Divine Power | Pdt. Daniel Pingardi

Divine Power


Pdt. Daniel Pingardi

11-10-15

Kita sangat membutuhkan kuasa Ilahi (divine power) untuk masuk dalam tujuan Ilahi karena kita tidak dapat berjalan dengan kekuatan kita sendiri. Kaleb menyatakan dalam Yosua 14:10-12, “Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Jika kita melihat Yosua, maka kita akan melihat seorang hamba dari Musa yang tangguh dan keluar menjadi seorang pemimpin. Namun, kali ini kita tidak akan membahas Yosua, melainkan Kaleb. Seseorang yang berada di balik layar yang mendukung Yosua menjadi hingga pemimpin yang berhasil atas bangsa Israel. Banyak orang mau terkenal, mau tampil di depan dan dilihat orang, namun hanya sedikit orang yang mau menjadi seperti Kaleb. Nama Kaleb hampir tidak pernah didengar atau disebut, namun kesetiaan dan ketaatannya mampu mendukung Yosua menjadi seorang pemimpin yang berhasil.

Kaleb menerima janji Allah saat usianya empat puluh tahun, namun ia menerima penggenapan janji Allah disaat ia berumur delapan puluh lima tahun (Yos 14:10). Keteguhan iman seseorang bukan datang secara tiba-tiba, untuk itulah kita perlu ibadah dan perlu mengenal Allah kita. Ketika kita fokus dalam beribadah, iman kita diperkuat oleh Tuhan. Allah kita adalah Allah yang selalu menepati janjiNya. Pegang janji Allah, seperti Kaleb memegang janjiNya. Kita juga memerlukan divine power agar kita dapat menggenapi rencana Allah dalam hidup kita.

Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Kaleb, antara lain:

  1. Kaleb Memiliki Keteguhan Iman
    Yosua 14: 12, “Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.” Kita tidak hidup hanya untuk menunggu detik-detik kematian, karena itu pergunakanlah kehidupan kita untuk mengubahkan hidup orang lain. Hulda Croocks berusia 91 tahun namun masih dapat menginspirasi orang lain dengan memanjat gunung hingga selesai. Dia mendorong orang lain agar menghasilakn prestasi dalam hidup tanpa peduli berapapun usia mereka. Belajarlah memiliki keteguhan iman dalam hidup ini.
  1. Kaleb Memiliki Potensi Yang Dikobarkan (Yosua 10:10-11)
    Ketika kita memiliki potensi yang dikobarkan, pasti ada semangat. Sebaliknya, jika potensi itu dikuburkan, maka kita tidak akan menghasilkan apa-apa. Jangan padamkan potensi kita, apalagi menguburnya. Gali dan temukan potensi kita, dan kobarkan potensi kita agar dapat mengerjakan apa yang Tuhan mau dalam hidup kita sampai rencana Allah dalam hidup kita digenapi.
    Wilma Rudolph adalah seorang wanita yang terlahir cacat dan berasal dari keluarga yang miskin. Namun dia tidak membatasi dirinya dan berusaha menggali potensinya untuk menjadi pelari profesional. Wilma Rudolph akhirnya menjadi pelari pemecah rekor olimpiade 1960 dengan tiga medali emas sekaligus pada jarak 100, 200, dan 400 meter.
    Kuasa Ilahi ada pada kita semua. Sepanjang kita mau dan bersemangat menjalani hidup ini, maka mujizat akan terjadi dalam hidup kita dan nama Tuhan dipermuliakan.
  2. Kaleb Memiliki Penundukan Diri
    Musa lebih banyak berinteraksi dengan Yosua. Namun Kaleb tidak pernah iri dan tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Dia membiarkan Yosua maju dan tetap berada di bawah penundukan diri terhadap pemimpin. Kekuatan Ilahi datangnya dari atas atau dari pemimpin kita. Apabila kita sanggup menundukan diri, maka divine power tersebut akan turun dalam hidup kita sehingga kita mampu menggenapi rencana Allah dalam hidup kita.
  3. Kaleb Memiliki Kesetiaan Sepenuh Hati (Yosua 14:14)
    Yosua14:14, “… karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.” Kaleb memiliki arti ‘anjing’, dan salah satu sifat anjing adalah setia. Setia adalah sebuah ukuran yang diukur sampai mati (Wahyu 2:10). Belajarlah setia pada perkara kecil, kita pasti akan dipercayakan hal-hal yang besar di kemudian hari. Belajarlah setia dengan sepenuh hati dan setialah sampai mati.