POWER OF WISDOM | Pdm. Handoko Pangarso

POWER OF WISDOM | Pdm. Handoko Pangarso

POWER OF WISDOM


Pdm. Handoko Pangarso

10-05-15

Di mata Allah Bapa, Yesus adalah saudara kita yang paling Sulung, dan Bapa mengasihi kita semua, sama seperti Dia mengasihi Yesus. Karena itu itu kita harus menjadi serupa dengan gambaran Yesus, Saudara Sulung kita. Roma 8:29 menuliskan, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” Kita harus mencontoh pribadi Yesus yang lemah lembut dan rendah hat., Dia adalah Contoh terbaik sebagai Putra yang menyenangkan Bapa.

Sewaktu kita hidup dalam pribadi Yesus dan hidup dalam karakter Yesus, maka Yohanes 5:19-20 akan terjadi dalam kehidupan kita. Bapa mengasihi putra-putriNya, karena itu Dia menunjukkan segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri supaya kita sebagai anak, heran akan perbuatan tangan Bapa kita. Di dalam Yesus ada Pribadi yang lemah lembut dan penuh kuasa, oleh sebab itu kita harus hidup di dalam Dia.

Saat kita belajar menjadi lemah lembut, dan hidup di dalam Dia, maka karakterNya akan hidup di dalam kita. Saat itulah orang lain dapat melihat bahwa dalam hidup kita ada Tuhan, dan Dia hidup di dalam kita (Yohanes 5:36). Itulah kesaksian yang sejati, saat orang lain dapat melihat karakter Ilahi ada dalam hidup kita.

Kita harus melakukan kebenaran, walaupun tidak mengenakkan daging. Kebenaran tetaplah kebenaran yang harus kita lakukan. Tuhan sendiri akan melihat kita saat kita bersungguh-sungguh melakukan Firman Allah dalam hidup kita. Bila kita bersungguh-sungguh, Tuhan sendiri yang akan memperlengkapi kita, dan disitulah Firman Allah yang hidup menjadi kenyataan; Allah turun tangan dan bekerja sama dengan kita.

Allah sendiri turun tangan dan menjadi hikmat bagi kita, karena kita lemah lembut dan rendah hati. 1 Korintus 1:30 mengatakan, “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

Hikmat itu sebenarnya ada di mana-mana(Amsal 1:20-21), dan memperoleh hikmat itu lebih dari memperoleh emas dan permata (Amsal 16:16) karena hikmat itu adalah Tuhan sendiri (1 Korintus 1:30). Namun, kita sering tidak mampu melihat hikmat karena kita tidak memiliki pribadi Kristus di dalam kita (Amsal 1:22), sehingga kita sering menyalahkan keadaan dan menyalahkan orang lain. Untuk itu kita harus ingat bahwa kita tidak bolehmenghakimi, karena ukuran yang kita pakai akan dipakai kepada kita (Matius 7:2).

Hikmat itu berada dalam Yesus dan dapat kita lihat saat kita hidup dalam karakter Yesus dan memiliki kuasa yang bekerja sampai kita dapat memperoleh hikmat. Kita harus hidup dalam kehendak Bapa, hidup dalam pribadi Kristus yang lemah lembut dan rendah hati, serta berbelas kasihan (Matius 12:7). Kasih itu tidak hanya sekedar memberi, kita tidak bisa memberi tanpa mengasihi (1 Korintus 13:3). Kasih yang sesungguhnya adalah pribadi Kristus sendiri, yang membuat kita tetap berdiri dalam kebenaran walaupun keadaan di sekeliling kita tidak mendukung kita, bahkan ketika kita dibenci dan di caci maki. Kasih adalah, ketika Kristus hidup dalam diri kita.

Sebenarnya,semua yang kita lakukan adalah bayangan dari pribadi Kristus itu sendiri. Kita harus menemukan pribadiNya dengan mengikuti FirmanNya. Alkitab mengatakan dalam Matius 6:33; “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Kerajaan Allah itu adalah pribadi Yesus itu sendiri.

Kita bisa mendapatkan hikmat hanya dengan mengenal Bapa. Firman berkata dalam Matius 11:25, “ Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Di dalam Yesus terkandung semua harta hikmat dan pengetahuan (Kolose 2:3, 9) dan berdiam segala kepenuhan Allah. Kita harus menjadi serupa dengan Kristus karena semua yang kita cari ada di dalam Dia.

Jadilah serupa dengan Kristus dan carilah hikmat dengan menjadi satu dengan karakter-Nya yang lembut dan rendah hati, sampai kita dapat menemukan hikmat dan melalui pekerjaan kita. Lewat itu semua akan muncul kesaksian dan nama Allah dipermuliakan. Allah turun tangan dan mujizat-Nya dinyatakan kepada kita. Amin!