(SAR) Search And Rescue | Pdt. Ronny Daud Simeon

(SAR) Search And Rescue


Pdt. Ronny Daud Simeon

03-04-15

Jumat Agung adalah saat bagi kita mengenang kematian Kristus di atas kayu salib. Di saat seperti ini pula orang seringkali bertanya, “Jika Yesus adalah Tuhan, mengapakah Dia harus mati di atas kayu salin dengan begitu buruknya? “ Salib merupakan hukuman terkeji dan terberat yang pernah diberikan bagi seseorang pada waktu itu. Begitu beratnya hukuman salib itu, sehingga mulai dari awal pergumulanNya, kening Yesus mengeluarkan darah yang bercampur keringat. Penderitaan yang ditanggungNya begitu hebat sejak dari awal hingga akhirnya selesai di atas salib.

Semua itu dilakukanNya untuk melakukan pertukaran dengan kita; segala beban dosa kita telah ditanggungnya diatas kayu salib supaya kita boleh merdeka dan bebas dari segala hukum dosa. Lukas 19:10 mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.“ Ketika Yesus ‘mencari dan menyelamatkan’, itu berarti mencarinya sampai mendapatkan (zeteo = to seek in order to find).

Seharusnya kita yang mati oleh karena pelanggaran kita, namun Yesus memilih untuk disalibkan ganti kita. Dia dimahkotai duri yang menyakitkan, namun Dia rela memakainya. Duri adalah lambang dari kutuk, itu berarti bahwa segala kutuk yang harusnya kita tanggung telah ditanggung Yesus, supaya kita dapat hidup merdeka tanpa kutuk lagi. Kutuk (‘kelalah’- Ibrani) diganti menjadi berkat (‘berakah’) ke manapun kita pergi.

Yesus taat kepada Bapa sampai mati. PerkataanNya yang terakhir di atas salibpun tetap memberkati umat manusia. Dia tidak mengomel atau mengumpat. Hukuman terburukpun tidak menghentikanNya untuk memberkati kita.

Inilah perkataan-perkataan Yesus di atas kayu salib;

1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
Kita harus sadar bahwa kita membutuhkan pengampunan, sebab upah dosa adalah maut. Karena itu jangan hidup dalam dosa. Karena kasih, Yesus mengambil semua dosa manusia dan menggantikan kita supaya dosa kita diampuni. Karena kita telah diampuni, maka kita juga harus mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita supaya kita tidak dipenuhi dengan kepahitan, atau dendam dan kita dapat bersuka di dalam Tuhan dan disegarkan walaupun kita melalui badai dan permasalahan hidup.

2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)

Penjahat yang mengakui Yesus, diampuni dosanya dan masuk ke dalam Firdaus. Pertanyaannya, apakah hari ini engkau sudah menerima keselamatan yang sama dari Yesus?

3. “Ibu, inilah, anakmu!” (Yohanes 19:26)
Menjelang detik-detik kematianNya, Yesus masih mengingat kebutuhan terpenting dari keluarga. Artinya, Yesus memperhatikan kebutuhan keluargamu, bahkan yang terkecil sekalipun. Pemeliharaan Tuhan akan dinyatakan dalam kehidupan kita. Karena itu jangan kuatir akan apapun juga, karena Dia adalah Allah yang memberi sebelum kita memintanya.

4. “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)
Dia tas kayu salib, Yesus yang suci menanggung seluruh dosa umat manusia, sampai untuk sesaat Bapa, meninggalkanNya karena keadilanNya. Ketika orang lain tidak mengganggap kita, tetaplah tenang, karena Yesus juga pernah melaluinya. Dia mengerti seluruh perasaan dan kesedihan kita. Jangan menjadi kuatir karena kita memiliki Allah yang pernah melewati saat-saat itu dan menang atasnya.

 5. “Aku haus!” (Yohanes 19:28)
Dalam kemanusiaanNya, di atas kayu salib Yesus mengerti kebutuhan kita. Barangsiapa yang haus marilah mencari Dia dan Dia akan memenuhi segala kebutuhan kita.

6. “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)
Iblis tidak berhak menuntut kita lagi, karena semuanya sudah dibayar dengan lunas diatas kayu Salib, dibayar dengan nyawaNya sendiri. Haleluya!

7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”. (Lukas 23:46)
Kita dapat memercayakan seluruh hidup kita secara total ke dalam tangan Bapa di surga, seperti Yesus memercayakan kehidupanNya ke dalam tangan BapaNya

Jangan sia-siakan pengorbanan Kristus. Oleh penderitaanNya, Dia telah menebus kita. Melalui kematianNya, Dia telah membuktikan bahwa maut tidak berkuasa lagi atasNya. Tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah 4:12). Haleluya! Kita ditakdirkan untuk menang atas segala permasalahan kita. Melalui Kristus, ada otoritas dalam hidup kita sehingga kita dapat memiliki hidup yang berkemenangan. Serahkan hidup kita secara total kepadaNya, maka hidup kita pun diubahkan sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin!