BENIH KEHIDUPAN TUHAN | Pdt. Christian Apitula

BENIH KEHIDUPAN TUHAN | Pdt. Christian Apitula

BENIH KEHIDUPAN TUHAN

Pdt. Christian Apitula

14-02-16

Sub Tema kita bulan ini adalah Planting Of Devine Seed, jika berbicara tentang menjadi pohon, berakar dan bertumbuh maka yang pertama harus diperhatikan adalah benih. Benih tidak dapat diciptkan oleh siapapun karena benih adalah milik Tuhan. Kita harus tahu perbedaan antara benih yang satu dengan benih yang lain, sejumlah benih yang kita miliki jika diteliti satu per satu maka ada benih yang sebenarnya sudah rusak atau mati, tetapi ada juga benih yang baik. Benih yang sudah rusak atau mati pasti akan kita pisahkan. Sesuatu yang besar dalam hidup kita diawali dari setiap benih yang kita tabur dan semuanya berasal dari Tuhan. Setiap benih yang kita tabur harus ada kehidupan Tuhan agar setiap benih yang kita tabur bisa menjadi pohon yang bertumbuh, berbuah dan menjadi berkat.

Jadi jika kita menabur untuk Tuhan atau pekerjaaan Tuhan maka pastikan benih yang kita tabur haruslah benih yang benar dan ada kehidupan Tuhan di dalamnya, maka Tuhan akan memberikan jaminan, bahwa Dia akan menjaga benih itu, supaya benih itu tidak hilang karena dimakan oleh belalang pelahap sehingga kita dapat menuai (Maleakhi 3:11).

Setiap Firman yang kita dengar dan percayai Firman itu berkuasa karena ada kehidupan Tuhan di dalam-Nya. Dan seberapa besar Firman itu berkuasa yaitu sebesar kita mau melakukan dalam kehidupan sehari-hari.

1 Korintus 11:23-25, 23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24. dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

Perkataan “ingatlah akan Aku”, dikatakan oleh Yesus dihadapan duabelas murid tetapi mereka tidak dapat mengerti perkataan itu. Rasul Paulus pada waktu itu bukanlah menjadi bagian ketika Yesus dan kedua belas muridNya mengadakan perjamuan malam, tetapi justru rasul Paulus mendapatkan yang mendapatkan pewahyuan dari Tuhan yaitu sebuah perintah yang Yesus minta kita lakukan untuk mengingat akan Dia. Alkitab tidak menuliskan perintah untuk merayakan kelahiran dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus, tetapi disini rasul Paulus mengatakan bahwa ia menerima perintah itu dari Tuhan sendiri bahwa kita harus melakukan peringatan akan Kristus dalam perjamuan roti dan anggur.

Tuhan Yesus berkata dalam ayat tersebut “Ingatlah akan Aku”, mengapa Yesus berkata demikian? Karena ketika hidup manusia diberkati dan semuanya berjalan dengan baik maka manusia memiliki kecenderungan untuk lupa kepada Tuhan.

Yakub saja ketika di Lus yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan, ia menuang minyak di batu sebagai tanda peringatan supaya Yakub terus mengingat perjumpaan dengan Tuhan. Demikian juga dengan kita tidak jangan hanya mengingat pemberian dan berkat dari Tuhan saja tetapi harus senantiasa mengingat Sang pemberi berkat yaitu Tuhan sendiri.

Dalam kitab 2 Raja-Raja 4:1-7 ada seorang istri hamba Tuhan yang mengalami kesulitan/kemiskinan karena terbelit hutang dan ia membutuhkan bantuan, tetapi ketika ia datang kepada nabi Elisa maka Elisa tidak mengatakan apapun tentang uang. Tetapi hari-hari ini kita melihat bahwa banyak orang Kristen menjadikan uang sebagai isu yang sangat utama dalam kesulitan kehidupan yang mereka hadapi, semua yang kita lakukan selalu kita ukur dengan uang. Janganlah batasi kuasa Tuhan hanya dengan uang dan hal-hal yang pernah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Elisa menyuruh perempuan itu untuk melakukan sesuatu yaitu pergi meminta bejana-bejana kosong dari tetangganya dan mengisi bejana-bejana itu dengan minyak yang tersisa dalam buli-buli. Sekalipun secara kasat mata perintah itu tidak mungkin dapat menyelesaikan hutang-hutangnya tetapi wanita ini memiliki warisan iman dari suaminya maka ia percaya Tuhan akan mengatasi masalahnya, dan ia melihat kuasa Tuhan terjadi dalam hidupnya.

Setiap kali Tuhan akan mempromosikan kita, Tuhan ingin menarik perhatian kita bukan pada yang terjadi hari ini, tetapi kita harus libatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita maka hati kita akan semakin kuat kepada Tuhan, sekalipun banyak proses yang harus kita lalui, jangan lalaikan mezbah pribadi dengan Tuhan karena melaluinya kita dapat dengan jelas mengetahui dan mendengar kehendak Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita menghadapi masalah ataupun ketika kita mencapai yang kita inginkan ingatlah perkataan Yesus “ingatlah akan AKU”.

Tidak ada satu janji Tuhan yang tidak akan digenapi selama benih yang ada pada kita memiliki kehidupan Tuhan, Amin.