“THE NEW COVENANT” | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

“THE NEW COVENANT” | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon



Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

25-03-16

Dalam perayaan Jumat Agung kita memperingati karya Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib. Yesus adalah Pribadi yang menimbulkan banyak kontroversi sepanjang sejarah umat manusia, karena Yesus adalah seratus persen Allah dan seratus persen manusia.

Tema kita adalah The New Covenant (Perjanjian Baru), kata yang sering dipakai dalam mendefinisikan perjanjian adalah “promise” dan “covenant”.

Promise adalah janji biasa yang bisa diingkari dan dibatalkan asal ada alasan yang tepat, masuk akal dan bisa diterima. Sedangkan covenant adalah sebuah perjanjian yang tidak mungkin dibatalkan karena atas dasar sumpah. Apa yang dilakukan Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian adalah sebuah perjanjian baru (New Covenant) dalam kehidupan manusia.

Untuk mengerti karya Kristus yang kontroversi ini kita akan melihat secara global jauh sebelum dunia diciptakan. Diawali dari Yohanes 1:1-2; (1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (2)  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Kata Firman dalam terjemahan bahasa Inggris “Word”  berasal dari bahasa Yunani “Logos” yang berarti pengungkapan dari sebuah ide atau gagasan.

Ide besar Allah adalah untuk memperluas Kerajaan Sorga ke bumi, mengkolonisasi bumi dengan Sorga dan untuk mengisi bumi dengan budaya Sorga. Untuk mengungkapkan ide besar-Nya ini Allah menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Allah dan menempatkannya di Taman Eden. Allah memberikan mandat kepada manusia untuk beranak cucu dan bertambah  banyak; memenuhi bumi  dan menaklukkannya, berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi (Kejadian 1:26-28). Manusia diberikan mandat untuk menjadi perwakilan kerajaan Allah di muka bumi, dan  manusia dijadikan Tuhan sebagai pewaris kehidupan di bumi.

Tetapi keadaan berubah ketika iblis mulai berusaha menggagalkan rencana besar Allah ini dengan menggoda manusia sehingga manusia jatuh dalam dosa. Akibatnya manusia mengalami kematian, tidak saja kematian secara fisik, tetapi juga terputusnya hubungan antara dimensi sorga dengan manusia.

Manusia tidak lagi menjadi perwakilan kerajaan Allah di bumi dan keadaan manusia semakin terpuruk, manusia dikuasai kuasa kegelapan dan dosa sehingga manusia tidak lagi menjadi pewaris kehidupan di bumi.

Roma 5:12; Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa  itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Di dalam Perjanjian lama lewat pimpinan Tuhan untuk dapat kembali terhubung dengan Tuhan maka harus ada korban darah anak domba. Allah memilih bangsa Israel menjadi umat Kerajaan-Nya dan melalui bangsa Israel Allah memberikan aturan-aturan dan hukum-hukum khusus agar bangsa Israel tetap hidup kudus dan hidup benar di hadapan Allah. Tetapi bangsa Israel memberontak kepada Tuhan sehingga bangsa Israel juga gagal menjaga mandat kerajaan yang Tuhan berikan.

Setelah semuanya gagal, maka Bapa Sorgawi mengutus Putra-Nya yang tunggal supaya yang percaya kepada Yesus jangan binasa melainkan beroleh hidup kekal. Yesus datang untuk memperbarui perjanjian yang telah dirusak oleh manusia. Yesus datang dengan suatu misi utama yaitu untuk mengembalikan apa yang telah manusia rusak dan menegakkan kembali kerajaan Allah di bumi.

Tujuh Langkah Karya Penebusan Kristusdi kayu salib:

  1. Mendamaikan perseteruan antara sorga dan bumi (2 Korintus 5:18).
  2. Mengalahkan maut (1 Korintus 15:25-26).
  3. Mematahkan blokade maut atas manusia (Lukas 10:18-19).
  4. Membebaskan dan memulihkan manusia dari belenggu maut (Lukas 4:18-19).
  5. Membuat jalan ke sorga (Yohanes 14:6).
  6. Membuka pintu sorga yang tertutup (Ibrani 9:12).
  7. Memberikan kelahiran dalam roh (Yohanes 3:3,5).

Melalui Yesus, hubungan antara dimensi sorga dengan manusia dipulihkan sehingga manusia dapat kembali terhubung dengan Allah. Terima Yesus dalam hidup kita maka kita akan mengerti status dan posisi kita dalam kerajaan serta kita akan terhubung kembali dengan sorga. Amin.