MENJADI DEWASA MELALUI PENDERITAAN | Ps. Feba Affan

MENJADI DEWASA MELALUI PENDERITAAN | Ps. Feba Affan

MENJADI DEWASA MELALUI PENDERITAAN


Ev. Feba Affan

17-04-16

Tuhan Yesus datang bukan hanya untuk orang Kristen saja, Yesus datang  untuk semua orang dan  Yesus yang sama sanggup memulihkan dan menyembuhkan hidup kita. Jika saat ini kita beribadah dan mengenal Tuhan, itu berarti bahwa Yesus yang telah memanggil dan memilih hidup kita untuk menjadi milikNya.

Yesaya 41:9; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”

Sehancur apapun hidup kita hanya Yesus yang sanggup memulihkan dan mengangkat hidup kita menjadi milik kepunyaanNya bahkan kita diberi kepercayaan untuk melayani Dia, Raja di atas segala raja. Ketika Tuhan sudah memilih kita, kemanapun kita pergi Tuhan sanggup menjamah hidup kita dan tidak ada seorangpun yang dapat menggagalkannya.

Itulah sebabnya kita mengerti mengapa Tuhan Yesus tidak memberontak ketika Dia dicaci maki, dianiaya, dicambuk bahkan ketika orang-orang menyalibkan Dia, semua dilakukanNya karena kasihNya kepada kita. Setiap jiwa sangat berharga di mata Tuhan, bahkan jika ada seorang yang bertobat maka ribuan malaikat bersorak sorai, karena itu kita harus sadar bahwa betapa besar cinta Yesus kepada kita semua.

Yesaya 43:4; Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Jika kita sadar bahwa hidup kita berharga berharga di mata Tuhan maka kita tidak boleh menyerah, takut dan kehilangan harapan ketika mengalami pergumulan-pergumulan dan penderitaan karena Tuhan Yesus tidak pernah sekalipun meninggalkan kita. Setiap proses yang kita hadapi adalah bagian dari pendewasaan iman. Kita tidak akan menjadi orang Kristen yang biasa-biasa saja yang hanya ke gereja setiap minggu atau melakukan pelayanan tetapi tidak dapat bertahan dalam proses. Janganlah kita menganggap remeh keselamatan yang telah Yesus berikan atau menjadi orang Kristen yang tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu (Yesaya 48:1-4).

Ketika Tuhan sudah memilih dan mengangkat hidup kita, seringkali kita tidak menghargai kasih Tuhan dan hidup menurut keinginan kita sendiri. Bahkan bermain-main dengan keselamatan yang telah Tuhan berikan sehingga hidup kita kembali berantakan dan semakin hancur. Oleh sebab itu  karena kasihNya kepada kita Tuhan akan menguji dan memurnikan hidup kita melalui kegagalan, penderitaan dan kesengsaraan. Tuhan ingin mendewasakan iman kita melalui penderitaan yang kita alami (Yesaya 48:9-11).

Ada 2 macam kegagalan dan penderitaan yang kita alami yaitu karena kesalahan kita atau karena melalui kegagalan dan penderitaan yang kita alami Tuhan ingin menyatakan kemuliaanNya seperti yang Ayub alami. Di balik setiap kegagalan dan penderitaan yang kita alami ada kemenangan yang telah Tuhan siapkan bagi kita. Jika hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita, jangan pernah menyia-nyiakan kebaikan Tuhan karena kasihNya tetap sama dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Tuhan sanggup mengangkat kita kembali dan mengembalikan apa yang hilang dari hidup kita serta memberikan kemenangan selama kita terus percaya akan janji Tuhan dan selalu melekat kepada Dia. Bahkan kita dibuat tercengang-cengang dan terheran-heran karena Tuhan memulihkan hidup kita (Yesaya 60:5).

Didalam Tuhan tidak ada kehancuran di balik kegagalan, tapi ada kemenangan di balik kegagalan. Tidak ada cara lain ketika hidup kita ingin dipulihkan yaitu dengan mendekat kepada Tuhan dan sungguh-sungguh mentaati perintah-perintahNya. Karena hanya Yesus yang sanggup memulihkan hidup kita.

Yesaya 48:18; Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Pada saat mengalami proses, kegagalan dan penderitaan sering kali kita mengalami penghinaan, dilecehkan  dan dipermalukan. Tetapi seperti halnya kehidupan Ayub yang doanya didengar Tuhan dan hidupnya dipulihkan setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya yang menghina dia (Ayub 42:8, 10). Demikian juga hidup kita yang setia di dalam menghadapi proses, maka Tuhan akan mendengar doa kita sebab itu jangan pernah menyerah dan berhenti melekat kepada Yesus. Amin.