Pdm. Ir. Yohanes Hanakata | IDENTITAS HIDUP DARI BENIH KERAJAAN

Pdm. Ir. Yohanes Hanakata | IDENTITAS HIDUP DARI BENIH KERAJAAN


IDENTITAS HIDUP DARI BENIH KERAJAAN

Pdm. Ir. Yohanes Hanakata

28-02-16

Subtema bulan ini Planting Devine Seed, menjelaskan bahwa sebagai pelayan Kristus kita hanya bisa menabur, menanam dan menyiram tetapi diatas segalanya Tuhanlah yang memberi pertumbuhan (1 Korintus 3:6). Dunia banyak menawarkan berbagai hal yang menarik perhatian sehingga dapat menggeser arah hidup kita di dalam Kristus.

1 Petrus 1:23, Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Firman Tuhan menyatakan bahwa identitas kita bukan dilahirkan dari benih yang fana, karena kita telah menerima Yesus Kristus di dalam hidup kita serta memutuskan untuk tetap berada di dalam Dia, oleh sebab itu akan banyak hal yang akan menyerang kita untuk tidak tetap di dalam Kristus.

Matius 13:24-30; 24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.”

Tuhan Yesus sedang mengajarkan perumpamaan tentang lalang dan gandum. Melalui perumpamaan ini kita dapat belajar bagaimana identitas kita yang sudah di dalam Kristus dan hidup di zaman dimana gandum dan lalang tumbuh bersama, memang kita telah dilahirkan dari benih yang kekal tetapi lawan menebarkan benih yang jahat disekitar kita. Jika kita perhatikan lalang dan gandum hampir sama warna dan kecepatannya bertumbuh sehingga sulit dideteksi. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa jangan lalang itu dicabut supaya gandum tidak ikut tercabut tetapi tunggulah pada saat penuaian yaitu pada akhir zaman.

Lalang dalam bahasa Yunani “zizanion” artinya false seed/benih yang palsu, kita harus sadar bahwa kita yang lahir dari benih yang kekal, hidup ditengah-tengah benih yang palsu. Nilai keaslian akan bertambah karena dipalsukan oleh sebab itu tetaplah bertumbuh meskipun lawan menebarkan   lalang.

Nilai KEASLIAN akan BERTAMBAH Karena DIPALSUKAN Tetaplah BERTUMBUH  meskipun LAWAN menebarkan

ILALANG Nilai KEASLIAN akan BERTAMBAH Karena DIPALSUKAN Tetaplah BERTUMBUH  meskipun LAWAN menebarkan  ILALANG Nilai KEASLIAN akan BERTAMBAH Karena DIPALSUKAN Tetaplah BERTUMBUH       meskipun LAWAN menebarkan  ILALANG

Yang harus kita harus lakukan adalah waspada agar lalang tidak membuat benih yang benar mati, karena itu perhatikan apa yang kita tanam dalam keluarga ataupun dalam pelayanan. Musuh tidak bertanggungjawab dan sangat merugikan sebab ia pergi setelah menaburkan benih dan benih itu akan menghabiskan nutrisi dari benih yang baik.

3 Hal yang membedakan lalang dan gandum yaitu :

  1. Fasik, mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan (Yudas 1:16) dan mereka adalah orang orang telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat (2 Petrus 2:15).

Tetapi gandum adalah orang-orang yang senantiasa dipenuhi oleh damai sejahtera Allah, dan senantiasa memelihara pikirannya dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, sedap didengar, kebajikan dan patut dipuji seperti dalam Filipi 4:7-8.

  1. Keangkuhan; keangkuhan adalah dosa yang tidak kelihatan. Banyak orang yang bermegah secara duniawi, harga diri seseorang dinilai dari barang-barang yang dipakai atau dimiliki, padahal nilai Kerajaan tidak berorientasi pada hal-hal duniawi. Lawan dari keangkuhan adalah kerendahan hati sebagai nilai yang harusnya melekat dalam kita, biarlah kita bermegah hanya di dalam Tuhan.
  2. Hedonisme; kekayaan dan kenikmatan hidup seringkali menghimpit benih yang hendak bertumbuh, ditengah-tengah dunia yang hedonisme kita harus menyatakan hidup yang sesuai dengan apa yang kita miliki dengan asketisme/penyangkalan diri. Kita tidak boleh mengandalkan apa yang kita miliki tetapi kita harus mengandalkan Tuhan karena tujuan Tuhan memberkati kita bukan untuk diri sendiri melainkan untuk kebajikan.

Tuhan mau mengangkat kita karena ada benih IllahiNya dalam kita, apapun keadaan kita tetaplah bertumbuh. Amin