BERSERU KEPADA TUHAN | Ps. Sofyan Suteja

BERSERU KEPADA TUHAN | Ps. Sofyan Suteja

BERSERU KEPADA TUHAN


Ps. Sofyan Suteja

19-04-15

Jika kita mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka Tuhan pasti akan menjawab doa kita. Allah adalah satu-satunya jawaban atas persoalan dan masalah yang kita hadapi. Yeremia 33:3 berkata, “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Dalam ayat ini disebutkan bahwa Tuhan ingin kita berseru kepada Tuhan dan bukan hanya sekedar berdoa. Yang dimaksud dengan ‘berseru’ adalah berdoa dengan sepenuh hati kita. Saat kita berseru kepadaNya, Tuhan akan memberitahukan hal-hal yang tidak kita ketahui, haleluya!

Terkadang Tuhan menempatkan kita pada posisi tertentu agar kita ‘berseru’ kepadaNya. Yang menjadi persoalan bukan tentang apa yang terjadi, namun respon yang kita berikan saat kita menghadapi masalah tersebut menentukan apa yang akan kita dapatkan. Hanya hikmat Tuhan yang dapat menolong kita untuk dapat memberikan respon yang benar saat berada dalam tekanan atau badai.

Mazmur 119:71 berkata, “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Dalam segala peristiwa, Tuhan ingin agar kita belajar tentang sesuatu sabab tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Roma 5:5 mengatakan bahwa Roh Kudus telah dicurahkan merata bagi kita semua supaya kita mengetahui bahwa kasih karunia Tuhan bekerja melalui hidup kita. Kasih karunia akan selalu ada bagi kita sepanjang kita mau bekerja sama dengan Roh Kudus.

Kita perlu belajar tentang ketetapan ketetapan Tuhan karena dalam situasi terburukpun Dia ingin mengajar kita tentang sesuatu. Seringkali ini adalah cara yang paling efektif, karena kita tidak mudah melupakan hal yang kita alami sendiri. Jadi, tidak hanya mendengar atau merasakan, namun kita juga mengalami Tuhan melalui kejadian yang kita alami secara pribadi. Jika kita berseru kepadaNya, Tuhan akan menjawab lebih daripada apa yang kita minta atau doakan. Mazmur 119: 67 berkata, “Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.” Tuhan tidak pernah mencobai kita, namun selalu ada maksud Tuhan dalam setiap pencobaan yang kita alami.

Markus 4:35-41 berkisah tentang Yesus yang mengajak murid-muridNya bertolak ke seberang. Fisik-Nya sebagai manusia mengalami kelelahan dan Yesuspun tertidur dalam perahu. Di saat itulah badai mengamuk dan air mulai masuk ke dalam perahu. Dalam ketakutan, murid-muridpun membangunkan Yesus. Dari kisah ini kita belajar bahwa kita harus memulai segala sesuatu dengan Tuhan. Jangan menunggu sampai panik baru mencari Tuhan. Yesus marah karena murid-muridNya ketakutan dan tidak percaya dan hal itu menghalangi terjadinya mujizat. Takut adalah hal yang manusiawi, namun ketakutan dan tidak percaya seharusnya tidak menjadi alasan bagi murid-murid karena mereka bersama Yesus. Saat kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus dan membiarkan Ia memimpin hidup kita, seharusnya tidak ada tempat bagi ketakutan dan ketidak percayaan dalam hidup kita.

Tuhan menyediakan bagi kita rancangan yang penuh damai sejahtera dan penuh dengan pengharapan (Yeremia 29:11). Karena itu kita tidak perlu kuatir apalagi menjadi tidak percaya. Bersama Yesus, ada pengharapan dan masa depan yang gilang gemilang. Jangan biarkan ketakutan dan ketidak percayaan menghalangi kita untuk mengalami mujizatNya. Untuk itu, kita perlu bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita. Dalam badai sekalipun, Tuhan mau kita belajar banyak hal. Jika kita berseru kepadaNya, pasti ada jawaban, ada mujizat, dan ada kasih karunia yang dinyatakan dalam hidup kita. Haleluya!

Ada kalanya juga Tuhan meletakkan kita dalam keadaan yang seolah-olah Dia tidak menjawab doa-doa kita. Tuhan mau melihat respon kita atas permasalahan tersebut, apakah kita tetap percaya atau mengandalkan kekuatan sendiri. 2 Tawarikh 20 mengisahkan tentang Yosafat yang menjadi takut ketika menerima informasi tentang bani Moab dan bani Amon yang akan menyerang bangsa Israel. Reaksi Yosafat adalah wajar sebagai seorang manusia. Namun Yosaf tidak membiarkan hal itu menguasai hidupnya dan mengambil keputusan yang benar untuk mencari Tuhan. Tuhan ingin berbuat hal yang besar dalam hidup kita. Dia ingin memakai hidup kita lebih lagi. Namun, kita harus sabar dan setia pada proses, agar kita tahu, saat kita mengalami mujizat dan hal-hal besar, semuanya itu bukan karena kuat dan gagah kita, melainkan karena Tuhan. Lewatilah segala proses yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Kerjakan apa yang seharusnya Tuhan mau kita kerjakan. Jangan hanya menjadi pendengar Firman, tetapi juga menjadi pelaku Firman. Jika kita mengetahui kebenaran, maka kita harus melakukannya.

Yosafat tidak ragu di tengah permasalahannya. Dia yakin bahwa pasti akan mendapatkan jawaban dari Tuhan. 2 Tawarikh 20:12 berkata, “… Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” Yosafat berdoa dengan segenap kekuatannya dan beriman. Kita tahu bahwa tanpa iman, kita tidak dapat berkenan kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan upah bagi orang yang sungguh-sungguh mencari Ia. Dis aat kita sungguh-sungguh berdoa, berseru dan mencari Tuhan, saat itulah mujizat terjadi. Yang Yosafat dapatkan adalah Tuhan sendiri berbicara langsung secara pribadi kepadanya.

Kunci menang dari peperangan tersebut adalah saat Yosafat menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Kunci lainnya adalah ucapan syukur yang menarik hadirat Allah turun dan mujizatpun terjadi. Peperangan sesungguhnya itu berawal dari mulut atau perkataan kita. Saat kita percaya, maka kita dapat mengucapkan syukur. Lewat itu semua, iman kita bergerak dan mujizat terjadi.

Arahkan mata kita kepada Tuhan sambil tak henti-hentinya mengucap syukur. Berseru kepada Tuhan dan letakkan pengharapan kita kepadaNya. Bersyukur dalam segala keadaan. Naikkan puji-pujian kepadaNya dan biarkan iman kita bekerja. Sampai kita mengalami mujizat dalam hidup dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!