TRANSFORMATION POWER | Pdt. Dr. Timotius Tedjasukmana

TRANSFORMATION POWER | Pdt. Dr. Timotius Tedjasukmana

TRANSFORMATION POWER


Pdt. Dr. Timotius Tedjasukmana

08-11-15

Sebagai warga Kerajaan Allah, kita harus menjadi garam dunia dan terang dunia, seperti kota yang terletak di atas gunung (Matius 5:13-16). Tujuan hidup kita adalah menjadi sempurna (teleio, dewasa penuh) sama seperti Bapa kita adalah sempurna (Matius 5:48) dan Tuhan memberikan kepada kita kuasa transformasi (transformation power) untuk mengubah/ memberi dampak bagi dunia.

SALT berbicara tentang Spiritual, Authority, Leadership, Transformer yaitu nilai rohani, memiliki otoritas ilahi, dan nilai nilai kepemimpinan serta menjadi transformer/ agen perubahan yang memberi dampak bagi sekeliling kita. LIGHT berbicara tentang Love, Integrity, Generosity, Humility, dan Truth. Salah satu kualitas garam adalah menghentikan kebusukan. Sebagai garam, kita harus membawa kebenaran untuk memberi dampak terhadap dunia yang rusak ini. Salah satu contoh orang yang hidupnya memberi dampak adalah Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Dengan nilai-nilai kebenaran, dia berusaha menghentikan kebusukan yang terjadi dalam kepemimpinannya. Sebagai anak Tuhan, kita harus memiliki nilai perubahan/ nilai transformasi untuk mengubah dunia ini. Haleluya!

Kota di atas bukit berbicara tentang kota perlindungan dalam Yosua 20. Ada enam kota sebagai tempat perlindungan dari penuntut balas bagi seseorang yang tidak sengaja membunuh. Dari enam kota perlindungan ini, kita dapat melihat karakteristik orang  percaya:

  1. Kedesh
    Kedesh berarti tempat kudus (holy place). Kita adalah bait Allah yang kudus, rumah doa, bukannya sarang penyamun. Mari jadikan hidup kita rumah doa, tempat Allah bertahta dan berdiam.
  2. Shechem
    Shechem memilik arti punggung, pundak. Itu berarti tanggung jawab. Kita harus berani menanggung konsekuensi atas segala perbuatan kita.
  3. Hebron
    Hebron berarti asosiasi hubungan. Pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan yang baik, namun pergaulan yang benar akan membangkitkan orang lain. Seorang sahabat dilahirkan untuk menjadi saudara dalam masa kesukaran.
  4. Bezer
    Bezer berarti benteng yang tidak bisa di tembus, dan juga berarti  emas. Hikmat dari Tuhan lebih berharga dari emas dan perak. Tuhan itu juga Benteng Perlindungan ke mana orang benar berlari dan menjadi selamat.
  5. Ramoth               
    Ramoth berarti dataran tinggi. Itu berarti kita harus naik lebih tinggi secara rohani, agar kita dapat menarik orang-orang yang berada di bawah kita.
  6. Golan
    Golan berarti sukacita. Kita harus tetap dapat memuji Tuhan dan bersukacita dalam segala keadaan, walaupun dalam masa kesesakan.

Sebagai garam dan terang dunia, serta kota yang terletak di atas bukit, kita harus menjadi dampak bagi lingkungan di sekitar kita. Oleh sebab itu kita harus memiliki pola pikir yang benar, yaitu:

  1. Pola pikir Kerajaan (Kingdom Mindset): kita harus memiliki pola pikir yang berbeda dengan nilai-nilai yang ditanamkan dunia ini. Beberapa poin di bawah ini:
  • Kita hidup dengan mati bagi diri kita sendiri (We live by dying)
  • Kita hidup dengan melayani orang lain (We lead by serving)
  • Kita diberkati lewat memberi (We gain by giving)
  • Keteraturan muncul dari perubahan (Order comes from change)
  • Kebijaksanaan muncul dari kesederhanaan (Wisdom comes from simplicity)
  1. Entrepreneurial – Increase
    Di setiap krisis, akan muncul kreatifitas. Jangan takut akan persoalan hidup atau krisis, sebab bersama Tuhan akan muncul kreatifitas-kreatifitas baru.
  2. Community – Tz’dakah
    Kita harus berpikir secara komunitas. Bergabunglah dalam komunitas sel agar kita kuat dan tidak terbang sendiri ketika badai datang menghempas kehidupan kita.
  1. Pola piker dari Yesaya 58 dan Ulangan 15:7-11
    Puasa yang dikehendaki Tuhan adalah supaya kita membuka belenggu kelaliman dan memperhatikan orang lain yang mengalami kesusahan. Saat kita memperhatikan orang lain yang kesulitan, maka Tuhan yang akan turun tangan atas hidup kita. Jangan menjadi orang yang menahan berkat atas orang lain, tetapi jadilah orang yang suka memberi.

Jadilah garam dan terang dunia, serta kota di atas gunung. Milikilah pola pikir Kerajaan Allah, yang berbeda dengan dunia ini. Jangan takut terhadap segala krisis, sebab dalam krisis pasti ada Tuhan. Bersama Tuhan kita pasti dapat menaklukan krisis sebab kita lebih dari pemenang. Bersama Tuhan akan ada ide-ide serta kreatifitas yang memampukan kita untuk keluar dari krisis dan menjadi berkat bagi orang lain. Janganlah menahan diri dari memberi, sebab terlebih diberkati memberi daripada menerima. Tuhan Yesus memberkati.