The Rock of Escape (Batu Karang Keluputan) | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Rock of Escape (Batu Karang Keluputan) | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Rock of Escape
(Batu Karang Keluputan)

Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

01-03-15

1 Samuel 22 berkisah tentang kehidupan Daud pada saat mengalami titik terendah dalam hidupnya. Dia, yang dahulu adalah seorang pahlawan yang dielu-elukan, lari mencari perlindungan di dalam gua Adulam. Pada waktu itu, Daud kehilangan semuanya, dia kehilangan jabatannya sebagai panglima, kehilangan istrinya yang justru berdusta melawan dia, dan juga kehilangan sahabatnya, Yonathan. Daud lari ke Rama dengan maksud bertemu Samuel, Samuel mengajak Daud lari ke Nayot, tetapi disana juga ia kehilangan Samuel. Hal ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita miliki, dapat hilang dalam sehari saja.Karena itu jangan mengandalkan manusia ataupun harta benda sebab segala sesuatunya dapat hilang dalam sekejap saja.

Pada ayat-ayat sebelumnya diceritakan bahwa Daud melarikan diri ke Nob, kemudian menuju ke Akhis serta kehilangan harga dirinya. Ia berdusta, mencelakakan orang lain dan akibatnya seluruh imam di Nob tersebut di bantai oleh orang Edom. Kemudian Daud mencari perlindungan kepada Akhis dan hampir menjadi pengkhianat bangsa. Pada akhirnya Daud berpura-pura menjadi orang gila sehingga Akhis mengusirnya dan kenudian Daud lari menuju gua Adulam.

Dalam keadaan sangat terpuruk, Daud menyadari kesalahannya. Di dalam gua itu, Daud berseru-seru kepada Allah (Mazmur 142). Saat mengalami masalah, kita jangan hanya meihat keadaan sekeliling kita karena kita pasti akan menjadi frustasi. Jangan memandang orang lain, karena tidak ada seorang pun yang dapat kita andalkan. Jangan pula melihat diri kita sendiri, karena yang terjadi adalah kita akan lebih mengasihani diri sendiri. Dalam Mazmur 57 Daud berseru kepada Allah dan mengharapkan pertolongan yang berasal dari padaNya. Di ayat 3, Daud sadar akan peperangan yang sedang d ia hadapi, siapa musuhnya, serta Allah yang dimilikinya. Ia berkata, “Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku (I will cry unto God most high; unto God that performeth all things for me)

Daud tahubahwa Allahnya adalah Allah di atas segala illah; Allah yang mengirimkan utusan dari surga dan yang menyelamatkan dirinya. Daud meminta agar Allah memberikan kasih setia dan kebenaran-Nya. Ada kabar baik bagi kita, saat mengalami jalan buntu, itu juga berarti saatnya kita berbalik atau mengubah arah (reroute). Dalam 1 Samuel 22, seluruh saudara-saudaranya (Ibr. – Akhim) datang mendukung dia. Justru dalam masa kesukaran, akan terlihat siapa orang yang berada di pihak kita. Keesokan harinya, makin bertambah banyak orang yang datang bergabung dengan Daud.

Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mengalami stres berat, dikejar hutang dan yang pahit hati (distress, debt, discontented). Orang-orang seperti inilah yang akan banyak datang kepada kita. Kita perlu tahu bahwa melalui pengalaman dengan Tuhan, orang-orang seperti ini akan menjadi prajurit-prajurit yang tangguh. Kepemimpinan Daud diuji lewat bagaimana dia memimpin barisan orang yang sakit hati tersebut dan mengubahnya menjadi prajurit yang tangguh.

Daud juga diuji, pada saat harus menghadapi kenyataan bahwa orang Filistin menjarah kota Kehila. Di tengah kesesakannya, Daud bertanya kepada Tuhan dan Tuhan berkata bahwa Tuhan menyerahkan Filistin kepada Daud.

Pada saat mendengar bahwa Daud pergi ke Kehila (fortress; benteng), Saul berencana untuk mengepung dan membunuh Daud. Namun Daud mengetahui pikiran jahat Saul. Alih-alih mengasihani diri sendiri, Daud mencari Allah lewat urim dan tumim, efod dari imam Abyatar. Urim dan tumim adalah gambaran dari Firman dan Roh Kudus. Biasakan diri kita untuk mencari Tuhan ketika kita akan melangkah dalam hidup ini. Tuhan mengatakan bahwa penduduk kota Kehila akan menyerahkan Daud ke tangan Saul sehingga mereka harus bergerak cepat meninggalkan Kehila. Kehila yang mempunyai arti benteng, ternyata tidak dapat dijadikan tempat perlindungan yang sejati. Hanya Yesuslah batu karang keluputan kita yang sejati, Haleluya! Nama dari Allah Yakub adalah Kota benteng yang kuat, tempat orang benar berlari dan menjadi selamat!

Daud berlari ke padang Gurun Zif dan Maon. Daud merasa terdesak dan seolah tidak ada pengharapan lagi. Namun Tuhan melakukan intervensi dan turun tangan. Tiba-tiba Saul harus mundur karena penyerangan oleh Filistin di tempat lain, sehingga dalam 1 Samuel 24:28, Daud menyebut tempat itu sebagai Gunung Batu Kelepasan (Selahammahlekoth; the Rock of Escape).

Kita perlu mengambil teladan dari kehidupani Daud yang dalam saat tergelap di hidupnya, memilih untuk mencari wajah Tuhan dan percaya kepadaNya. Meskipun orang terdekatnya mendustainya, Daud belajar percaya bahwa hanyalah Tuhan yang dapat dia andalkan. Berserulah kepada Tuhan dan Dia akan menjawab seruan minta tolong kita. Pada saat Tuhan turun tangan, kita akan melihat bahwa Yesus adalah satu-satunya Gunung Batu Keluputan yang dapat kita percayai. Amin!