ROOTED AND GROW | Pdm. Dr. Bob Foster Sinaga

ROOTED AND GROW | Pdm. Dr. Bob Foster Sinaga

22-05-16

Hidup bukan hanya sekadar bertahan hidup tetapi harus bertumbuh, sebab yang tidak bertumbuh pada hakekatnya sudah mati. Perubahan adalah satu-satunya pertanda kehidupan, dan tidak ada perubahan tanpa adanya sebuah keputusan.

Kolose 2:7; “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Sedalam dan sekuat apa Fondasi Anda?

Untuk dapat bertumbuh maka sebuah pohon harus berakar terlebih dahulu karena akar adalah sumber kekuatan bagi sebuah pohon. Demikian juga sebelum sebuah bangunan dibuat, maka fondasi yang dalam dan kokoh harus dipersiapkan, karena kokohnya fondasi menentukan kekuatan sebuah bangunan.

Berakar sangatlah penting bagi kehidupan kita sehingga kita dapat bertahan menghadapi guncangan kehidupan. Pengajaran yang dangkal di gereja hanya berbicara tentang berkat, tetapi pengajaran yang mendalam berbicara mengenai nilai-nilai, mengenai bagaimana jemaat berkontribusi, dan mengenai upah kekal. Ketika seseorang tidak memiliki fondasi yang kokoh dan berakar kuat di dalam Kristus, maka ia akan mudah meninggalkan imannya demi sebuah ‘berkat’.

  1. ROOTED (BERAKAR)

Hidup kita harus berakar kuat di dalam pengenalan akan Kristus, di dalam 2 Petrus 1:5-8 dikatakan bahwa iman saja tidak cukup, dan harus ditambah dengan kebajikan, kebajikanpun tidak cukup, dan harus ditambah dengan pengetahuan. Sebagai seorang pelajar, karyawan, pengusaha, suami, atau apapun peran kita, maka kita harus terus belajar, menambah wawasan dan pengetahuan kita, tetapi pengetahuanpun masih harus ditambahkan penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara, dan kasih akan semua orang. Apabila semuanya itu ada pada kita dengan berlimpah-limpah, kita akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhan kita.

  1. GROW (BERTUMBUH)

Untuk bisa bertumbuh, kita harus tertanam di bait Tuhan, artinya  berkomitmen menjadi anggota jemaat atau tertanam di sebuah gereja dan berkontribusi dalam pelayanan di gereja tersebut. Tuhan berjanji bahwa pada masa tuapun kita akan terus berbuah, gemuk dan segar (Mazmur 92:13-16). Hidup kita akan senantiasa melimpah dengan ucapan syukur dan memiliki semangat yang tak kunjung padam sehingga nama Tuhan akan dipuji melalui kehidupan kita.

Orang yang belum bertumbuh dewasa adalah tidak memiliki visi, tujuan hidup, dan sasaran-sasaran dalam hidupnya, cita-citanya hanya sebatas mimpi. Ibrani 5:12, mengatakan bahwa mereka masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

  1. PROGRESS OF THE CHRISTIAN LIFE

(KEMAJUAN DALAM KEHIDUPAN KRISTEN)

Efesus 4: 14-15,  sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, —  yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota  —  menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Ada 3 tahap kemajuan dalam kehidupan orang percaya:

a. Spiritual Infant (Bayi Rohani)

Ciri-cirinya: makanannya susu, mudah diombang-ambingkan, harus selalu diawasi, masih membutuhkan pertolongan orang dewasa dalam melakukan segala sesuatu,  selalu minta dilayani, perlu didorong untuk hadir dalam ibadah, perlu diajari untuk mengatakan terima kasih, mencari pembenaran diri, menyalahkan situasi, menghindari tanggung jawab, mencari kambing hitam, dan egois.

b. Spiritual Growth (Bertumbuh)

Di tingkat ini seseorang baru beranjak dewasa, mulai menerima tanggung jawab, mengerti kewajibannya, mulai berdiri sendiri dan tidak harus selalu diawasi. Tetapi ia masih egois, mengerjakan segala sesuatu hanya bagi diri sendiri dan tidak mau membagi waktu, talenta dan kemampuannya bagi orang lain. Di tingkat ini secara rohani ia belum siap ‘ditajamkan’ oleh sesamanya, sehingga ketika ada gesekan, ia akan menyerah.

Menghadapi orang-orang seperti ini, maka kita memerlukan anugerah untuk bisa bersikap seperti Yesus yang tetap mengasihi, menerima dan mengampuni mereka.

c. Spiritual Maturity (Dewasa dan Berbuah)

Seorang yang dewasa secara rohani akan memakan makanan keras, artinya ia secara aktif belajar dan menggali Firman Tuhan. Ia mengerti bahwa di dalam hidup perlu bersinergi, berkorban, dan berbagi dengan sesama. Ia akan aktif membantu, mengawasi dan mengajar sesamanya. Orang yang telah dewasa jika mengalami masalah dan mampu melewatinya, maka ia akan mengucapkan syukur. Orang yang dewasa rohani akan berinisiatif mengambil tanggung jawab dan siap menerima apapun konsekuensinya. Untuk setiap mimpinya ia berani bertindak untuk mewujudkannya. Seseorang yang dewasa rohani mengerti bahwa taat pada peraturan, sebenarnya mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Seorang yang dewasa rohani juga memiliki sifat tidak suka menonjolkan diri sendiri, tidak suka mengeluh dan menyalahkan orang lain, tapi senantiasa mencari jalan keluar serta memberi kontribusi.

SELAMAT BERTUMBUH DEWASA dan BERBUAH!