THE POWER OF AGREEMENT | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

THE POWER OF AGREEMENT | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana


05-06-16

Mazmur 133; (1) Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! (2) Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut,  yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. (3) Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Masih di dalam tema The Summer of Growing, pada bulan ini kita akan belajar bagaimana bertumbuh di dalam kemitraan (Grow in Partnership).

Firman Tuhan mengatakan bahwa kita bukan hanya saja saudara seiman, tetapi saudara kandung. Mungkin kita berbeda suku, berbeda pendapat ataupun berbeda pandangan tetapi kita dipersatukan oleh kuasa Roh Kudus. Kerukunan adalah suatu pemandangan yang baik dan indah yang harus ditunjukkan oleh setiap warga Kerajaan di tengah-tengah dunia yang masih banyak terjadi pertikaian, peperangan atau etnis melawan etnis karena adanya perbedaan pendapat, perbedaan partai ataupun perbedaan pandangan.

Segala sesuatu memang telah Tuhan tentukan dan diciptakan dan untuk bermitra. Hubungan antara Bapa, Putra dan Roh Kudus (Tri Unity) yang saling menghormati, saling mengasihi dan saling membutuhkan menunjukkan adanya kesatuan. Hubungan ini juga digambarkan dalam ciptaan-Nya yaitu manusia yang terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Contoh lainnya adalah hubungan antara Adam dan Hawa sebagai suami dan istri yang saling mengasihi dan menghormati. Hubungan antara Kain dan Habel mereka tidak saja memiliki hubungan sebagai saudara kandung tetapi mereka memiliki profesi sebagai petani dan peternak yang seharusnya saling membutuhkan. Hubungan anak-anak Lamekh (Yabal, Yubal dan Tubal Kain) yang memiliki profesi sebagai peternak, pemusik dan tukang besi (Kejadian 4:19-22). Juga dalam hubungan pada lima jawatan di gereja sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala, dan pengajar yang menunjukkan hubungan saling membutuhkan.

Salah satu tanda kedewasaan adalah kita tidak lagi bertengkar, tetapi saling menolong, menghormati dan saling membutuhkan satu dengan yang lain. Kita harus berfikir untuk bermitra dan membangun hubungan yang baik karena dalam hidup yang terutama adalah hubungan.

Ada 4 tingkatatan di dalam hubungan yaitu

  • Friendship (Pertemanan)
  • Fellowship (Persekutuan)
  • Partnership (Kemitraan)

Covenant Brotherhood (Saudara Seperjanjian)

Amsal 17:17; Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Dalam terjemahan yang lain dikatakan bahwa seorang sahabat atau saudara, dilahirkan untuk menolong saudaranya yang lain yang berada dalam kesesakan dan kesulitan. Kekayaan dalam hidup kita adalah saudara dan teman-teman karena itu seorang teman sangatlah berharga.

Matius 18:19-20; (19) Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. (20) Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”  Kuasa Kesepakatan (The Power of Agreement) dari dua orang yang sepakat akan mendatangkan mujizat dan berkat-berkat Tuhan, juga bila ada dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama Yesus maka akan mendatangkan hadirat Tuhan. Begitu pula sebaliknya jika tidak ada kesatuan atau selalu bertengkar maka berkat-berkat akan menjauh.

Hubungan yang rukun dan harmonis seperti minyak yang baik yang turun di atas kepala meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Juga seperti embun dari gunung Hermon yang turun ke gunung-gunung Sion. Hermon artinya: “sanctuary” tempat kudus dan Sion artinya: “parched place“ tempat gersang. Minyak urapan ataupun embun mengalir turun dari tempat tinggi. Posisikan hidup kita seperti Sion (tanah gersang) karena di sinilah Tuhan akan menurunkan berkat-berkat-Nya.

Minyak yang baik adalah minyak urapan kudus yang dibuat dari mur, kayu manis, tebu, kayu teja dan minyak zaitun (Keluaran 30:23-28), bahan-bahan tersebut memiliki fungsi masing-masing, ada yang digunakan untuk kesehatan, disinfektan, penghilang rasa sakit, penghasil rasa manis dan membuat menyala. Jika salah satu bahan tersebut tidak ada maka minyak urapan tersebut tidak akan jadi. Demikian juga hidup kita, yang memiliki fungsi masing-masing di dalam suatu hubungan.

Pada waktu hari Pentakosta di mana 120 orang murid-murid berkumpul menantikan kedatangan Roh Kudus di loteng atas Yerusalem. Murid-murid seperti tempat gersang yang menanti-nantikan hujan. Demikian juga hidup kita harus senantiasa memiliki rasa haus akan hadirat Tuhan. maka di dalam kesatuan berkat-berkat itu akan turun dalam hidup kita.

Mari kita bertumbuh di dalam kemitraan yang terus meningkat dari pertemanan, persekutuan, kemitraan menjadi hubungan persaudaraan yang memiliki kesatuan dan kerukunan karena di dalam Kuasa Kesepakatan (The Power of Agreement) akan mendatangkan berkat-berkat Tuhan. Amin.