Kingdom Leadership | Pdm. Lyson Suwongto

Kingdom Leadership


Pdm. Lyson Suwongto

28-06-15

Kepemimpinan (leadership) adalah isu yang muncul di manapun kita berada, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan. Jika kepemimpinan dibangun dengan dasar yang salah, maka akan mengakibatkan kekacauan. Untuk itu kita perlu mengetahui karakter kepemimpinan kita. Kita perlu mengetahui apa yang menjadi dasar dari kepemimpinan kita dan hal-hal apa saja yang menggerakkan hidup kita secara pribadi. Kita semua adalah seorang pemimpin dan jika kita gagal memimpin diri sendiri maka dapat dipastikan kita tidak akan dapat memimpin orang lain. Gaya kepemimpinan seseorang dapat digerakkan oleh nafsu, cinta akan uang, ataupun keserakahan, namun juga ada yang digerakkan oleh cinta kasih.

Kita harus membangun kepemimpinan kita sendiri berdasarkan hati kita. sehingga orang lain dapat melihat dalam kepemimpinan kita ada LIGHT, yaitu: kasih, integritas, kemurah hatian, kerendah hatian, dan kebenaran.

2 Timotius 1:9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.” Sebelum kita lahir pun, Tuhan sudah memiliki panggilan kudus bagi kita berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya atas kita. Karena itu kita harus tahu panggilan kudus Tuhan atas hidup kita melalui poin-poin di bawah ini:

1. Dimulai dengan kata ‘mengapa kita berada di sini’
Pasti ada maksud Tuhan atas kita sehingga ditempatkan dalam situasi yang sekarang ini. Jika kita dapat menemukan jawabannya, maka “Kingdom leadership” dengan prinsip-prinsip kerajaan itu akan muncul sehingga menjadi karakter hidup kita.
Kata ‘mengapa’ mengandung panggilan kudus Tuhan karena di dalamnya terdapat nilai dan proses. Hidup ini tidak hanya sekedar soal ‘apa’ dan ‘bagaimana’, namun juga ‘mengapa’. Akan banyak orang yang akan bertanya ‘mengapa’ di balik semua keputusan yang kita buat. Seperti contoh keputusan yang dibuat oleh CEO muda yang bernama Dan Price yang memotong gajinya sendiri untuk dibagikan kepada staffnya dengan alasan untuk menyejahterakan bawahannya.

2. Waktu dan Kesempatan
Pengkotbah 9:11-12 berkata, “Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu (time) dan nasib (chance) dialami mereka semua. Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.”

Seorang pemimpin dengan pola pikir Kerajaan, selain harus mengetahui alasan (why, what, how) dia menjadi seorang pemimpin, juga harus menghidupi semua yang dipercayakan padanya sehingga hasil dari kepemimpinannya akan berbeda. Kepemimpinan yang dihasilkan akan berhubungan dengan ‘waktu’ dan ’kesempatan’. Ketika kita berada dalam kepemimpinan Kerajaan Allah, maka aturan dunia tidak berlaku dalam hidup kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa kekayaan bukan saja untuk yang cerdas dan karunia bukan saja untuk yang pintar. Yang terpenting adalah hikmat Allah dalam hidup kita. Ketika kita memiliki hikmat Alalh dalam hidup kita, maka ada hal yang luar biasa terjadi dalam hidup kita.
Pengkotbah 3:1 mengatakan bahwa untuk segala sesuatu ada masanya. Karena itu, ketika kita dipercayakan sesuatu, maka kita tidak boleh bermain-main dan harus melakukan perbuatan yang besar.
Waktu adalah ‘chronos’ dan ‘kairos’. ‘Chronos’ adalah rentang waktu yang kita jalani sekarang ini yang seringkali berhubungan dengan ‘proses’, dan ‘kairos’ yang adalah ‘momentum/waktunya Tuhan’. Selama kita hidup apabila kita dipercayakan sesuatu, jangan mengambil cara-cara curang ataupun jalan pintas, karena semuanya berhubungan dengan ‘proses’. Jika kita setia terhadap ‘proses’ maka kita akan berjalan, dari ‘chronos’ menuju ‘kairos’. Pada waktunya kita akan terheran-heran saat kita dibawa Tuhan menuju ‘kairos’ yang berawal dari kesetiaan terhadap ‘chronos’. Nikmati dan hidupi setiap proses yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita, sampai akhirnya Tuhan membawa kita kepada momentum kemuliaanNya.
Dalam Wahyu 3:7-8 Tuhan berbicara kepada jemaat Filadelfia bahwa Tuhan memberikan kunci Daud yang dapat membuka segala pintu bagi kita anak-anakNya yang setia. Pintu berbicara mengenai ‘kesempatan’ yang akan terbuka bagi kita. Kita harus jeli agar bisa menangkap kesempatan, karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Itu berarti kita harus mempersiapkan diri dengan benar agar ketika kesempatan itu dating, kita dapat menangkapnya.

3. Prinsip 3E dalam Kepemimpinan
Dalam hidup ini kita perlu mengerti prinsip 3E dalam kepemimpinan. Ada tiga karakter dalam kepemimpinan, antara lain: Envisioner (Pemimpi/Punya Visi), Enabler (Pengelola/Strategis), Enactor (Pelaksana/Eksekutor). Jika kita memiliki semua karakter tersebut, kita harus bersyukur. Namun, jika kita hanya memiliki salah satu dari karakter tersebut, kita harus mencari orang yang memiliki karakter yang lain sehingga mimpi kita/ visi kita dapat tercapai. Kenalilah karakter kepemimpinan dalam diri kita dan juga dalam diri orang lain, supaya kita semua dapat berkerja sama dengan baik dan dapat mewujudkan visi yang Tuhan siapkan untuk kita.

Hiduplah dengan benar dan tidak hanya bermain-main, karena kita hidup dalam ‘chronos’ menuju ‘kairos’nya Tuhan. Kita perlu mencari maksud dari panggilan kudus Tuhan dan menghidupinya. Kita perlu mengenali prinsip kepemimpinan orang-orang di sekeliling kita, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan visi yang berasal dari Tuhan dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!