Leaving The Box – Fulfilling Destiny | Dr. Randal S. Langley

Leaving The Box – Fulfilling Destiny | Dr. Randal S. Langley

01-05-16

Tuhan Yesus mengalami penderitaan, mati di salib dan bangkit dari kematian mengalahkan maut tidak hanya sekedar menyelamatkan umat manusia, tetapi supaya hidup kita selalu berkemenangan. Karena kita diciptakan dengan tujuan untuk memenuhi sebuah tujuan yang telah Tuhan tetapkan. Dan Tuhan punya panggilan yang dahsyat bagi hidup kita. Bahkan dalam Yohanes 14:12-14 dikatakan bahwa kita akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Firman Tuhan juga mengatakan jika kita meminta sesuatu kepada Yesus dalam namaNya, maka Tuhan akan melakukannya.“

Tetapi fakta menunjukkah bahwa dunia sedang dilanda dengan ketakutan karena iblis sedang menebar ketakutan dimana-mana, banyak orang yang merasa takut dengan ancaman terorisme, takut dengan krisis ekonomi dan takut dengan banyak hal lain di dalam hidupnya. Dengan banyaknya ketakutan ini membuat orang-orang tidak berani melangkah maju untuk memenuhi panggilannya di dalam Tuhan. Ketakutan-ketakutan juga melumpuhkan gereja dan orang-orang percaya untuk mencapai dan menggenapi rancangan Tuhan dalam hidupnya

Ketika kita diselamatkan dan dipenuhi Roh Kudus maka dengan pertolongan Tuhan kita akan mampu memaksimalkan potensi dan panggilan hidup kita di dalam Tuhan. Tetapi hal ini membuat iblis tidak senang sehingga ia berusaha membatasi orang-orang percaya untuk maju. Hal yang bisa dibuat iblis adalah dengan membatasi hidup kita dengan sebuah “kotak”. 4 sisi kotak yang membatasi hidup kita sehingga kita merasa nyaman dan betah di sana. Ketika kita merasa nyaman maka hidup kita tidak lagi mengalami kemajuan dan tidak lagi ada gairah untuk menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup kita.

Belajar dari kehidupan Abraham dalam Ibrani 11:8-16, bagaimana kita menerobos 4 batas yang harus kita lampaui untuk menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup kita.

  1. Daerah Yang Tidak Dikenal

Ibrani 11:8; Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

Visi dan panggilan Tuhan kepada Abraham membutuhkan ketaatannya untuk melangkah kepada Abraham benar-benar menerobos daerah yang tidak ia kenal sebagai bukti bahwa Abraham memiliki iman kepada Tuhan. Kitapun harus berani melangkah ke “daerah yang tidak kita kenal” untuk memenuhi panggilan Tuhan digenapi dalam hidup kita.

  1. Situasi Yang Tidak Mungkin

Ibrani 11:11-12; Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

Abraham juga menerobos situasi yang tidak mungkin dalam hidupnya. Secara natural Abraham dan Sarah tidak mungkin memiliki anak, tetapi karena imannya Abraham dapat memiliki anak. Iblis seringkali ingin mengubur kita dalam gunung ketidakmungkinan sehingga kita tidak lagi berani bermimpi. Seringkali diperhadapkan dengan kesempatan-kesempatan hebat yang bersembunyi di balik situasi-situasi yang tidak mungkin. Oleh sebab itu mari kita menerobos batas situasi yang tidak mungkin karena kita memiliki Allah yang luar bisa yang mampu menyingkirkan segala ketidakmungkinan dalam hidup kita.

  1. Iman Yang Tak Tergoncangkan

Ibrani 11:13-14; Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

Abraham berani melepaskan apa yang baik dalam hidupnya dan berani melangkah dengan iman. Kita juga ditetapkan untuk hidup dengan iman, kita harus melepaskan segala sesuatu yang baik hari ini untuk mendapatkan yang lebih baik di masa depan karena harga daripada kemenangan adalah berkorban.

  1. Tidak Mundur Kembali

Ibrani 11:15-16; Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Abraham bisa saja kembali ke tempat asalnya ataupun berpindah ke tempat yang lebih baik. Tetapi Abraham memilih tidak mundur kembali. Mungkin kita pernah mengalami patah semangat dan ingin menyerah, tetapi jika kita ingin rancangan Tuhan digenapi dalam hidup kita, jangan pernah mundur kembali.

Jika kita menembus batas, kita telah bertindak seperti Abraham yang membuat keputusan berdampak kepada kekekalan. Apabila Abraham menyerah dan kembali sehingga tidak memenuhi panggilannya, janji apa yang kita terima? Kita dibenarkan dalam Kristus karena kita dicangkokkan kepada janji Tuhan pada Abraham. Mari kita tembus 4 batas yang menghalangi hidup kita karena keputusan kita hari ini menentukan masa depan kita.

Tuhan Yesus memberkati.