ANNOINTING | Ev. Henry Hinn

ANNOINTING | Ev. Henry Hinn

ANNOINTING


Ev. Henry Hinn

24-05-15

Kita semua memerlukan pengurapan agar dapat melakukan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita. Sebab, jika kita berjalan dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, maka kita tidak akan mampu melakukannya. Hanya pengurapan dari Tuhanlah yang sanggup memberikan kita kekuatan dan penghiburan dalam hidup ini.

Pengurapan itu adalah sesuatu yang membutuhkan proses dan tidak terjadi begitu saja. Ada langkah-langkah serta waktu yang dibutuhkan sampai pengurapan (minyak) tersebut berhasil diperas dan dikeluarkan hingga menjadi minyak. Pohon zaitun adalah tanaman yang berumur sangat panjang, bahkan beberapa di antaranya berumur ribuan tahun dan sudah ada sejak jaman Yesus. Setiap tahunnya, mereka hanya berbuah sekali. Saat berbuah, buah yang dihasilkan berwarna putih. Ketika telah matang, buah tersebut harus jatuh dari pohonnya dengan cara digoncang-goncangkan sehingga buahnya jatuh dan buahnya pecah dari kulitnya. Jika ada buah yang tidak pecah, maka harus dipecahkan dengan palu karena kulitnya yang keras.

Kita dapat mengambil pemahaman bahwa pengurapan itu adalah sebuah proses dan dibutuhkan waktu yang sangat panjang. Seperti pengurapan dari Tuhan, hal tersebut membutuhkan waktu dan hanya diberikan kepada kita yang setia melayani Dia.

Minyak zaitun, yang merupakan lambang ‘pengurapan’ di Israel, adalah hal yang amat berharga dalam tradisi Yahudi, dan hal tersebut masih dilakukan sampai sekarang.

1. Minyak zaitun digunakan sebagai alat penerangan
Penerangan secara tradisional masih menggunakan lilin yang berbahan minyak zaitun (Matius 25:1-13) dan bahkan sampai sekarang masyarakat Yahudi menggunakan alat penerangan ini di rumahnya unutk dipakai dalam berbagai upacara. Tidak ada minyak berarti tidak ada penerangan. Urapan dibutuhkan untuk ‘menerangi’ segala sesuatu. Tanpa pengurapan, ‘kegelapan’ akan datang. Ketika ada urapan, maka terang itu datang.

2. Minyak zaitun digunakan sebagai alat barter dan memiliki nilai satuan tukar
Minyak zaitun adalah sesuatu yang berharga. Masyarakat Yahudi dapat menjadikannya sebagai satuan mata uang yang kemudian dapat digunakan untuk membeli bahan makanan yang mereka perlukan. Hal inilah yang terjadi pada janda di Sarfat (2Raja-raja 4). Minyak yang dia miliki dipertahankan sebagai barang terakhirnya yang paling berharga. Minyak juga melambangkan provisi atau penyediaan. Tidak ada minyak berarti tidak ada peyediaan atau berarti kemiskinan rohani.

3. Minyak zaitun adalah lambang perlindungan
Para gembala di Israel biasa menggembalakan domba mereka dan meminyaki setiap kawanan ternaknya agar terhindar dari binatang-binatang kecil yang dapat mengganggu dan menyebabkan penyakit pada ternak. Minyak juga melambangkan perlindungan (coverage).

4. Minyak digunakan untuk memasak
Artinya, jika tidak ada minyak maka tidak ada makanan. Kita membutuhkan urapan untuk mencerna ‘Manna’ dari surga, yaitu Sang Roti hidup itu sendiri. Kita harus memiliki urapan supaya dapat mengerti Firman Allah, sebab minyak itu sendiri adalah lambang Roh Kudus. Hanya dengan bantuan Roh Kuduslah, kita dimampukan untuk mengerti Firman Allah.

5. Minyak membawa keharuman
Minyak membawa keharuman, itulah mengapa sebabnya Pemazmur berkata dalam Mazmur 45:7-8, “Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu. Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau.” Pengurapan sangat menyukakan Tuhan dan membuat kita lebih menonjol dari orang-orang di sekitar kita, dengan kata lain kita mendapatkan ‘favour’. Dikatakan bahwa, pakaian-pakaian kita diminyaki dan bercampur dengan mur, gaharu dan cendana. Mur mendatangkan keharuman, itu mengandung arti bahwa pengurapan akan mendatangkan atmosfir surgawi dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di rumah atau di manapun kita berada. Atmosfir inilah yang mengubahkan keadaan sekitar kita dan membawa hadirat Tuhan turun melalui penyembahan. Gaharu adalah sesuatu yang digosokkan ke tubuh dan berkhasiat menyembuhkan. Sementara cendana adalah sesuatu yang dapat dikecap.
Semuanya ini melambangkan tiga pengurapan penting yang harus ada di dalam setiap kehidupan kita sebagai orang percaya, yaitu; penyembahan, kesembuhan, dan pewahyuan dari Firman Allah. Jadi, ketika Tuhan mengurapi kita, maka dari setiap firman yang kita perkatakan, akan terjadi kesembuhan. Yang sakit disembuhkan, iblis lari, dan kuasa Tuhan dinyatakan. Haleluya!

Raihlah pengurapan dari Tuhan. Pengurapan Tuhan adalah sesuatu yang tidak datang begitu saja. Kita harus mencari dan meraihnya, dan Tuhan pasti akan memberikannya kepada kita jika kita mencari wajahNya dengan sungguh-sungguh. Amin!