Hidup Dalam Multiplikasi | Pdt. Dr. Samuel Kusuma

Hidup Dalam Multiplikasi | Pdt. Dr. Samuel Kusuma

Hidup Dalam Multiplikasi


Pdt. Dr. Samuel Kusuma

01-03-15

Kita tahu bahwa saat ini dunia sedang digoncangkan. Segala sesuatu mengalami ketidak pastian. Semua digoncangkan agar tinggal tetap yang tidak tergoncangkan. Namun kita harus tahu, bahwa sauh pengharapan kita hanya di dalam Yesus Tuhan, karena Dialah satu-satunya yang tak pernah mengecewakan kita. Pengharapan kita tidak terletak pada dunia ini, tetapi pada Yesus yang menciptakan alam semesta dan isinya. Haleluya!

Yohanes 6:1-13 berkisah tentang mujizat yang Yesus lakukan dengan memberi makan lima ribu orang. Yesus tidak hanya sanggup menyembuhkan orang sakit, tetapi juga sanggup menyediakan segala kebutuhan kita mulai dari hal yang terkecil sekalipun, termasuk dalam hal makanan. Jika Tuhan memperhatikan kebutuhan terkecil manusia, yaitu makanan, pasti Dia juga akan memenuhi kebutuhan kita yang lain. Hidup kita tidak tergantung dengan resesi, tetapi bergantung pada Sang Firman, Sang Raja yang Empunya Kerajaan Surga. Kita harus percaya bahwa kehidupan kita akan mengalami multiplikasi walaupun dunia sedang mengalami resesi, karena Allah yang kita sembah sanggup melakukan mujizat di tengah kemustahilan.

Untuk dapat hidup dalam multiplikasi, ada nenerapa hal yang perlu kita lakukan, antara lain:

  1. Kita harus hidup dalam keseimbangan.
    Jadilah seseorang yang seimbang dalam segala hal. Seimbang dalam pelayanan dan pekerjaan. Membagi waktu bagi keluarga sama pentingnya dengan membagi waktu untuk pelayanan.Agar dapat seimbang dalam hidup ini, kita membutuhkan Yesus Kristus. Undang Dia masuk dalam hidup kita, supaya ada kesimbangan dalam hidup kita dan nama Tuhan dipermuliakan.
  1. Hidup seirama dengan Tuhan.
    Tuhan tahu penyelesaian yang terbaik atas masalah hidup kita dan pertolonganNya pasti tepat pada waktunya. Yohanes 6:6-7 mengatakan bahwa, Filipus habis akal ketika memikirkan roti yang seharga dua ratus dinar pasti tidak cukup bagi lima ribu orang. Dalam pikiran logisnya, Filipus merasa tidak ada jalan lain untuk memberi makan orang-orang tersebut. Beruntung kita memiliki Tuhan yang lebih besar daripada penalaran logis kita, Tuhan dapat melakukan mujizat lebih besar daripada yang kita minta dan doakan. Semua itu dapat terjadi jika kita hidup seirama dengan Tuhan. Belajarlah untuk taat dan setia, apapun yang Tuhan minta kita lakukan. Lakukanlah walaupun tampaknya tidak masuk akal, karena Dia adalah Allah yang mengerti bagaimana menyelesaikan setiap masalah dan persoalan dalam hidup ini.

3. Hidup sebagai penabur yang baik

Dalam mujizat itu, ada seorang anak kecil yang tidak egois yang memberikan seluruh bekal makan siangnya kepada Yesus. Ketika anak ini rela memberikan makanannya (menabur), maka Tuhan melipatgandakannya sampai semua orang dapat makan. Jangan hanya mau menuai saja, tetapi taburlah yang terbaik dari apa yang kita miliki sekarang. Serahkan semua kepada Tuhan, maka Tuhan akan melipatgandakannya dan nama Tuhan dipermuliakan.

4. Hidup dengan cerdas dan bijaksana
Yohanes 6:12-13 mengatakan bahwa Tuhan Yesus menyuruh mereka mengumpulkan makanan yang tersisa supaya tidak ada yang terbuang dan terkumpul dua belas bakul lebih. Lewat ini kita dapat belajar bahwa saat kita diberkati, kita harus mawas diri dan tidak terlena. Kita harus dapat membedakan mana berkat yang diberikan sebagai roti yang harus dimakan, dam mana berkat sebagai benih yang harus ditabur. Jangan menjadi egois dengan memuaskan hawa nafsu dan keinginan kita sendiri. Pergunakanlah berkat dan waktu yang kita miliki dengan sebaik-baiknya.

Sampai detik ini Tuhan masih tetap melakukan mujizatNya dalam hidup kita. Dalam apapun yang kita alami; resesi, krisis moneter sampai pergeseran nilai mata uang, Tuhan tetaplah Allah yang jauh lebih besar dan berkuasa atas hidup kita lebih dari semua yang ada dalam dunia ini. Berjalanlah bersama Tuhan dan alami mujizatNya! Mulailah dengan hidup seimbang, miliki hidup yang seirama dengan Tuhan, jadilah penabur yang baik dan hidup dengan cerdas dan bijaksana. Percayalah, sesulit apapun keadaannya, bersama Tuhan kita past mengalami multiplikasi. Amin!