DIVINE REVELATION | Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

DIVINE REVELATION
Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

DIVINE REVELATION
Pdt. Christy Indra Tjiptamulya

16-08-15

Sangatlah penting untuk tetap tinggal dalam Tuhan dan menikmati hubungan yang intim denganNya serta meminta pewahyuan ilahi yang baru yang berasal dari Tuhan untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam pekerjaan, rumah tangga, pelayanan, di kantor, dan lain sebagainya.

Galatia 3:23-29 menjelaskan bahwa sangatlah penting untuk belajar Firman, karena di dalamnya terkandung seluruh janji Allah yang  kepada kita. Melalui Firman, kita dibenarkan oleh iman dalam Kristus Yesus. Melalui Yesus Kristus pulalah kita berhak menerima janji Allah. Kejadian 12:1-3 mengatakan tentang janji Allah, “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;  Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Kita semua telah keluar dari dosa karena dipanggil menuju terangNya yang ajaib. Tuhan juga berjanji bahwa kita akan menjadi berkat bagi sekeliling kita, sangatlah penting untuk tetap melekat kepada Tuhan dan menerima segala pewahyuan dari Allah sehingga kita menjadi berkat bagi sesama.

Kejadian 17:5,16 Tuhan memberi identitas baru kepada Abram. Ia mengubah nama Abram menjadi Abraham yang berarti menjadi bapa segala bangsa. Ketika kita dipanggil keluar dari dosa, kita tidak lagi menjadi hamba dosa dan diberikan identitas baru oleh Tuhan. Selain memperoleh identitas baru, Abraham dan Sara juga memperoleh janji keturunan oleh Tuhan meskipun telah memasuki usia senja.

Sayangnya Abraham dan Sara mencoba menangkap janji Tuhan tersebut dengan pikiran mereka sebagai manusia. Ketika mereka melihat ‘ketidakmungkinan’ yang terjadi, mereka berusaha dengan cara mereka sendiri untuk mendapatkan keturunan ilahi. Oleh karena ketidaktaatan Abraham, maka Ismael lahir. Dalam Kejadian 1:18; 17:18 Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”. Sayangnya Allah menjawab tidak, karena hanyalah keturunan dari Sara yang akan diberkati dan Tuhan juga berkata: “dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.”. Tuhan akan tetap memegang perjanjianNya terhadap kita umat yang percaya sebagai keturunan Abraham kekal selama-lamanya.

Tiada yang mustahil bagi Tuhan, dalam Kejadian 21 Ishak lahir bagi Abraham dan Sara. Namun setelah menerima janji Allah tersebut, Tuhan pasti mengadakan ‘ujian’ bagi setiap umatNya dengan tujuan agar kita tetap berpengharapan dan melekat kepadaNya serta tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Abraham diuji untuk menyerahkan Ishak, anaknya yang tunggal. Abraham belajar dari kesalahannya yang semula saat tidak mempercayai janji Tuhan dan menggunakan akalnya sendiri  untuk berusaha menggenapi janji Tuhan. Abraham belajar bahwa percaya terhadap janji Tuhan juga termasuk taat akan segala perintahNya.  Oleh ketaatannya, Abraham lulus ujian dan disebut sebagai bapa orang beriman. Kita harus percaya dan taat. Jangan sampai oleh karena ketidaktaatan kita maka akan membuat kesusahan bagi diri kita sendiri.

Kita tahu bahwa saat ini waktu telah memasuki akhir dari akhir jaman. Jangan sampai ketidaktaatan kita menambah persoalan dalam ujian hidup kita. Belajar taat dan percaya  pada setiap janji Tuhan. Kita harus tetap berhati-hati dan berjaga-jaga agar kita tidak tertinggal saat Tuhan datang menjemput kita. Bukanlah orang yang berseru ‘Tuhan.. Tuhan’ yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa di sorga. Di akhir jaman ini juga akan terjadi banyak sekali penyesatan. Untuk itulah kita perlu ‘divine relevation’ yang hanya akan kita dapatkan apabila kita ‘double rest’ (tinggal dalam FirmanNya) dan mendapatkan ‘double grace’.

Satu contoh penggenapan yang terjadi menjelang akhir jaman ini terdapat dalam Amos 9:14-15, dan Yeremia 23:7-8. Bangsa Israel beserta keturunannya, yang diserakkan di seluruh dunia, kembali dan tinggal di tanah mereka. “Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.”

Apabila kita sudah mengetahui kebenaran ini, baiklah kita berjaga-jaga dan tetap mengerjakan keselamatan kita. Memegang dan percaya janji Tuhan dan mengerjakannya sehingga kita tetap menjadi berkat di manapun kita ditempatkan. Amin.