THE ANOINTED ONE | Pdt. Dr. Timotius Arifin

THE ANOINTED ONE | Pdt. Dr. Timotius Arifin

15-05-16

Amsal 4:23; Jagalah hatimu dengan segala ke­waspadaan, karena dari situlah terpancar ke­hidupan.

Pengkhotbah 10:1; Lalat yang mati menyebab­kan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpen­garuh dari pada hikmat dan kehormatan.

Tuhan memberikan petunjuk untuk membuat min­yak urapan dalam Keluaran 30:22-32. Minyak ura­pan digunakan untuk mengurapi dan mengu­duskan Iman Besar, imam, raja dan alat-alat bait suci, tetapi seekor lalat yang mati mampu membuat minyak urapan yang dibuat itu berbau busuk.

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus senantia­sa menjaga hati, demikian juga “lalat-lalat” luka batin yang kita simpan mampu menghancurkan hidup kita jika kita tidak mewaspadai dan segera menyelesaikan­nya

Belajar dari kehidupan seorang penasehat raja dan ra­ja-raja Israel, mereka adalah orang-orang hebat yang memiliki kedudukan tinggi tetapi tidak mampu menjaga hati sehingga membawa kehancuran dalam hidupnya, dan juga belajar dari kehidupan Raja Daud yang mampu menjaga hatinya dan tetap dalam pengurapan Tuhan sehingga Tuhan senantiasa menyertai kehidupannya.

Tokoh-tokoh tersebut adalah:

  1. Ahitofel

Ahitofel adalah salah seorang penasehat Raja Daud, Alkitab menceritakan bahwa dia ada­lah kakek Batsyeba (2 Samuel 12:3, 2 Samuel 23:34). Ahitofel menyimpan sakit hatinya ke­pada Daud karena Daud telah berlaku tidak benar terhadap Batsyeba. Akibat sakit hatinya, Ahitofel berkhianat terhadap Daud bahkan ketika Absalom merebut kekuasaan dari Raja Daud dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja atas Israel, Ahitofel berpihak pada Absa­lom dan memberikan nasehat yang salah ke­pada Absalom. Ahitofel juga menyimpan den­dam yang sangat kuat terhadap Daud bahkan sampai ingin membunuh dan membinasakan Daud (2 Samuel 16:20 – 2 Samuel 17:4). Ketika nasehatnya tidak didengarkan oleh Absalom, Ahitofel memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri (2 Samuel 17:23).

  1. Raja Saul

Saul diurapi oleh Samuel sebagai raja atas bangsa Israel, dalam terjemahan lain Saul di­urapi menjadi pemimpin/komandan atas Isra­el.

1 Samuel 10:1; Then Samuel took a flask of oil and poured it on his head, and kissed him and said: “Is it not because the LORD has anointed you commander over His inheritance?(NKJV). Saul bertugas untuk memerintah atas Israel dan melepaskan bangsa Israel dari musuh-mu­suh yang ada di sekitarnya. Saul menyimpan sakit hati terhadap Daud.

Setiap kali Saul meyuruh Daud untuk memi­mpin peperangan dan Daud selalu berhasil, maka keluarlah orang – orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-lak­sa.” Hal ini membangkitkan amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebal­kan hatinya (1 Samuel 18). Saul seharusnya bangga memiliki menantu dan seorang peng­ganti yang lebih hebat dari dirinya. Saul lebih memilih menyimpan sakit hatinya dan sangat membenci Daud sehingga Roh Tuhan mundur dari pada Saul (1Samuel 16:14, 1Samuel 18:12).

  1. Raja Absalom

Absalom adalah putra ketiga Raja Daud. Absa­lom memiliki fisik yang tidak bercacat, sangat tampan dan merupakan salah satu putra mah­kota. Absalom menyimpan sakit hati terhadap Amnon anak Raja Daud yang lain karena Am­non telah memperkosa Tamar, adiknya. Daud sangat marah kepada Amnon, tetapi Daud tidak menghukum Amnon. Absalom meny­impan dendam kepada Amnon, sehingga pada suatu kesempatan Absalom membunuh Amnon (2 Samuel 13:28). Dan persepakatan tersebut semakin besar sehingga Daud harus keluar dari kota raja. Absalom mengurapi dan memahkotai dirinya sendiri sebagai raja meng­gantikan Daud. Akhir hidup Absalom sangat tragis kepalanya tersangkut pada sebatang po­hon tarbantin, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi dan tiga tombak Yoab ditikam­kan ke dada Absalom (2Samuel 18:9-17).

  1. Raja Daud

Daud diurapi Samuel menjadi raja atas Israel dengan urapan raja karena diurapi dengan minyak urapan dari tabung tanduk (1Samuel 16:13). Tanduk gambaran kekuatan, otoritas dan hadirat Tuhan sehingga sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Daud adalah gambaran yang kurang sempur­na tentang Sang Mesias – The Anointed One. Untuk menjadi raja, Daud harus menunggu selama 13 Tahun. Banyak proses yang harus dia hadapi untuk dapat menjadi seorang raja. Daud adalah orang yang diurapi Tuhan sehing­ga Daud memiliki sikap rendah hati dan tidak mudah tersinggung sekalipun Daud harus menghadapi cemooh saudara-saudarannya, dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh Saul dan anaknya sendiri, Absalom. Dengan urapan Tuhan, Daud juga memiliki keberanian untuk menghadapi Goliat.

Seorang yang diurapi Tuhan akan memiliki sikap yang manis, rendah hati dan tidak mudah ters­inggung serta memiliki keberanian untuk meng­hadapi masalah. Mari kita buang segala sakit hati dan minta pengurapan dari pada Tuhan untuk menyembuhkan segala luka dan kecewa yang ada dalam hidup kita, maka Sang Mesias, Dia yang diurapiNya, Raja di atas segala raja akan mengurapi kita, membalut dan menyem­buhkan luka itu. Amin