Tetap Tegar di Masa Sukar | Pdm. Erhan Ernanta

Tetap Tegar di Masa Sukar


Pdm. Erhan Ernanta

26-07-15

Saat ini seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang bergejolak. Banyak orang menjadi takut dan frustasi serta tidak mampu melihat adanya harapan. Namun bagi kita orang percaya, hal itu bukanlah akhir dari segala sesuatu. Saat ini merupakan kesempatan untuk memulai segala sesuatu yang baru. Kehidupan kita adalah seperti kapal, yang tidak dirancang hanya untuk bersandar di dermaga yang tenang. Kehidupan kita juga dirancang untuk berada di lautan lepas untuk menghadapi badai dan gelombang hidup.

Kehidupan kekristenan yang sejati bukanlah kehidupan yang tenang, selalu penuh berkat, dan tidak ada badai atau tantangan apapun. Kehidupan kekristenan yang sejati adalah ketika kita tetap tenang, tidak takut, dan tetap tegar menghadapi badai, petir,serta gelombang badai hidup karena bersama Tuhan. Tuhan telah berjanji dalam Yesaya 49:15, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.” Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Sebesar apapun permasalahan yang kita hadapi, jangan takut! Sebab Dia adalah Tuhan yang sama, Nahkoda kita yang hebat.

Jangan menyerah, tapi serahkan hidup kita dalam tuntunan tangan kasihNya. Seringkali Iblis menyerang kita dengan banyak alasan ketakutan sehingga kita menyerah tanpa daya. Firman berkata bahwa kita diberi kuasa untuk melawan Iblis dengan cara tunduk kepada Tuhan. Yakobus 4:7 menuliskan, “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita harus tetap kuat dan tegar dalam menghadapi saat-saat yang sulit agar kita tidak ikut tergoncang. Lekatkan diri pada Allah yang tidak tergoncangkan.Jangan biarkan badai hidup menjatuhkan iman kita. Mintalah iman yang kuat untuk menghadapi segala sesuatu bersama Yesus. Tuhan berjanji dalam Mazmur 50:15, “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”

Selama kita hidup, maka kita harus memberikan pengaruh yang positif kepada dunia. Matius 5:13 menulis, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.” Kita harus tetap menjadi berkat bagi dunia ini dan memberikan pengaruh sehingga nama Tuhan dipermuliakan dalam hidup ini. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian bagi orang yang belum mendengar tentang Yesus.

Ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam masa sulit ini, antara lain:

  1. Kita harus tetap berdoa (1Tesalonika 5:17)
    Kita harus tetap berdoa sampai Tuhan sendiri yang menjawab doa kita. Jangan pernah lelah berdoa, bahkan di saat kita tidak ingin berdoa, karena di saat itulah Tuhan hendak menjawab doa-doa kita. Lebih tekun berdoa dan mencari wajahNya. Ketika kita terus berdoa dan tetap berdoa, maka segala tantangan dan kesulitan bukan lagi rintangan untuk maju tetapi menjadi pijakan untuk naik dan terus maju, dari kemuliaan menuju kemuliaan. Tanpa Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Yohanes 15:5 berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Kita harus terus mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita. Saat Tuhan berkuasa atas hidup kita, Dia sanggup melakukan hal yang mustahil menjadi mungkin. Jadikan doa sebagai gaya hidup kita.
  2. Jangan sekali-kali memakai rancangan kita sendiri (Yeremia 29:11)
    Rancangan yang ditetapkan Tuhan untuk kita adalah rancangan yang terbaik, dan rancangan yang indah inilah yang Iblis berusaha untuk menggagalkannya. Kita harus menggenapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Jangan biarkan diri kita sendiri menjadi penghalang rencana Tuhan tergenapi dalam hidup kita. Iblis tidak akan bisa menghancurkan rancangan dan rencana Tuhan jika kita sendiri berjuang dan berusaha untuk menggenapi rencanaNya dalam hidup kita.

Tinggal tenang di dalam Tuhan, sekalipun saat ini semuanya digoncangkan. Jika kita diam di dalam Dia yang tidak tergoncangkan, maka kita akan dimampukan melewati badai kehidupan ini. Tetaplah berdoa dan genapi rencana Tuhan dalam hidup kita. Amin!