“EXTRAVAGANT LOVE” | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

“EXTRAVAGANT LOVE” | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

 

Yohanes 3:16; Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bukti Extravagant Love Yesus Kristus yaitu kasihNya yang luar biasa  kepada umat manusia dengan mati di kayu salib dan Tuhan Yesus Kristus mencurahkan darahNya sebagai tebusan atas segala dosa, kesombongan dan segala macam kejahatan yang kita lakukan sehingga kita diselamatkan dari murka Allah. Kita dibenarkan bukan karena perbuatan baik kita tetapi hanya oleh darahNya. Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka,  tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang berdosa  tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:6-8).

Tuhan Yesus menyerahkan nyawaNya untuk orang-orang durhaka, Dia yang benar dijadikan tidak benar karena kita. Di taman Getsemani Yesus mengalami ketakutan yang sangat mencekam sampai meneteskan keringat seperti darah. Yesus mengalami doa-Nya tidak dijawab, dikhianati oleh muridNya, ditinggalkan dan disangkal. Untuk menuju ke salibpun Yesus harus mengalami pengadilan yang tidak adil, ketika Dia diadili oleh Kayafas dan dihadapan pengadilan rekayasa oleh Sanhedrin/Mahkamah agama yang semuanya bermufakat untuk mengadili Yesus dengan cara yang tidak adil dan membawa saksi-saksi palsu. Yesus harus mengalami penolakan, orang-orang yang tadinya berteriak Hosana lebih memilih Barabas dan berteriak “salibkan Dia!”. Yesus juga harus mengalami disiksa, dicambuk dan disalibkan dihari Paskah orang Yahudi.

Semua hal yang menyakitkan yang seharusnya kita alami sudah ditanggung oleh Yesus. Dia datang untuk mati dengan cara yang paling keji sebab salib adalah hukuman yang paling mengerikan yang pasti akan membuat orang mati secara sadis. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus kita menjadi orang-orang yang merdeka. Kebangkitan Kristus adalah hal yang nyata dan tidak dapat disangkal lagi. Yesus melalui semua itu karena kasihNya pada kita.

Sekalipun mengalami hal-hal yang menyakitkan, tetapi perkataan Yesus di kayu salib penuh dengan kasih. Tujuh perkataan Yesus yang terakhir di kayu salib adalah:

  1. Perkataan pengampunan, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Di tengah penderitaan-Nya yang menyiksa, hati Yesus difokuskan pada orang lain yang menganiaya dia.
  2. Perkataan keselamatan yang ditujukan kepada penjahat di sebelah-Nya dan juga kepada kita semua yang dengan rendah hati meminta Yesus untuk mengingat dia, dan Yesus berkata “Hari ini juga engkau bersama dengan aku di dalam Firdaus (Lukas 23:43)
  3. Perkataan kasih sayang kepada orang-orang yang dicintaiNya. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!“ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yohanes 19:26-27).
  4. Perkataan kesedihan, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Matius 27:46). Suatu bukti bahwa penderitaan Yesus begitu berat ketika Allah meninggalkan-Nya dan Bapa berbalik ketika Yesus menanggung seluruh beban dosa kita.
  5. “Aku haus!“ (Yohanes 19:28). Sekalipun Yesus adalah seratus persen Allah, Yesus juga seratus persen manusia yang juga dapat merasakan haus, sedih dsb.
  6. “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30). Sebuah perkataan kemenangan bahwa Ia menderita penyaliban untuk suatu tujuan, tidak hanya menebus dosa-dosa manusia tetapi untuk menyelesaikan tugas-tugas Bapa-Nya dan Yesus telah menyelesaikannya.
  7. “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” (Lukas 23:46). Sebuah kata-kata kepuasan bahwa Yesus telah menggenapi semua tugas BapaNya.

Marilah kita sadar bahwa Yesus sudah bangkit dari kubur, Dia menyediakan Firdaus bagi kita. Maut telah dikalahkanNya di kayu salib. “Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut, dimanakah sengatmu?”

Tuhan Yesus Memberkati.