“PERTUMBUHAN IMAN” | Pdm. Suyono Lomena

“PERTUMBUHAN IMAN” | Pdm. Suyono Lomena

Pertumbuhan Iman

Pdm.Suyono Lomena

10-04-16

Di tahun The Year of New Dimensions, kita membutuhkan suatu dimensi yang baru dalam perubahan hidup dan pertumbuhan iman yang berkenan kepada Tuhan. Sebab hari-hari ini dunia sudah terlalu jahat dan penuh dengan tipu muslihat. Jadi suatu kerugian jika hidup kita tidak mengalami suatu perubahan. Hanya kebenaran Firman Tuhan yang sanggup membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jika kita tidak hidup dipimpin oleh Firman Tuhan maka akan sangat mudah diombang-ambingkan keadaan, hidup dalam rasa kuatir dan bimbang, akhirnya membuat keputusan yang salah.

Di dunia banyak juga muncul budaya-budaya yang sangat berbahaya dan mampu menjerat orang-orang percaya agar menjauh dari Tuhan yaitu perpecahan, kebingungan, hukum-hukum yang melawan kebenaran, keterikatan dan aborsi serta toleransi terhadap dosa. Dan juga muncul paham-paham humanisme dan hedonisme serta berbagai penyesatan dan guru-guru palsu yang dapat menyeret kita menjauh daripada Tuhan.

2 Petrus 3:17-18; (17)  Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. (18)  Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Kita harus terus melekat kepada Tuhan dan hidup dipimpin oleh Firman agar iman kita tidak terseret oleh berbagai kesesatan dunia tetapi terus bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan. Ibarat benih tanaman yang hendak bertumbuh membutuhkan nutrisi, oksigen, tanah yang subur dan perawatan. Demikian juga pertumbuhan iman kita, jika ingin mengalami suatu pertumbuhan maka kita juga memerlukan nutrisi, pernafasan yang baik, dirawat dan komunitas yang benar untuk bertumbuh, yaitu:

  1. Firman Tuhan

Matius 6:33; Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kita harus mengutamakan kebenaran Tuhan dan menjadi pelaku Firman (Yakobus 1:22) serta memiliki landasan yang benar sehingga melalui iman kita Kristus tinggal dalam hidup kita.

Salah satu contoh hidup kita menjadi pelaku Firman adalah dengan menerapkan kasih, kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri (Matius 22:37-39), kita juga harus mengasihi musuh kita (Lukas 6:35).

  1. Doa

Doa adalah nafas hidup orang percaya. Di dalam doa ada dialog dua arah dengan Tuhan, artinya di dalam doa kita harus memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk berbicara juga kepada kita. Agar doa-doa kita didengar oleh Tuhan maka kita harus senantiasa menjaga kekudusan hidup kita (Ibrani 12:14). Dan melalui doa kita juga akan diberikan hikmat yang melebihi hikmat dunia.

  1. Tertanam dalam Gereja Lokal

1 Korintus 3:6;  Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Tanaman akan mati jika terus dipindah-pindah demikian juga pertumbuhan kerohanian kita akan mati jika terus berpindah-pindah dan tidak tertanam dalam gereja lokal. Dalam gereja lokal ada komunitas yang benar untuk kita saling memperhatikan, saling berbagi, saling menguatkan sehingga kita dapat bertumbuh bersama-sama.

  1. Jaga Pergaulan

1 Korintus 15:33; Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Bentengi hidup kita dan anak-anak kita dari pengaruh-pengaruh pergaulan yang buruk dan keterikatan terhadap gadget,  sehingga kita memiliki waktu yang terbaik bersama Tuhan.

Jika saat ini pertumbuhan iman kita belum maksimal menuju kedewasaan rohani mari kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan agar kita mengalami pertumbuhan iman yang maksimal melalui Firman Tuhan, di dalam doa dan komunitas yang benar, serta pergaulan yang berkenan kepada Tuhan. Amin.