DIVINE WISDOM | Pdm. Dr. Bob Foster, MM

DIVINE WISDOM | Pdm. Dr. Bob Foster, MM

DIVINE WISDOM


Pdm. Dr. Bob Foster, MM

26-04-15

Yesus adalah pengharapan kita satu-satunya saat dunia atau orang lain mengecewakan kita. Itu semua karena Yesus adalah Sang Hikmat itu sendiri, Hikmat Ilahi yang sangat kita butuhkan ketika mengambil keputusan dalam hidup ini.

Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal dia dengan benar” (Efesus 1:17)

Yang dimaksud dengan Roh Hikmat dan Wahyu adalah pribadi Yesus Kristus sendiri, dalam tuntunan dan konteks kebenaran Firman Tuhan. Hikmat inilah yang dicari dan dikejar oleh banyak orang, karena mereka tahu pentingnya mengambil keputusan berdasarkan hikmat yang benar. Banyak hikmat yang tidak berasal dari Tuhan, antara lain: hikmat dari diri sendiri; hikmat dari pendapat orang lain/ hikmat dunia; hikmat dari Iblis, dan yang terpenting adalah; hikmat dari Tuhan yang selalu murni, peramah, pendamai, penuh dengan buah-buah yang baik, tidak memihak, dan tidak munafik (Yakobus 3:17).

Saat kita mengambil keputusan berdasarkan hikmat yang salah, pasti hasilnya berbeda dengan keputusan berdasarkan hikmat dari Tuhan. Hidup kita sekarang adalah hasil dari keputusan-keputusan yang kita ambil terdahulu. Masa depan kita nantinya juga tergantung dari keputusan-keputusan apa yang akan kita ambil.

Begitu banyak masalah yang timbul karena kita tidak mengambil keputusan-keputusan yang benar berdasarkan hikmat dari Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus berhikmat dalam mengambil keputusan. Berhentilah menyalahkan keadaan, karena yang lebih sering terjadi adalah karena kita tidak berhikmat dan salah dalam mengambil keputusan.

Periksa hidup kita, apakah keputusan-keputusan yang kita ambil sudah benar? Apakah kita bahagia dengan keputusan-keputusan yang telah kita ambil? Apakah keputusan yang kita ambil telah berdasarkan hikmat yang benar?

Apakah yang dimaksud dengan ‘hikmat yang benar itu’? Hikmat itu adalah Sang Firman itu sendiri, oleh ‘Hikmat’ itulah, alam semesta dijadikan. Salomo meminta hikmat ketika Tuhan mengijinkan dia mengajukan satu permintaan, dan Tuhan mengabulkannya (1 Raja-raja 3:9-12) dan

bangsa-bangsa datang untuk mendengar hikmat Salomo (1 Raja-raja 4:34). Definisi hikmat adalah: “kemampuan utk melihat, menimbang, dan membedakan sesuatu, lalu mengambil keputusan yang tepat (baik dan benar menurut Firman Tuhan) untuk bertindak dalam sebuah keadaan.”

Hikmat adalah sebuah kemampuan yang bisa dipelajari. Yang terpenting adalah, kita belajar mempraktekkan apa yang Tuhan (Sang Firman Hidup itu sendiri) inginkan, sebab tidak ada hikmat di luar kebenaran Firman Allah.

Agar berhikmat, kita tidak boleh berhenti pada ‘sekedar tahu’ akan kebenaran Firman (berpengetahuan), namun kita harus ‘bertindak’ atau memiliki respon yang benar sehingga pengetahuan itu berubah menjadi pengertian sehingga kita mengerti ‘sebab-akibat’ . Semua ini harus berdasarkan Firman Tuhan, karena jika tidak maka kita akan melakukan segala cara agar tercapai tujuan.

Kita harus melakukan apa yang Yesus lakukan dalam segala hal, termasuk menggunakan pola pikir yang benar dan sesuai Firman. Kita juga harus berpikiran jauh ke depan (visioner), terbuka, dan memiliki kasih. Untuk itu, dibutuhkan pola rasa yang benar, yaitu cara kita dalam mengasihi orang-orang di sekitar kita.

Setiap kali kita bangun, pastikan kita memiliki ‘goal’ atau tujuan hidup yang jelas, agar semua tindakan kita digerakkan oleh tujuan. Lewatitu semua, kita dapat memiliki pola tindak yang benar. Jangan tertinggal dalam memberikan respon yang benar, bukan respon yang reaktif. Itulah yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Hikmat diberikan dengan tujuan (Ulangan 4:5-7), supaya dunia tahu kita dekat dengan Tuhan (Terang Dunia), mengatasi tantangan dan persoalan (berkemenangan), dan menjadi alat navigasi kehidupan dalam mengambil keputusan.

Setiap pilihan selalu diikuti oleh tanggung jawab dan konsekuensi. Jangan berkompromi dengan dunia ini, tetapi menjadi berbeda agar dunia dapat melihat Tuhan yang kita sembah. Jangan berhenti saat mengalami masalah dalam hidup. Mintalah hikmat Tuhan, sebab seringkali masalah datang dengan tujuan menguji kita agar kita dapat menang mengatasi masalah dan Tuhan dipermuliakan. Amin!