2016: Tahun Pemulihan Seutuhnya | Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo

2016: Tahun Pemulihan Seutuhnya | Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo

2016: Tahun Pemulihan Seutuhnya


Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo

03-01-16

Natal berbicara tentang kelahiran Yesus dalam dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman kekal dan memberikan damai sejahtera kepada kita. Yesaya 48:18-19 mengatakan; “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.” Ketika memasuki tahun yang baru, kiranya damai sejahtera Allah memenuhi kehidupan kita dengan cara memperhatikan perintah-perintahNya. Bukti kasih kita kepada Allah adalah dengan mencintai perintah-perintahNya.

Waktu kedatanganNya sudah semakin dekat, oleh sebab itu jangan main-main dengan kehidupan kita, marilah fokus dengan kehidupan kekal bersama-sama dengan Yesus. Sebab kita tahu, bahwa Yesus akan datang kembali untuk menjemput umat-Nya. Karena dunia akan berakhir, tetapi surga bersifat kekal.

Dalam Kisah Para Rasul dikatakan bahwa saat Yesus naik ke sorga dilihat oleh tatapan mata murid-muridNya, demikian juga saat kedatanganNya kedua kali akan dilihat terlebih dahulu oleh para murid-murid yang percaya kepadaNya. Sebagai murid kita akan terus diproses untuk hidup sebagaimana teladan Yesus, menjaga kekudusan hidup dan tidak bercacat cela seumur hidup kita hingga kedatanganNya. Haleluya!

Yesaya 60:1-2; “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Kita harus bangkit menjadi terang sebab kemuliaan Tuhan telah muncul atas kita sehingga akan ada penuaian jiwa-jiwa besar-besaran yang terakhir sebelum kedatanganNya yang kedua kali.

Penuaian jiwa-jiwa besar-besaran akan terjadi di depan mata, oleh sebab itu kita harus siap sedia. Penuaian jiwa-jiwa dapat melalui dua cara, yaitu melalui mujizat Tuhan yang luar biasa, dan melalui kegoncangan yang terjadi dalam hidup. Terkadang Tuhan mempunyai maksud dan tujuan lain ketika hidup kita masuk ke tengah-tengah goncangan dan penganiayaan. Sebab justru melalui goncangan dan penganiyayaan, Firman Tuhan akan semakin tersebar. Firman Tuhan berkata bahwa kita akan menjadi saksiNya dari Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Apabila kita mengalami saat-saat yang sulit dalam hidup, pandanglah maksud Tuhan dalam setiap permasalahan. Ia mau agar kita tetap berdiri teguh di tengah-tengah goncangan, semakin melekat kepada FirmanNya dan tetap menjadi saksiNya apapun yang terjadi. Sebab walau memasuki goncangan, Tuhan akan tetap mencurahkan mujizatNya dalam hidup kita.

Ada perkara-perkara yang harus kita lakukan ketika kita mulai memasuki goncangan-goncangan dalam hidup ini, yaitu:

  1. Harus tetap berdoa bagi Indonesia (2 Taw 7:13-14)
    Salah satu kunci hidup diberkati adalah memberkati tempat dimana kita berada. Apabila Indonesia diberkati, maka kita juga akan diberkati. Sebagai anak-anak Tuhan kita memiliki kuasa untuk memberkati Indonesia dengan perkataan mulut kita.
  2. Kita harus berbalik 180 derajat kepada Yesus.
    2016 ini adalah tahun ‘Ayin Vav’ yaitu tahun Yobel dimana semuanya dikembalikan kepada pemiliknya. Marilah kita berdoa agar tahun 2016 ini menjadi tahun Yobel bagi kita dengan cara meninggalkan dosa-dosa, menyesal, dan kembali hidup dalam kebenaran karena Tuhan akan mengembalikan apa menjadi milik kita dan Tuhan akan mencurahkan berkat-berkatNya.
  3. Persembahan Persepuluhan dan Persembahan Khusus (Maleakhi 3:8-11)
    Kita harus melakukan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus untuk dapat membuka tingkap-tingkap langit dalam memasuki tahun yang baru, dimana belalang pelahap akan dihardik sehingga kita akan diberkati melimpah. Haleluya!
  4. Memperhatikan orang lemah (Amsal 4:19, Mazmur 41:2-4)
    Amsal 4:19;”Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” Apabila kita memperhatikan orang-orang lemah, berarti kita memiutangi Tuhan, dan Tuhan akan memberikan kepada kita tepat pada waktunya. Dunia boleh mengalami resesi, tetapi selama kita tetap tinggal dengan yang Tak Tergoncangkan, maka kita akan tetap tenang.

Kita harus tahu apabila kita melakukan apa yang Tuhan suka, maka berkat Tuhan akan dicurahkan melimpah dalam hidup kita. Janganlah takut akan kesulitan hidup yang mungkin terjadi di depan, karena selama hidup kita menyukakan hati Tuhan, maka penyertaan Tuhanpun akan diberikan melimpah dalam hidup kita. Tetaplah kuat dan berdiri teguh dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin!