BERTUMBUH DALAM KASIH KARUNIA & PENGENALAN AKAN ALLAH | Pdt. Eluzai Frengky Utana

BERTUMBUH DALAM KASIH KARUNIA & PENGENALAN AKAN ALLAH | Pdt. Eluzai Frengky Utana

26-06-16

2 Petrus 3:18 – “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Adapun kasih karunia meliputi:

  1. Karakter Tuhan
  2. Penyediaan Tuhan
  3. Kasih setia Tuhan

Sedangkan pengenalan dapat dilakukan melalui 2 cara:

  1. Knowledge (pengetahuan)
  2. Wisdom (hikmat Allah)

Bertumbuh dalam pengenalan, artinya kita tidak boleh menjadikan Tuhan hanya sebagai sumber berkat, tapi harus menjadikan Dia sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita. Jika kita mau bertumbuh, maka segala kebutuhan kita pasti disediakan oleh Tuhan.

Hidup kita dapat diumpamakan sebagai sebuah rumah yang memiliki banyak kamar. Misalnya kamar emosi, kamar mental, kamar penyembahan, kamar hobbi, kamar seksualitas, dan sebagainya. Kadangkala beberapa kamar dalam hidup kita dalam kondisi baik, tapi beberapa kamar yang lain belum. Misalnya, ‘kamar’ pelayanan sebagai seorang pengkotbah sudah baik, tapi ‘kamar’ mengasihi istri belum.

Agar ‘kamar-kamar’ dalam hidup kita bertumbuh, kita dapat belajar dari kisah Rut.

Dalam Rut 1:16-17 dikisahkan bahwa Rut seorang janda, miskin, penuh hina dan cercaan, bahkan berasal dari suku bangsa yang tertolak. Ini adalah contoh bahwa bagaimanapun latar belakang kita, Tuhan tetap menerima dan mengasihi kita. Tetapi yang menyedihkan, saat ini ada banyak legalisme dalam gereja, dimana orang-orang dinilai dari mobil, rumah, atau dari harta yang dimilikinya.

Mengapa Rut tidak pergi meninggalkan Naomi? Karena Rut tahu bahwa Tuhan yang ia sembah bukan hanya milik orang Israel. Ia percaya bahwa Tuhan yang disembah orang Israel adalah Tuhan yang bisa mengubah hidup, dan memiliki tujuan yang baik atas hidupnya.

Jadi untuk bisa bertumbuh, kita harus:

  1. Tahu dan mengerti tujuan hidup kita.

Kita harus memiliki gambar Tuhan dalam hidup kita. Seseorang yang bingung dengan tujuan hidupnya sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada kematian. Yesus tahu tujuan hidup-Nya, karena itu meskipun Ia disakiti, Ia selalu mengampuni. Meskipun Ia tidak pernah sakit, Ia setia menyembuhkan orang yang sakit. Inilah yang disebut dengan kasih karunia.

Tujuan hidup kita adalah menjadi berkat bagi orang lain, yaitu sebagai ungkapan rasa syukur kita atas kasih karunia Tuhan yang telah kita terima.

2. Memiliki keyakinan bahwa Kemurahan Tuhan yang supranatural masih menyertai kita

Dalam Rut 2:2 dikisahkan bahwa Rut adalah seorang janda dan seorang pemulung yang sangat miskin. Tetapi karena ada orang yang bermurah hati, maka ia bisa hidup berkecukupan. Ia bahkan menerima kemurahan hati dari Boas, sehingga dari seorang janda miskin, ia menjadi seorang istri konglomerat. Yesus adalah seorang Boas bagi kita. Ia adalah seorang Penebus yang murah hati bagi kita. Yesus adalah seorang Kepala bagi tubuh-Nya. Jika Ia sehat, maka kitapun seharusnya sehat. Karena Ia sebagai Kepala berhasil, maka kita sebagai tubuh-Nya pun berhasil. Sebagai contoh jika kita berhasil dalam bisnis, karena knowledge (pengetahuan) kita, maka kita mendapat ‘upah’ Tetapi jika kita berhasil karena wisdom (hikmat Allah), maka keberhasilan kita adalah ‘berkat’. Keberhasilan karena ‘berkat’ sifatnya lengkap, misalnya seseorang bisnisnya berhasil dan anak-anaknya juga dalam keadaan baik, tidak terlibat narkoba. Ini terjadi karena ada kemurahan Tuhan yang supranatural.

3. Haus dan lapar akan hikmat Tuhan.

Dalam Rut 2:6-8 dan Rut 3:3-4 dijelaskan bahwa mandor di ladang jelai, maupun mertua Rut memberikan beberapa petunjuk yang harus diikuti. Jikalau Rut tidak hati-hati mengikuti petunjuk yang diberikan, atau jika ia datang kepada Boas dengan sikap sombong, maka ia tidak akan menikmati kebaikan Tuhan dalam hidupnya. Dalam 1 Korintus 1:30-31, disebutkan bahwa Yesus sebagai hikmat Allah, membawa kita kepada kebenaran dan kepada kekudusan. Hikmat Allah membuat kita menjadi orang yang rendah hati, mau mengampuni, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Namun semua ini harus dilatih. Kekayaan hikmat yang ada pada Kristus jauh melampaui kekayaan hikmat Salomo, dan kekayaan hikmat ini yang Tuhan mau percayakan dalam kehidupan kita.

4. Memiliki hati yang percaya, bahwa generasi yang takut akan Tuhan lahir dari hidup kita.

“Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.” (Matius 1:5,6).

Rut adalah nenek buyut dari Raja Daud yang pada akhirnya menurunkan Sang Juruselamat yaitu Yesus Kristus. Rut memiliki iman bahwa ketika ia hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan yaitu hidup yang dipimpin Tuhan, maka generasi-generasi yang dilahirkannya pasti diberkati. Kekayaan sejati adalah ketika hidup kita dipimpin Tuhan, sehingga nama-Nya dipermuliakan dalam hidup kita.

Tetaplah bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan. Amin!