Transformed By Revelation | Pdt.Eluzai Frengky Utana

Transformed By Revelation | Pdt.Eluzai Frengky Utana

Transformed by Revelation

Pdt. Eluzai Frengky Utana

20-09-15

Pewahyuan (revelation) adalah petunjuk Ilahi dari Tuhan melalui Firman, orang lain, alam, atau ciptaan Tuhan, yang menjadi rhema dan dilakukan sehingga menjadi kenyataan. Namun, jika pewahyuan tidak kita lakukan dan tidak kita hidupi, maka itu hanya sekedar menjadi ‘pengetahuan’ saja. Kita perlu berubah oleh pewahyuan yang kita realisasikan, lakukan dan hidupi untuk semakin mengenal Dia dalam hidup kita hari demi hari.

Matius 14:22-33 mengisahkan tentang para murid yang ketakutan oleh karena perahu terombang ambing oleh angin sakal dan mengira Yesus adalah hantu. Angin sakal berbicara tentang problem kehidupan kita yang dapat berupa apa saja. Jangan sampai kita tenggelam dalam kekuatiran tersebut. Saat kita menghidupi pewahyuan yang kita terima dari Tuhan dan lewat pewahyuan Tuhan, kita mengalami transformasi. Beberapa kebenaran yang dapat kita pelajari dari Matius 14:22-33 ini, antara lain:

  1. Jangan melihat masalah kita lebih besar dari Tuhan.Saat kita melihat masalah kita lebih besar daripada Tuhan, pasti yang terdengar dan terlihat adalah hantu, bukan Tuhan. Seperti Petrus pada saat mengalami angin sakal, dalam ketakutannya dia tidak dapat melihat Tuhan, bahkan justru dia mengira sedang melihat hantu. Yakinlah bahwa Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita sehingga kita fokus kepada kebesaran Tuhan dan terjadi mujizat dalam hidup kita.
  2. Keluar dari perahu untuk menerima mujizat.
    Petrus harus keluar dari perahu agar dapat menerima mujizat di tengah-tengah angin sakal. Perahu menggambarkan kemauan kita secara manusia, kekuatan kita sendiri, cara diri sendiri, atau kemuliaan diri sendiri. Jika kita tidak keluar dari ‘perahu’ kita sendiri, maka kita akan terus tinggal dalam keraguan dan tidak akan mengalami mujizat. Kita perlu keluar dari cara kita berjalan dengan kemampuan diri kita sendiri, dan mengandalkan Tuhan serta percaya kepada caraNya, maka kita akan menerima mujizat.
  3. Hanya dengan memandang dan fokus kepada Yesus, kita dapat mengatasi badai dan angin sakal apapun.
    Amsal 4:20-22 mengajar kita untuk fokus kepada Tuhan. Ketika kita mendengar Firman Tuhan dan menyimpan dalam lubuk hati, transferkan ke dalam pikiran kita agar pikiran kita ditaklukkan kepada Firman, dan merenungkannya siang dan malam. Sebagai hasilnya, kita mendapatkan kesembuhan (mujizat) dalam hidup kita.
    Latih tubuh kita untuk selalu memandang kepada Yesus. Saat Yesus mati di kayu salib, segala kekecewaan, masalah kita ditanggungNya supaya yang kita dapatkan bukan kutuk melainkan berkat dan semua jawaban atas permasalahan dapat kita peroleh dalam Yesus.
    Bilangan 21:9 dan Yohanes 3:14 berbicara tentang ular tembaga yang dibuat musa. Tembaga berbicara mengenai penghakiman dan ular berbicara mengenai kelemahan kita. Yesus sudah menanggung dosa dan segala penyakit kita di atas kayu salib (Yesaya 53:4). Yesus mau kita hidup sehat dan hidup di bawah berkat, bukan kutuk. Pandang hanya pada Yesus dan percaya Dia, maka kita akan hidup berkemenangan atas segala permasalahan kita dan nama Tuhan dipermuliakan.

4. Milikilah kepercayaan yang benar supaya kita dapat hidup benar.
Kita sebagai manusia tidak akan mampu untuk berusaha hidup benar dengan kekuatan sendiri. Kita perlu kepercayaan yang benar supaya hidup kita menjadi benar. Kalau kita hidup dalam keraguan dan kepercayaan yang salah, maka kita hidup kita juga akan menjadi salah. Ketika Petrus mulai berjalan di atas air, hatinya mulai bimbang dan iapun tenggelam. Namun Yesus mengulurkan tangannya tanpa sekalipun menghakimi Petrus. Hal ini juga berlaku kepada kita, Tuhan hanya mau kita sembuh dan sempurna tidak ada penghakiman sekalipun kita mengalami kegagalan saat berjalan dalam janji Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah tetap melatih iman kita dan memiliki kepercayaan yang benar, maka otomatis kita akan memiliki hidup yang benar. Tuhan mau hidup kita utuh sepenuhnya, hidup bukan di bawah kutuk namun di bawah berkat. Ia mau hidup kita sembuh, karena semuanya telah diselesaikan diatas kayu salib.

5. Masalah diijinkan datang agar kita dapat melatih memperbesar otot iman kita.
Roma 12:3, “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” Saat kita percaya kepada Yesus, kita memiliki ukuran iman yang sama. Efesus 2:8-9 berkata,  “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Karena kita memiliki ukuran iman yang sama, yang semuanya itu adalah pemberian Allah, maka kita harus melatih otot-otot iman kita. Semua masalah yang diijinkan Tuhan dalam hidup kita adalah salah satu bentuk pelatihan iman kita. Pandanglah setiap masalah sebagai latihan bagi iman kita. Jika kita melatih otot iman kita dan sanggup memandang bahwa Tuhan selalu menyertai kita melewati badai masalah apapun, maka kemenangan akan ada di pihak kita.
Ibrani 11:1, “(Now – sekarang) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Segala sesuatu yang kita harapkan, harus ada dasar. Sebab apabila tidak ada dasar, maka itu adalah tindakan nekat atau konyol. Segala sesuatu yang tidak kelihatan harus ada bukti. Semua itu adalah iman yang harus dipraktekkan dan waktunya adalah sekarang.  Kita memiliki Bapa yang baik dan tidak mungkin berbohong, meskipun kita tidak memiliki bukti tapi kita mengetahui bahwa Allah kita tidak pernah berbohong. Marilah kita latih iman kita dengan terus mengandalkan Tuhan.

Percaya bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita, keluarlah dari cara kita mengandalkan kekuatan kita sebagai manusia, dan berfokus pada Tuhan. Tuhan mau memberkati kita karena semua sudah digantung di atas kayu salib, sampai kita memiliki hidup yang berkemenangan dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!