Divine Enlightenment | Pdm. dr. Gary Adhianto, Sp.A.

Divine Enlightenment

Pdm. dr. Gary Adhianto, Sp.A.

8-03-15

Bulan ini kita memasuki bulan “Pencerahan Illahi” (Divine Enlightenment) yaitu bulan yang Tuhan berikan untuk kita mengalami Tuhan secara pribadi. Untuk itu, bila kita datang ke gereja, jangan hanya sekedar datang untuk mengikuti seluruh rangkaian tata ibadah gereja, namun benar-benar bersekutu dengan Tuhan dan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan.

Sudah waktunya bagi kita untuk tidak menjalani hidup ini dengan biasa-biasa saja. Aktifkan Roh yang ada di dalam kita, yaitu Roh Kudus yang Tuhan berikan buat kita. Dengan demikian, pasti kita akan selalu bersemangat menjalani hidup ini dan sanggup menghadapi apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dengan antusias, karena kita tahu akan selalu ada pengharapan di dalam Tuhan dan Tuhan akan selalu menuntun serta memberi kita pengertian di dalam segala hal. Firman Tuhan berkata bahwa bukan orang yang lanjut usia yang mempunyai hikmat dan mengerti keadilan, namun Roh Tuhanlah yang memberi kita pengertian (Ayub 32:8-9).

Jangan pernah merasa takut dengan masalah atau tekanan yang datang, karena sesungguhnya semua itu justru akan membuat semua potensi kita keluar dan menjadi aktif.

Kita dapat belajar dari pohon kurma yang tidak ditanam di tempat yang basah, namun justru di tempat yang kering dan berpasir. Di atasnya diletakkan batu yang menekannya, dengan tujuan agar akarnya semakin masuk untuk mencari air lebih dalam lagi. Karena itu kulit kurma mempunyai sensitifitas yang tinggi untuk mencari sumber air. Air menggambarkan tentang kehidupan, tentang kesegaran, dan Sumber Air kita adalah Yesus Kristus Tuhan.

Kita perlu untuk mulai benar-benar membangun hubungan intim dengan Tuhan dan melakukan yang terbaik buat Tuhan. Seperti perempuan yang mencurahkan minyak narwastu murni ke kepala Yesus, dan bukan hanya itu, dia mencuci kaki Yesus dengan air matanya, lalu menyekanya dengan rambutnya (Markus 14:3-5). Hal itu mungkin adalah sesuatu yang aneh dan tidak wajar buat orang lain, namun itu menyenangkan hati Tuhan. Yang dilakuan oleh perempuan itu adalah suatu penyembahan yang luar biasa bagi Tuhan.

Ketahuilah bahwa penyembahan itu sesuatu yang indah dan membutuhkan kerendahan hati. Itulah yang menyukakan hati Tuhan. Salah satu tokoh yang menyenangkan hati Tuhan adalah Daud. Daud bergaul dekat dengan Tuhan semenjak dia masih kecil dan masih menggembalakan dua atau tiga ekor kambing. Ketulusan hati Daud telah memikat Tuhan sehingga Daud diberkati luar biasa jauh melebihi apa yang pernah Daud bayangkan.

Tuhan juga melihat bahwa Daud adalah seseorang yang habis-habisan ketika menyembah Tuhan. Saat Tabut Allah dipindahkan dari Kiryat-Yearim ke kota Daud (Yerusalem) yang berjarak 17,2 km, setiap enam langkah, Daud mengorbankan satu ekor lembu dewasa dan satu ekor anak lembu (2 Samuel 6:13-14). Semua itu dilakukan Daud, sebab dia bersuka cita karena Allah sudah datang kembali ke Israel.

Divine Enlightment adalah saat kita memberikan segala-galanya kepada Tuhan habis-habisan oleh karena rasa sukacita kita, walaupun mungkin kita sedang mengalami masa-masa yang sukar. Ketika kita bersyukur (yaddah), kita sedang membuka pintu anugerah, membangun tangga ke surga dan membangun hubungan intim dengan Tuhan.

Inilah hal-hal yang Daud lakukan yang patut kita teladani:

  • Merindukan Tuhan (Mazmur 42:1-2)
  • Bersukacita & bersyukur (Mazmur 42:4-5)
  • Selalu bersekutu dengan Tuhan (Mazmur.27:4,8)
  • Berserah pada pimpinan Tuhan (Mazmur 27:11)
  • Kuat & teguh hati (Mazmur. 27:14)

Hasil dari semua yang Daud lakukan adlah mendapatkan hal-hal ini:

– “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya (Mazmur 91 : 14 – 15)

– Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya (Mazmur 19 : 8).

Pada saat kita datang pada Tuhan, jangan berfokus hanya untuk mencari berkat, namun mulailah untuk menyenangkan hatiNya setiap waktu. Lakukanlah penyembahan di manapun kita berada. Sembah Dia setiap saat, bagaimanapun keadaan kita. Alami “Pencerahan Illahi” dan biarkan mengalir di dalam hidup kita. Amin.