MENGAKTIVASI BENIH YANG TERTIDUR | Pdt. Hartono Wijaya

MENGAKTIVASI BENIH YANG TERTIDUR | Pdt. Hartono Wijaya

MENGAKTIVASI BENIH YANG TERTIDUR

Pdt.Hartono Wijaya

24-01-16

Banyak orang yang telah menjadi percaya kepada Yesus dan telah menjalani tahun-tahun kehidupannya sebagai orang percaya, tetapi masih mempunyai banyak pertanyaan tentang keadaan yang mereka alami. Hidup mereka tidak menjadi semakin baik, bahkan semakin banyak kesulitan sehingga mereka mengalami kejatuhan dan mempertanyakan apakah Tuhan itu sungguh ada. Tetapi yang sebenarnya adalah, Tuhan berjanji bahwa setiap orang yang mengikut Dia akan mengalami hidup yang diubahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya, supaya hidup mereka memuliakan Tuhan.

Firman Tuhan adalah benih yang dapat memberikan kehidupan. Jika setiap orang memberikan tanah yang subur bagi benih Firman Tuhan, maka kehidupan mereka pasti akan berbuah, dan berkemenangan, sebab Firman Tuhan yang disampaikan kepada kita tidak akan pernah mati. Benih membutuhkan 3 (tiga) unsur, yaitu;

  1. Benih itu harus jatuh ke tanah,
  2. Benih memebutuhkan air,
  3. Dan perlu atmosfir yang sesuai untuk bertumbuh.

Firman Tuhan dalam Wahyu 3:1-3 mengajarkan bahwa Firman yang kita terima sebenarnya tidak mati, walaupun kelihatannya mati. Firman itu bisa kita hidupkan kembali, artinya di dalam Kristus yang adalah Firman itu sendiri kita selalu punya pengharapan.

Benih yang sesungguhnya hidup tetapi kelihatan mati itulah yang disebut benih ‘dormant’ atau benih yang sedang tidur.

Hari ini kita akan belajar bagaimana mengaktifkan benih yang tidur itu supaya benih Firman yang kita terima benar-benar hidup. Mengapa benih itu tidak dapat bertumbuh? Jika kulit benih itu sangat keras maka pertumbuhannya menjadi sangat lambat. Ini adalah gambaran hati kita, jika kita mengeraskan hati terhadap suara Tuhan atau FirmanNya maka kehidupan kita tidak akan bertumbuh atau mengalami kehidupan.

Air menggambarkan hujan Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang akan memberikan kita pengertian akan setiap Firman yang kita terima. Karena itu, penting untuk kita senantiasa mendengarkan suara Roh agar kita bisa melihat dimensi yang baru. Firman tanpa Roh Kudus adalah kekeringan (2 Korintus 3:6).

Sedangkan Roh Kudus tanpa Firman akan merusak, sebab tidak ada keseimbangan dan dapat menimbulkan radikalisme yang salah. Jadi, yang kita butuhkan adalah Firman dan Roh Kudus maka akan menghasilkan pertumbuhan. Kisah Rasul 2:41-42 menulis tentang pekerjaan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Yang harus kita lakukan ketika kita menerima Firman dan Roh Kudus, yaitu:

1. Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (Didaskila)

  • Diajar dengan pengajaran kebenaran,
  • Dibutuhkan kerendahan hati untuk belajar,
  • Diajar berulang-ulang (Ulangan 6:6)

2. Hidup dalam persekutuan (Koinonia)

  • A Gift Jointly Contribute; persekutuan membutuhkan kerjasama yang saling menguntungkan dan tempat melatih kita melakukan Frman Tuhan.
  • Dalam persekutuan kita bertumbuh dewasa dan bisa menolong orang lain
  • Dalam persekutuan kita juga saling bergantung (Mutual Dependency); Galatia 6:2.

3. Memecahkan roti bersama-sama (Klasistouartou)

  • Memecahkan roti menggambarkan tindakan yang sehati atau persetujuan bersama. Tuhan bergerak ketika ada kesatuan hati, baik dalam rumah tangga maupun gereja.

4. Berdoa (Proseuchais) untuk menguatkan orang lain

    • Selain berdoa secara pribadi, doa bersama akan menghasilkan otoritas rohani dan menghasilkan jiwa-jiwa yang percaya.

Jika kita mau melakukan panggilan Tuhan untuk hal-hal kecil sekalipun, seperti memperhatikan orang lain yang membutuhkan, maka Roh Kudus pasti akan menyatakan pekerjaan yang ajaib danmenyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang mengasihi manusia.