DIVINE INSPIRATION | Pdt. Yohanes Heryjanto

DIVINE INSPIRATION | Pdt. Yohanes Heryjanto

DIVINE INSPIRATION


Pdt. Yohanes Heryjanto

15-02-15

“Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.” Ayub 32:8

  1. Sumber Inspirasi

Latar belakang ayat ini adalah tanggapan yang diberikan oleh sahabat-sahabat Ayub, ketika Ayub mengalami kesusahan yang bertubi-tubi. Ayub kehilangan hartanya dalam satu hari dan kesepuluh anak-anaknya mati bersamaan. Ayub juga mengalami sakit, dari ujung kaki sampai batok kepala. Itu sungguh merupakan penderitaan yang luar biasa. Sahabat-sahabatnya datang, duduk menaruh abu dan ikut merasakan yang Ayub rasakan. Tetapi setelah seminggu mereka diam, akhirnya teman-temannya mulai memberikan komentar negatif. Ketika kita sedang mengalami kondisi yang sulit, akan ada orang-orang yang mencoba menghakimi.

Inspirasi bisa datang dari si jahat, yaitu Iblis. Iblis berasal dari kata diabolos, yang atinya “pemfitnah” atau “penuduh”. Tidak hanya menuduh Allah, dia juga menuduh diri kita. Dia terus menerus menuduh, terus menerus membangun rasa bersalah, terus menerus menumbuhkan keinginan akan hal-hal yang memalukan, dan terus menerus datang menyerang kita dengan harapan untuk menghancurkan kita. Iblis adalah bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Karena itu, jangan sampai kita tertuduh. Apabila iblis menuduh, selidiki hati kita, apakah kita berada di pihak yang benar atau tidak.

  1. Inspirasi dari Tuhan

Anda bisa mendapat inspirasi yang benar yang berasal dari Tuhan. Dalam Ayub 32:8 menuliskan bahwa Allah memberikan pengertian atau inspirasi (But there is a spirit in man: and the inspiration of the Almighty giveth them understanding.) Kita bisa mendapat pengertian dari sesuatu yang timbul dalam roh/hati Anda yang berasal dari Allah. Sebab Dia adalah Allah yang memberikan hikmat, inspirasi, dan pengertian.

Ayat ini adalah ungkapan dari Elihu, sahabat Ayub yang keempat. Dia memilih diam ketika yang lainnya memojokkan Ayub. Memang Ayub memiliki kesalahan; ketika ia mengatakan Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Juga di pasal ketiga Ayub mengutuki hari kelahirannya, dan ia merasa dirinya benar.

Elihu berusaha membuka cakrawala Ayub tentang kemahatahuan Allah. Supaya jangan terjebak dan merasa bahwa kita mengerti segalanya. Banyak hal yang tidak kita ketahui, kita tidak maha tahu, iblis juga tidak maha tahu. Tetapi Allah maha tahu. Ayub pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya namun, yang ditekankan di sini adalah janganlah takut gagal. H. Stanley Judd K. pernah menulis, “Jangan buang-buang energi untuk mencoba menutup-nutupi kegagalan. Belajarlah dari kegagalan Anda dan majulah terus menghadapi tantangan berikutnya. Gagal itu tidak apa-apa. Jika Anda tidak gagal, Anda tidak bertumbuh.” Apabila kita mengalami masalah atau kegagalan, kita harus bangkit lagi, sebab bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.

  1. Rencana Tuhan belum berakhir (Ayub 42:10)

Menurut pandangan manusia, Ayub sudah habis, tapi bagi Tuhan belum. Ayub 42:2,Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”

Yeremia 29:11,Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Ayub bertobat; ini adalah langkah yang tepat. Ayub mencabut kesalahmengertiannya sebab hanya dari kata orang dia mengenal akan Tuhan. Hasilnya adalah, dia merasakan dan mengalami Tuhan secara pribadi. Mari kita bertobat dari kesalah mengertian kita terhadap Tuhan, dan marilah kita mengalami Tuhan sendiri secara pribadi (divine encounter) dalam permasalahan hidup yang kita alami.

Pemulihan terjadi ketika Ayub menaikkan doa syafaat untuk sahabat-sahabatnya. Minta pengampunan atas orang-orang yang menuduh kita dan yang salah paham kepada kita.

Hasilnya bagi kita adalah, Tuhan menyembuhkan segala sesuatu yang dicuri dan dihancurkan Iblis. Tuhan mengembalikan sahabat-sahabat Ayub. Yang dulu menjauhinya, sekarang datang dan memberikan uang satu kesita. Lihat bagaimana Tuhan bisa membuat orang bermurah hati. Kehidupan Ayub benar-benar dipulihkan. Ayub diberi anak-anak lagi, dia bisa melihat cucu dan cicit sampai keturunan yang keempat, dan umurnya ditambah Tuhan seratus empat puluh tahun.

Apabila Tuhan memulihkan Ayub, maka Tuhan pasti mampu memulihkan kita. Carilah sumber inspirasi dari Allah dan bertobat dari ketidakmengertian kita akan Tuhan. Ketika kita bertobat dan mencari Allah, maka Dia pasti akan mendengarkan teriakan minta tolong kita. Percayalah bahwa melalui saat-saat tergelap dalam hidup kita, Tuhan pasti punya rencana yang indah dalam hidup kita. Jangan pernah berhenti menyerah dan alami perjumpaan Ilahi secara pribadi denganNya. Sampai akhirnya kita akan melihat bahwa kehidupan kita dipulihkan, seperti Ayub juga dipulihkan Tuhan. Amin!