Legacy From Eden | Pdt. Wahyu Setyo Wibowo

Legacy From Eden | Pdt. Wahyu Setyo Wibowo

Legacy From Eden


Pdt. Wahyu Setyo Wibowo

27-09-15

Kita harus datang ke hadirat Tuhan dengan penuh rasa haus dan lapar, sebab itulah yang menentukan mujizat. Saat kita datang dengan rasa haus, Tuhan sendiri yang akan memenuhi hasrat kita dan kita akan mengalami Tuhan! Kaffah memiliki arti ‘menanti-nantikan Tuhan’. Ketika kita mendekatkan diri (kaffah) kepada Tuhan, maka kita akan mengalami apa yang Yohanes 15:7 katakan, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.”

Yesaya 51:3 mengatakan, “Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.” Tuhan mengajak kita kembali ke Eden, sebab di sanalah Tuhan menghibur Sion, yaitu kita, gerejaNya, dan akan ada kegirangan dan sukacita yang besar.

Dalam hidup ini, sangat mungkin kita mengalami persoalan yang besar. Namun jangan kuatir sebab Tuhan telah menyelesaikan semuanya di atas kayu salib sehingga kita dapat bersuka cita dalam Tuhan apapun yang terjadi. Bagian yang perlu kita lakukan adalah percaya dan bersukacita, dan Tuhan mengerjakan mujizatNya.

Eden berbicara tentang berkat secara menyeluruh (holistik). Baik tubuh, jiwa, dan roh kita diberkati Tuhan semuanya. Haleluya! Berkat-berkat inilah yang kita dapatkan di Eden:

  1. Berkat Rohani (Spiritual Blessing)
    Berkat rohani tidak hanya berbicara tentang keselamatan kekal, namun juga berbicara tentang dipulihkannya keintiman kita dengan Tuhan. Dalam surga ada tiga posisi tertinggi, posisi ‘warior’ yang ditempati oleh malaikat Mikael, posisi ‘pelayan’ yang di tempati oleh malaikat Gabriel, dan posisi tertinggi yaitu ‘penyembah’ yang ditempati oleh Lucifer.
    Namun, Lucifer ‘jatuh’ karena gagal menempati panggilan tertinggi yang Tuhan ciptakan. Kita diciptakan untuk menempati posisi ini. Kita dipanggil untuk menjadi penyembah-penyembah yang benar.
    Saat kita menyenangkan hati Raja, dan menyembahnya, berkat secara otomatis akan mengalir ke dalam kehidupan kita. Di lain sisi, hal ini juga yang dibenci oleh Iblis. Iblis berusaha sekuat tenaga agar manusia tidak dapat masuk kehadiratNya untuk memuji dan menyembah Dia. Iblis tahu, apabila kita menyembah dan menyenangkan hati Raja, maka pintu-pintu surga, yaitu kemurahan Tuhan, terbuka sehingga mujizat terjadi.
    Pujian dan penyembahan itu penting karena di saat kita menyembah dan memuji Tuhan, maka kemurahan Tuhan turun. Hadirat Tuhan turun sehingga ada mujizat dalam kehidupan kita. Selain itu, Alkitab berkata bahwa Allah bertahta dalam pujian umatNya. Di saat kita menyembah, ada kehadiran Tuhan secara pribadi. Saat Tuhan hadir, Dia akan memulihkan, menyembuhkan, dan menguatkan kita. Selain itu, ada kuasa dalam pujian penyembahan. Pujian penyembahan juga dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Seperti ketika Paulus dan Silas di penjara, melalui pujian dan penyembahan, rantai-rantai yang mengikat mereka terputus. Puji dan sembah Tuhan dalam keadaan apapun, karena adat kuasa yang besar ketika kita memuji dan menyembah Tuhan. Haleluya!

2. Berkat Jiwani (Soul Blessing)
Berkat damai sejahtera dan sukacita akan terjadi bagi kita, orang percaya. Karena itu, jangan biarkan kepahitan ada dalam hati kita. Tuhan mau memberkati jiwa kita sepanjang kita memiliki hati yang bersih dan tulus, yaitu keterbukaan dan transparansi hidup.

3.  Berkat Jasmani (Physical Blessing)

Berkat materi, kesehatan, dan keamanan. Tragedi di taman eden membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah. Karena mereka berdosa, manusia meleset dari rancangan Allah yang semula. Meleset dalam arti ‘Yun hamartia’ (missing the target – meleset dari sasaran). Akibatnya, berkat meninggalkan manusia, dan kutuk menyerang dalam area hidup manusia.

Kutuk sakit penyakit yang menyerang jasmani, jiwani dan rohani; Kutuk kemiskinan, yaitu miskin jasmani (materi), jiwani (stress/gila), rohani (maut); serta kutuk perhambaan, baik secara jasmani (dosa), jiwani (tidak beriman), rohani (kuasa gelap).

Kita memasuki tahun baru, dan Tuhan berjanji akan menyertai kita sepanjang tahun dan menyinari kita dengan berkat-berkat yang melimpah bagi kita orang yang percaya. Ada sesuatu yang ‘manis’ yang Tuhan persiapkan bagi kita. itulah mengapa sebabnya orang Israel memakan apel diolesi madu sebagai lambang sesuatu yang manis. Mereka memakan roti  challah yang melambangkan kelimpahan berkat dan kelimpahan iman yang mampu memindahkan gunung. Jangan kuatir untuk memasuki tahun yang baru ini. Jangan peduli kata orang tentang keadaan sekarang ini. Percaya bahwa Tuhan akan memberkati kita, apapun kondisi dunia sekarang ini. Berkat dari Eden disediakan bagi kita orang yang percaya kepadaNya. Amin!