan menerimanya. Jangan kuatir dengan segala ujian atau cobaan yang diijinkan Tuhan terjadi dalam kehidupan kita. Percaya bahwa jika Tuhan sudah mengawali segala pekerjaan baik dalam hidup kita, maka Dia pasti akan menyelesaikannya. Amin!