Sikap Yang Benar | Pdm. Yohanes Hanakata

Sikap Yang Benar | Pdm. Yohanes Hanakata

Sikap Yang Benar

Pdm. Yohanes Hanakata

21-06-15

Begitu banyak kejadian yang aneh terjadi belakangan ini yang, jika kita tidak berhati-hati dan berhikmat, akan membuat kita ketakutan karena terombang-ambing oleh karena pemberitaan menjelang akhir jaman ini. Tuhan berkata bahwa kita tidak dapat mengetahui kedatanganNya yang kedua. Namun, karena kita memiliki Roh Kudus, kita tidak perlu bingung atau takut mendengar tentang berita-berita simpang siur yang beredar. 2 Tesalonika 2:1-2 menulis, “Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.” Yang penting adalah bagaimana kita menyikapi segala sesuatunya, tetap tenang, dan berjaga-jaga. Kita harus memiliki ‘sikap yang benar’ dalam menghadapi kesudahan dunia ini.

1 Petrus 4:7-9 berkata, “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.” Petrus adalah murid yang pernah gagal karena menyangkal Yesus. Namun, saat Roh Kudus turun atasnya, dia berubah dan menjadi berapi-api bagi Tuhan. Lewat suratnya, Petrus hendak mempersiapkan umat Tuhan. Sikap seperti inilah yang harus kita miliki menjelang kedatanganNya, yaitu:

  1. Mempunyai Sikap Hati Yang Benar (Galatia 5:23; Amsal 16:32) Meguasai Diri, Menjadi Tenang, dan Dapat Berdoa. Dalam segala hal, termasuk hal yang kecilpun, kita perlu menguasai diri. Penguasaan diri sangat penting, bahkan buah roh yang terakhir juga adalah penguasaan diri. Ketika kita dapat menguasai diri, maka kita dapat menjadi tenang sehingga dapat berdoa.
  1. Mempunyai Sikap Seorang Putra (Lukas 6:32-35; Ibrani 13:2; Titus 1:8)
    Mengasihi, Memberi tumpangan, Melayani. Untuk bisa melayani, kita perlu kasih karunia dan anugerah dari Allah. Sebagai putera, kita dituntut untuk tidak hanya mengasihi saudara dan sahabat kita, tetapi juga mengasihi musuh dan orang yang membenci kita. Ketika kita melakukan perbuatan baik, lakukanlah tanpa mengharapkan balas,karena Bapa di Surga yang akan membalasnya bagi kita.
  2. Mempunyai Sikap Bicara (Amsal 18:21; Roma 10:8)
    Tidak Bersungut-sungut, Sampaikan Firman Allah. Jangan hanya menunggu kesempatan untuk membagikan Firman hanya pada saat berada di mimbar. Di manapun kita ditempatkan, kita dapat membagikan kebenaran Firman Allah. Jagalah bibir kita jangan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak berkenan kepada Allah. Ketahuilah bahwa hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah.

Saat kita memiliki sikap yang benar, maka kita tidak perlu kuatir tentang apapun juga. Memang segala sesuatu akan digoncangkan sehingga tinggal tetap yang tidak tergoncangkan, karena itu berhati-hatilah dalam sikap dan tindakan kita. Jangan sampai kita tidak memberitakan kabar keselamatan dan justru memperkeruh suasana dengan berita yang simpang siur oleh karena ketidakmengertian kita tentang Firman. Tetap tenang dan miliki sikap yang benar. Ketika kita melakukan semuanya itu, kita akan bercahaya di tengah dunia yang semakin gelap ini, dan lewat hidup kita, nama Tuhan pasti dipermuliakan. Amin!