The Power of Wisdom | Pdt. Eluzai Frengky Utana

The Power of Wisdom


Pdt. Eluzai Frengky Utana

31-05-15

Ada tiga hikmat; hikmat yang berasal dari Tuhan, dari manusia, dan dari Iblis. Orang yang hidup dari hikmat Tuhan bisa dilihat dari pola pikir, pola rasa, tingkah laku, dan cara komunikasi mereka yang pasti selaras dengan kebenaran Firman Tuhan. Hikmat Tuhan adalah kebenaran Ilahi dari Tuhan yang memampukan kita untuk dapat melakukan kebenaran dengan tepat. Segala hikmat yang kita terima dari Tuhan berasal dari kebenaran Firman, yaitu Firman Tuhan yang jika kita aplikasikan dapat menjadi ‘The Power of Wisdom’. Satu-satunya jalan untuk menerima kuasa hikmat tersebut adalah menghidupi FirmanTuhan dalam kehidupan kita.

Lukas 7:1-10 berkisah tentang seorang perwira dari Kapernaum yang memohon agar Yesus menyembuhkan hambanya dan Yesus pun menyembuhkan hamba dari perwira ini. Subyek dari kisah ini sebenarnya adalah perwira Kapernaum ini. Tuhan bekerja melalui dirinya, sehingga bukan hanya dia yang menerima mujizat, namun dirinya dapat menjadi mujizat bagi orang lain. inilah tujuan Tuhan bagi kita, agar kita tak hanya menerima mujizat, tetapi juga menjadi mujizat bagi bangsa-bangsa. Semakin kita membagi dan melepaskan mujizat bagi orang lain, kita akan makin menerima mujizat-mujizat sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Meskipun saat ini Yesus tidak hadir secara fisik, namun kita tetap dapat menyembahNya melalui Roh dan kebenaran, sebab Dia adalah Roh (Yohanes 4:24). Sekalipun kita tidak dapat melihatNya secara fisik, namun Firman Tuhan berkata bahwa kita juga dapat melakukan perkara-perkara yang lebih besar dari yang Yesus lakukan (Yohanes 14:12). Karena itulah kita perlu memiliki pengertian yang benar tentang roh, jiwa, dan tubuh.

1 Tesalonika 5:23 menuliskan, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”. 2 Korintus 5:17 mengatakan bahwa kita adalah ciptaan baru dan yang lama sudah berlalu. Itu berarti bahwa saat kita mengaku dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, maka ‘roh’ kitalah yang diperbaharui dan disempurnakan, sementara ‘jiwa’ kita sedang mengalami proses (untuk disempurnakan), dan ‘tubuh’ kita akan mengalaminya juga . Jadi semua yang sempurna sudah ada dalam roh kita; termasuk keajaiban, kesehatan yang Tuhan berikan, serta segala mujizat dan hal-hal terbaik lainnya yang sudah Tuhan sediakan.

Namun begitu, tidak semua dari kita dapat menikmati kemenangan yang sudah ada dalam roh tersebut. Itu semua karena jiwa kita sedang berada dalam proses, dan tubuh kita masih belum. Itulah sebabnya Iblis menyerang jiwa (pikiran, perasaan, dan kemauan, serta hati nurani dan respon) kita, sebab jiwa kita adalah gerbong lokomotif yang dapat mempengaruhi tubuh kita. Jadi, jika pikiran (jiwa) kita setuju dengan roh kita yang sempurna itu, maka tubuh kita (daging) akan lebih mudah ditundukkan.

Yang perlu kita lakukan adalah membuka pikiran kita dan menyelaraskannya dengan Firman Tuhan yang merupakan cermin bagi jiwa kita, sehingga roh dan jiwa kita dapat sepakat dan bersatu. Barulah daging kita dapat ditaklukkan dan keajaiban terjadi sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

Roma 8:13 berkata bahwa kita harus hidup oleh roh sehingga kita dapat mematikan perbuatan tubuh kita. Sangat penting untuk membuka ‘keran’ jiwa kita dan menyelaraskan dengan roh, sehingga mujizat itu terjadi. Kolose 2:6 secara implisit menyampaikan bahwa kita harus menyelaraskan pikiran kita dengan Firman, menggunakan panca indera kita dan melihat sesuai dengan pandangan Firman. Ketika jiwa dan roh kita sepakat, maka tubuh kita akan mengikuti.

Jika perwira Kapernaum bisa dipakai Tuhan, maka kita yang sudah lahir baru pun bisa dipakai Tuhan untuk menjadi alat kemuliaanNya. Semuanya telah diberikan kepada kita, baik itu kemenangan, mujizat, dan sebagainya. Yang terpenting bagi kita adalah melepaskan dan mengaplikasikan semuanya itu dalam hidup kita. Untuk itu kita harus berlatih sebagaimana perwira Kapernaum itu lakukan.

  1. Berlatih untuk menghargai hamba/ orang yang lebih rendah daripada kita (Lukas 7: 2,5) dan belajar melepaskan gaya hidup yang penuh dengan kasih agape. Selaraskan indera kita dengan Firman, maka roh yang sempurna itu menguasai jiwa kita, dan daging kita ditaklukkan sehingga kita mampu mengasihi semua orang, termasuk orang yang membenci kita.
  2. Berlatih unutk memiliki gaya hidup saling membutuhkan(Lukas 7:3). Jangan berfokus kepada diri sendiri sebab hal itu tidak akan membukakan tujuan hidup kita yang sebenarnya. Namun, jika kita berfokus kepada orang lain, maka tujuan hidup kita akan tercapai.
  3. Berlatih menghargai dan tunduk kepada otoritas (Lukas 7:8).
  4. Berlatih mempunyai gaya hidup memercayai Tuhan sepenuhnya (Lukas 7:7).

Latihlah diri kita untuk menyelaraskan jiwa dengan roh supaya daging ditaklukkan. Ketika kita sudah melatih setiap indera kita dengan Firman yang adalah roh, maka mujizat akan terjadi dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!