GROWING IN HIM DAILY | Pdm. Jimmy Padmadjaja

GROWING IN HIM DAILY | Pdm. Jimmy Padmadjaja

12-06-16

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” 2 Petrus 3:18

“Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Kisah Para Rasul 19:8-10

Rasul Paulus adalah seorang yang memiliki semangat, energi, yang membuat keputusan dengan cepat, bertindak secara gesit, dan tidak pernah menyia-nyiakan waktu serta kesempatan yang ada. Keberhasilan Rasul Paulus dalam pelayanan disebabkan oleh kebiasaan rutin yang dilakukannya hari demi hari. Nilai-nilai kehidupan Rasul Paulus tampak dalam rutinitas yang ia lakukan sehari-hari.

John C. Maxwell mengatakan, “Engkau tidak dapat mengubah kehidupanmu, sampai engkau mengubah apa yang engkau lakukan setiap hari. Rahasia kesuksesanmu ditemukan dalam rutinitas keseharianmu.”

Dari ayat bacaan ini kita dapat belajar tiga hal dari kehidupan Rasul Paulus, yang disingkat V.I.P.:

  1. Vision (Memiliki Tujuan)

Saat ini  banyak tersedia sistem navigasi yang dapat menolong kita untuk mencapai tujuan, misalnya GPS, Google Maps, Waze, dan lain-lain, tetapi semua itu tidak ada artinya jika kita tidak terlebih dahulu menetapkan tempat yang akan kita tuju. Visi adalah dasar tindakan kita, Rasul Paulus tahu dengan pasti dan telah menetapkan tujuan hidupnya, yaitu agar semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan (Kisah Para Rasul 19:10)

Kita harus mengevaluasi diri kita, apakah selama ini kehidupan kita berputar-putar tanpa tujuan yang jelas? Seharusnya kita memiliki visi yang sama dengan gereja kita yaitu: “To be R.O.C.K.” Dengan demikian tujuan hidup kita jelas, yaitu untuk membuat semua penduduk Bali mendengarkan Injil Kerajaan Allah.

2. Initiator (Pengggerak)

Sebagai seorang penggerak, maka Rasul Paulus menunjukkan bagaimana caranya bertindak.

Sebagai seorang penggerak Rasul Paulus melakukan 3 hal yaitu

(Kisah Para Rasul 19:8):

  1. Ia mengunjungi rumah ibadat, melakukan perjalanan ‘extra miles’ di sela-sela pekerjaannya sebagai tukang kemah, karena ia membiayai pelayanannya dengan usahanya sendiri.
  2. Ia juga mengajar dengan berani. Ini hal yang tidak mudah dilakukan, karena ada perlawanan-perlawanan atas apa yang ia ajarkan, bahkan ada orang yang mengumpat Jalan Tuhan di hadapan orang banyak.
  3. Ia juga berusaha meyakinkan orang tentang Kerajaan Allah. Ada berbagai cara pendekatan yang dicobanya agar orang-orang dapat diyakinkan. Ketika orang-orang tetap menolak, Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka.

Kita seharusnya bertanya pada diri kita, apa peran kita di dalam Kerajaan Allah? Jangan sampai kita hanya diam di zona nyaman, tanpa melakukan apa-apa.

3. Performing (Sebagai Teladan)

Rasul Paulus memberikan teladan dengan cara menunjukkan bagaimana caranya ia melayani Tuhan hari demi hari (Kisah Para Rasul 19:9a-10b).

Pada masa itu diperkirakan jam kerja pada umumnya dimulai pukul 7 sampai pukul 11 siang. Pukul 11 sampai 16 beristirahat, lalu pukul 16 bekerja kembali. Rasul Paulus memanfaatkan waktu beristirahat untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah di ruang kuliah Tiranus. Jika dihitung maka diperkirakan dalam 2 tahun ia telah memberitakan Injil selama lebih kurang 2520 jam. Seperti itulah cara rasul Paulus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Mari kita bergerak bersama-sama dan meneladani pelayanan Paulus. Untuk itu kita harus dibekali dengan Firman Tuhan. “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.” 1 Petrus 4:11.

Kita harus menggali dan mengupas firman Tuhan lebih dalam lagi. Jika kita menggali halaman hanya sedalam 30 cm, maka kita hanya mendapatkan tanah dan rumput, tapi jika kita menggali ratusan atau ribuan meter, maka kita dapat menemukan emas. Investasi di dunia ini pada umumnya hanya memberikan keuntungan sepanjang hidup kita, yaitu kira-kira 70 tahun. Tapi investasi yang memberikan keuntungan kekal, rahasianya ada di Alkitab. Rasul Paulus menginvestasikan banyak waktunya untuk belajar Firman Tuhan. Sediakan waktu khusus untuk belajar Alkitab lebih mendalam setiap hari, karena apa yang kita masukkan secara intensif dalam hati dan pikiran, akan tercermin dalam tindakan dan kehidupan kita sehari-hari. AMIN!