The Power of King’s Statements | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Power of King’s Statements | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

The Power of King’s Statements


Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

05-04-15

Tanda tanda jaman sudah semakin nyata, banyak penganiayaan dan penderitaan ditujukan kepada umat Kristen. Jaman akan mencapai kesudahannya, karena kedatanganNya yang kedua sudah semakin dekat.

Yesus datang ke dunia ini dengan tujuan mencari dan mennyelamatkan (search and rescue). Lukas 19:10 mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Yesus datang ke dunia untuk mengembalikan apa yang hilang dari dunia ini ketika manusia jatuh dalam dosa, yaitu persekutuan dengan Tuhan. Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia hidup di bawah kutuk. Padahal seharusnya manusia diciptakan untuk berada dalam pemerintahan Kerajaan Surga.

Yesus datang untuk mengembalikan kuasa Kerajaan Surga di bumi. Roma 5:17 berkata, “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia (abundance of grace) dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus (reign in this life through Jesus Christ).”

Perkataan seorang raja adalah undang-undang bagi rakyatnya. Saat ini kita melihat tujuh pernyataan Raja kita di atas kayu salib. Apa yang dikatakan Yesus di atas kayu salib bukanlah suatu perkataan putus asa dari seseorang yang mau mati. Namun perkataan dari seorang Raja yang mengutarakan isi hatiNya dan kemauanNya atas kita.

1. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
Ketika berada di atas kayu salib, kata-kata yang dikeluarkanNya bukanlah sumpah serapah melainkan pengampunan. Pengampunan adalah hal yang membedakan surga dan neraka. Marilah hari ini kita menerima pengampunan yang berasal dari padaNya, sehingga kita bisa memanggil “ya Abba, ya Bapa”.

2. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43)
Perkataan ini ditujukan kepada Barabas, penjahat keji yang tidak berayah. Sebelum kematiannya, Barabas meminta pengampunan dari Yesus dan ia mendapatkannya. Pastikan kita juga meminta keselamatan dan pengampunan daripada Sang Raja. Sebab hanya kepadaNya kita akan diselamatkan. Haleluya!

3. “Ibu, inilah, anakmu!” (Yohanes 19:26)
Yesus tahu bahwa kematianNya semakin dekat, dan Ia berkata demikian pula kepada Yohanes. Sehingga Maria tidak merasa sendirian dan menjadi ibu bagi para murid-murid yang lain. Hari ini mari periksa hubungan kita dengan orang tua kita, karena salah satu kunci untuk diberkati adalah menjalin hubungan yang harmonis dengan orang tua kita.

4. “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46)
Kesalahan seluruh umat manusia ditanggung olehNya sehingga Bapa memalingkan wajahNya daripada Yesus. Yesus melakukan semuanya itu agar kita beroleh keselamatan. Oleh karenaNya, kita tidak ditinggalkan oleh Bapa.

 5. “Aku haus!” (Yohanes 19:28)
Yesus adalah seratus persen Allah dan seratus persen manusia, dalam keadaan ini Yesus juga mengalami haus. Yesus menjadi manusia seperti kita, dan ia mengerti segala penderitaan kita. Dalam kemanusianNya, Yesus membebaskan dari Iblis yang berkuasa atas maut di hidup kita. sehingga kita tidak perlu lagi takut akan kuasa Iblis, karena ia telah dilucuti oleh Yesus. Di atas kayu salib, Yesus justru menang atas kuasa maut. Haleluya! Ibrani 2:14-15, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan (destroy) dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”

 6. “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)
Yesus membayar dosa-dosa kita, dan kontrol dosa atas hidup kita telah dipatahkan! Kata ‘Sudah Selesai’ ini ditulis dalam bahasa Yunani ‘tetelestai’. Memiliki arti sudah selesai, sudah sempurna, semuanya sudah sesuai yang direncanakan, semua sudah sesuai dengan yang diinginkan, dan semuanya sudah diterima. Alkitab mengatakan Yesus sudah menyelesaikan semua yang diinginkan dan direncanakan Bapa dengan sempurna, tidak kurang sedikitpun.

 7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.”. (Lukas 23:46)
Yesus telah menyerahkan nyawanya kepada Bapa. Kita dapat memercayakan seluruh hidup kita secara total ke dalam tangan Bapa di surga, seperti Yesus memercayakan kehidupanNya ke dalam tangan BapaNya.

Mari kita bersyukur atas salib pada hari ini. Karena salib, kita menerima pengampunan dan berkat. Seluruh kutuk telah dipatahkan dan kita dapat menerima berkat. Tuhan memberkati.