The Compassion of Jesus | Pdm. David Limanto

The Compassion of Jesus | Pdm. David Limanto

The Compassion of Jesus


Pdm. David Limanto

29-03-15

‘Compassion’ ataua tentang belas kasihan adalah kasih yang dinyatakan dalam tindakan, dan di dalamnya dibutuhkan pengorbanan serta harga yang harus dibayar. Matius 9:35-38 mengisahkan tentang Tuhan Yesus yang pergi ke semua kota dan desa dan mengabarkan Injil. Semua yang dilakukan-Nya digerakkan oleh belas kasihan karena Dia melihat bahwa orang –orang itu seperti domba yang tidak bergembala.

Selama di muka bumi, Yesus melakukan kehendak Allah hanya untuk menyenangkan hati Bapa-Nya. Inilah yang dilakukan Yesus selama di muka bumi:

1. Tuhan Yesus membagikan Injil Kerajaan Allah
Mewartakan injil kerajaan Allah seharusnya menjadi tugas kita semua sebagai perwakilan kerajaan Allah (Representatives of Christ’s Kingdom) di bumi. Seharusnya hal ini sudah menjadi identitas hidup kita, dan bukan sekedar logo gereja biasa.
Penelitian yang dilakukan oleh George Barna dan George Gallup di Amerika Serikat pada tahun 1990an, menyatakan bahwa jemaat Kristen yang telah lahir baru, berkisar antara 35% – 49% dari keseluruhan jemaat. Dari jumlah itu, hanya 55% yang membagikan Injil kepada orang lain dalam satu tahun terakhir. Namun, hanya 10% dari jemaat yang membagikan Injil tersebut yang meneruskannya dengan membangun relasi dan memuridkan. Dengan kata lain diperlukan 100 anggota jemaat untuk memenangkan 1,67 jiwa bagi Kristus dalam setahun.
Dari hal ini kita perlu sadar bahwa sudah seharusnya menjadi tugas kita untuk mewartakan kabar kebenaran kepada seluruh bangsa, terlebih pulau Bali. Tidak perlu jauh-jauh untuk memulai, mulailah dari yang terdekat dalam hidup kita.

2. Hidup yang digerakkan oleh belas kasihan

Seringkali Tuhan digerakkan oleh belas kasihan saat melihat orang-orang merana dan terlantar. Yohanes 21:1-3 mengisahkan tentang Yesus yang menampakkan diri kepada murid-murid, namun tidak dikenali lagi oleh mereka. Karena kesedihan, mereka telah kehilangan identitasnya sebagai penjala manusia dan kembali menjadi penjala ikan. Namun ketika Yesus menyuruh mereka melakukan sesuatu, mereka sadar bahwa itu Tuhan.
Ketika Petrus bertemu Yesus, Yesus memerintahkan Petrus agar menggembalakan domba-dombaNya. Jangan sampai kita kehilangan identitas dan belas kasihan kita sebagai penjala manusia, namun lebih terdorong lagi oleh kasih pada saat kita menggembalakan domba-domba-Nya. Dibutuhkan kesabaran dan kerendahan hati untuk menggembalakan domba. Itu bukan hal yang mudah, karena itulah kita perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk menggembalakan mereka.

3. Tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit
Ketika kita mengerti bahwa di antara uang, barang dan manusia, manusia adalah yang terpenting. Manusia bukan hanya ladang penginjilan (mission field), namun juga adalah kekuatan misi (mission force). Itulah sebabnya, kita harus mengusahakan ‘mission force’ tersebut dengan cara bayar harga, memberi waktu untuk mengerjakan hubungan dengan mereka.
Ada survei yang mengatakan bahwa satu dari empat orang Kristen berpikir bahwa, semakin banyak yang Anda miliki, semakin sukses hidup Anda. Begitu banyak waktu yang kita habiskan untuk mencari uang, kesuksesan, namun kita menganggap sepele hal yang berkaitan dengan ‘mencari kehendak Tuhan.’ Mulailah membangun hubungan dengan mereka yang terhilang dan membutuhkan tuntunan. Memang selalu ada harga yang harus dibayar untuk semua itu, namun kita tahu bahwa di atas segalanya, menyenangkan hati Bapa adalah yang terpenting.

Teladani hidup Yesus, yang walaupun singkat, kehidupanNya memberi dampak bagi seluruh dunia bahkan sampai kepada kita. Jangan hanya duduk diam dan beranggapan bahwa penginjilan hanya tugas pendeta dan penginjil. Mulailah jadi dampak, di manapun Tuhan menempatkan kita; di pekerjaan, di rumah, di keluarga, di tempat kuliah, dan sebagainya.

Mulailah dengan memberi contoh yang baik dan menjalin hubungan dengan sesama. Ketika mereka melihat ‘perbedaan’ dalam hidup kita, niscaya mereka juga akan melihat Yesus. Sampai mereka tertarik mengenal Allah kita yang hidup dan sampai Allah menjamah hati mereka sehingga mereka boleh bertemu Sang Juru Selamat sejati; Yesus Kristus, Tuhan kita. Haleluya!