KUASA YANG MENGUBAHKAN | Pdt Christine Here

KUASA YANG MENGUBAHKAN | Pdt Christine Here


KUASA YANG MENGUBAHKAN

Pdt Christine Here

13-03-16

Kolose 2:7; Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Berakar dalam Kristus, mengenal FirmanNya, melakukan Firman dan bertambah teguh dalam Dia, seperti pohon yang berakar dalam akan tahan menghadapi goncangan-goncangan, demikian juga iman kita yang berakar dalam Kristus akan membuat kita mampu menghadapi kehidupan sekeras apapun, sehingga hati kita akan melimpah dengan ucapan syukur.

Mengapa orang percaya menjadi lemah imannya jika mengalami rintangan? hal ini disebabkan karena tidak menjadikan Firman Tuhan sebagai makanan dalam hidupnya, hanya Firman Tuhan yang akan memampukan kita untuk terus memandang kepada Kristus yang sanggup memberikan kita jalan keluar dan membuat kita mampu mengucap syukur.

Kita akan belajar dari Rahab, seorang tokoh Alkitab dalam Yosua 2:1-19. Dalam kisah ini Alkitab menulis tentang Yosua yang mengutus secara diam-diam dua orang pengintai ke Yerikho untuk menyelidik negeri itu. Mengapa Yosua melakukan hal itu? Karena ia telah belajar dari pengalaman bersama Musa. Ketika hendak mengintai Kanaan (Yosua 1), Musa mengutus 12 orang pengintai untuk menyelidiki negeri itu. Namun ketika kembali, 10 dari pengintai itu memberi kabar buruk dan menakutkan, hanya 2 orang yang memberi kabar baik yaitu Yosua dan Kaleb. Kabar buruk itu telah membuat bangsa Israel marah dan mereka lebih percaya kepada kabar buruk itu. Kadangkala kita juga lebih suka mendengar kabar buruk, fitnah dan gosip dan tidak mau mendengar apa yang dikatakan oleh kebenaran. Kita belajar disini bahwa apa yang kita perkatakan sangatlah penting sebab jika yang keluar dari mulut kita adalah amarah, kata-kata yang tidak membangun, kutuk maka pasti kita akan makan buahnya seperti bangsa Israel harus berputar lagi selama 40 tahun di padang gurun dan sebagian besar dari mereka mati di padang gurun, jadi perhatikan apa yang kita katakan, baiklah kita mengatakan apa yang baik, membangun dan memberkati, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan.

Kembali dalam kitab Yosua pasal 2, dikatakan bahwa kedua orang pengintai itu sampai di rumah seorang perempuan sundal bernama Rahab dan di sana kedua pengintai itu diselamatkan dari kejaran Raja Yerikho. Kemudian Rahab mengatakan bahwa ia telah mendengar Tuhan Allah Israel adalah Allah yang luar biasa, dan apa yang Dia lakukan membuat orang yang mendengarnya menjadi gemetar. Rahab meminta kepada dua pengintai agar ia dan keluarganya diselamatkan dan tidak ikut dibinasakan. Rahab adalah perempuan sundal tetapi pada saat dia bertemu ke dua pengintai itu dia memilih percaya akan kekuatan Tuhan Allah Israel. Masa lalu memang tidak dapat ditutupi tetapi bagi Tuhan yang penting adalah keputusan kita untuk meninggalkan dosa dan mengikut Kristus, maka Tuhan pasti menepati apa yang dijanjikanNya kepada kita. Rahab bukanlah orang Israel tetapi ia percaya tanpa memperhitungkan untung rugi untuk percaya pada Allah Israel.

Dalam hidup ini kita juga memiliki pertentangan dalam mengambil keputusan berjalan di jalan Tuhan, meninggalkan dosa dan kesenangan dunia, karena kita berpikir bahwa itu adalah tindakan yang merugikan kita, belajarlah dari Rahab yang tidak memperhitungkan untung rugi untuk percaya kepada Tuhan Allah Israel, sebab Tuhan tidak pernah berdusta.

Apa yang dikatakan Firman Tuhan tentang Rahab?

Ibrani 11:31; Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

Karena iman maka perbuatan Rahab ini ditulis Alkitab dalam barisan pahlawan-pahlawan iman. Sebuah keputusan penting diambilnya dan berdampak pada kekekalan. Mari kita yang telah menerima banyak kebaikan Tuhan, jangan sampai kita tawar hati sebab Tuhan yang Rahab percaya Dialah Allah kita. Bagi Tuhan bukan latar belakang yang penting bahkan latar belakang yang seburuk apapaun, jika kita percaya maka Tuhan sanggup mengubahnya menjadi masa depan yang gilang-gemilang.

Yakobus 2:25; Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Tuhan melihat tindakan kita, mungkin apa yang kita lakukan dianggap melawan arus oleh kebanyakan orang, tindakan iman dalam Kristus adalah kebenaran FirmanNya. Yosua kemudian menepati janjinya dengan menyelamatkan seluruh keluarga Rahab. Perbuatan kita berbicara lebih kuat dari apa yang kita katakan, hidup Rahab telah menjadi dampak bagi keselamatan banyak orang, dan Tuhan menghargai sangat tinggi untuk apa yang dia lakukan.

Matius 1:5-6; (5) Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, (6) Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

Beberapa nama yang tertulis dalam Alkitab menjadi bagian dari keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus seperti Rut orang Moab (kafir), Rahab perempuan sundal, Batsyeba yang berzinah dengan Daud dan Tamar yang bersundal dengan mertuanya yaitu Yehuda, inilah kebesaran Tuhan bahwa Dia mengasihi orang-orang berdosa yang berbalik kepadaNya.

Hari ini mari kita bangkit dari setiap dosa yang mengikat hidup kita, terimalah kasih Kristus yang besar, maka hidup kita akan diubahkan dari tidak berarti menjadi berarti. Amin.