KINGDOM COMMONWEALTH (Persemakmuran Kerajaan) | Pdt. Dr.Timotius Arifin Tedjasukmana

KINGDOM COMMONWEALTH (Persemakmuran Kerajaan) | Pdt. Dr.Timotius Arifin Tedjasukmana

KINGDOM COMMONWEALTH
(Persemakmuran Kerajaan)


Pdt. Timotius Arifin Tedjasukmana

07-06-15

Luk 19:11-27 mengisahkan tentang perumpamaan uang mina yang bernilai kurang lebih sebesar gaji seorang selama tiga bulan. Dikisahkan seorang bangsawan (nobleman, a royal family) yang akan pergi jauh untuk menjadi raja, memberikan kepada hambanya sebesar 10 mina untuk berdagang. Namun, Alkitab mengatakan bahwa orang-orang sebangsanya (his citizen, polites -Greek) mengirimkan utusan dan berkata bahwa mereka tidak mau bangsawan ini menjadi rajanya.

Efesus 2 dimulai dari pernyataan bahwa dahulu kita adalah budak dari Iblis yang mengikuti keinginan dunia ini,namun kita diselamatkan oleh kasih karunia sehingga melalui Kristus kita dapat masuk menjadi warga Negara Kerajaan Allah. Efesus 11:2 mengatakan, “bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel (being aliens from the commonwealth of Israel) dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.”. oleh darah Kristus kita memperoleh hak-hak yang dijanjikan sebagai warga Negara Kerajaan Allah. Sehingga ayat 19 berkata; “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus (members of fellowship of God, fellow citizen) dan anggota-anggota keluarga Allah”

Perumpamaan di atas dikatakan Tuhan Yesus saat bertamu ke rumah Zakheus (Zakhai – Ibrani, artinya ‘murni’). Sesaat sebelumnya Tuhan Yesus juga menyampaikan perumpamaan tentang Mamon yang menjelaskan bahwa seseorang tidak bisa menyembah dua tuan sekaligus, menyembah Allah, sembari menyembah Mamon. Ketika Zakheus bertobat dan berkata bahwa dia akan mengembalikan uang yang diperas sebanyak empat kali lipat, Yesus berkata “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham” (Lukas 19:9). Zakheus yang dulunya memeras bangsanya sendiri, langsung menerima keselamatan dan Yesus berkata bahwa Zhakeus adalah anak Abraham (yang turut masuk menjadi ahli waris Kerajaan Surga). Zakheus yang dahulunya pelit, kikir, dan suka memeras dari bangsanya sendiri, menjadi sadar bahwa salah satu kunci menjadi kaya adalah bermurah hati.

Salah satu ciri dari warga Kerajaan Allah adalah memiliki perilaku seperti rajaNya. Kita tahu bahwa Raja kita adalah Raja yang murah hati dan sudah seharusnya juga kita berlaku murah hati terhadap sesama. Tiga prinsip Kerajaan Allah di bawah ini sudah seharusnya menjadi ciri hidup kita juga.

1. A Kingdom is a Territory-Nations ruled by a Benevolent KING (Sebuah Kerajaan adalah Wilayah dari Sekumpulan Bangsa-Bangsa, yang Dipimpin oleh Seorang Raja yang Murah Hati)
Kita hidup di dalam wilayah Kerajaan Sorga yang diperintah oleh Sang Raja yang murah hati. Jika Raja kita rela memberikan AnakNya yang tunggal untuk mati menebus dosa kita, maka seharusnya kita juga murah hati. Salah satu tanda orang yang telah dipenuhi Roh Kudus adalah murah hati, sebab mereka tahua bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan. Kita telah dibeli dengan lunas oleh darahNya yang mahal. Berhentilah menjadi budak dosa, sebab budak tidak mempunyai kemerdekaan dan hak istimewa kewarganegaraan dalam sebuah kerajaan.

2. The Principle key of Kingdoms is LORDSHIP (Prinsip Kunci dari Suatu Kerajaan adalah Kepemilikan Raja)
Kita ‘dipanggil keluar’ untuk memiliki mental warga Kerajaan Allah, bukan mental budak. Itulah mengapa ada hamba yang berhasil mengembangkan mina milik tuannya, dan ada juga hamba yang gagal mengembangkan mina serta lebih memilih menyimpannya dalam tanah. Ketika hamba yang baik sadar bahwa mina yang diterimanya adalah milik tuannya dan tugasnya hanya sebagai pengelola, maka dia berhasil mengembangkan uangnya berkali lipat.
Kunci dari pelipatgandaan adalah mengetahui bahwa seluruh kekayaan yang kita terima adalah milik Tuhan. Tetapi apabila kita merasa bahwa seluruh kekayaan yang kita punya adalah untuk kita sendiri, maka kita akan selalu merasa egois sehingga selalu merasa miskin dan kekurangan. Ketika kita merasa miskin dan kekurangan, itu berarti kita belum lepas dari mental budak dosa. Milikilah hidup berkemenangan dengan memiliki cara pandang yang benar, bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita hanya dipercaya sebagai pengelola. Jadilah pengelola keuangan yang baik, kembalikan apa yang menjadi miliki Tuhan, dan kelola sisanya dengan baik.
Yesus telah memberikan nyawaNya di kayu salib, menjadikan kita bebas dari dosa dan membuat hidup kita bernilai. Ketika kita tahu bahwa hidup kita bernilai dan berharga di mata Allah, maka kita tidak akan kuatir terhadap apapun juga.

3. The Application of Kingdom Lordship is the Principle of COMMONWEALTH (Penerapan Kepemilikan Raja adalah Prinsip dari Persemakmuran)

Efesus 11:2 mengatakan bahwa melalui Kristus, kita masuk dalam persemakmuran dengan Israel (Commonwealth of Israel). Persemakmuran berarti ‘kekayaan untuk rakyat’. Itu berarti kita telah diberikan segala berkat rohani dari Sorga. Efesus 2:6 berkata bahwa Tuhan memberikan tempat bagi kita di dalam sorga. Oleh RohNya yang kudus, kita tidak lagi diperbudak dan telah menerima kemerdekaan, sehingga kita dapat berkata, “ya Abba, ya Bapa.” Kita adalah putra dan bukan hanya warga Negara dan itu juga berarti bahwa segala kekayaan diberikan kepada kita sebagai ahli waris. Kita akan duduk bersama dengan Yesus, dan apa yang menjadi bagian Yesus juga akan menjadi bagian kita. Haleluya!

Kita perlu menerima RohNya yang kudus supaya kita tidak lagi diperbudak oleh dosa dan menerima kemerdekaan. Kita bukan lagi budak yang kuatir akan segala sesuatu, tetapi sebagai putra dan ahli waris Kerajaan Sorga yang percaya bahwa Sang Raja akan memelihara hidup kita karena kita sangat bernilai bagi Dia. Lepaskan berkat dan jadilah murah hati, karena segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Sang Raja. Percayalah bahwa apa yang menjadi bagian Yesus akan menjadi miliki kita sehingga kita tidak lagi takut kekurangan berkat. Amin!