God of Second Chance | Dr. Moses Lim

03-07-16

Matius 9:37-38;  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Tuhan yang kita sembah dan percayai adalah Tuhan yang penuh kasih kepada manusia. Bapa mengutus Putra-Nya, Yesus Kristus pada kedatangan-Nya yang pertama bukan untuk menghakimi manusia melainkan untuk menyelamatkan manusia. Tuhan juga telah memilih dan mengutus kita untuk menjadi saksi-saksi Kristus bagi orang lain, tetapi banyak dari kita yang takut dan sukar keluar dari zona nyaman kita sehingga kita tidak bergerak menjadi saksi-saksi Kristus.

Belajar dari kehidupan Nabi Yunus yang tidak pernah menikmati misi dan pelayanannya karena ada masalah-masalah yang harus diselesaikan dalam hidupnya. Ketika kita berhasil mengatasi masalah-masalah itu maka kitapun bisa dipakai Tuhan secara maksimal dalam hidup kita.

Masalah-masalah tersebut adalah:

  1. Yunus memiliki masalah dengan diri sendiri (Yunus 1:1-3)

Yunus adalah seorang nabi yang akan Tuhan pakai untuk menyelamatkan orang-orang Niniwe. Ketika Tuhan memerintahkan ke Niniwe, Yunus melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan.  Yunus lebih menikmati zona nyamannya, dia lebih mengasihi bangsa Israel daripada orang-orang Niniwe. Yunus suka pilih-pilih dan suka membeda-bedakan orang-orang yang harus dia layani.

Mungkin Tuhan juga pernah meminta kita mengasihi orang-orang di luar zona nyaman kita karena Tuhan ingin semua orang merasakan kasih-Nya yang begitu besar oleh sebab itu sebagai saksi Kristus kita harus memberitakan kasih-Nya kepada semua orang tanpa pilih-pilih. Mari kita keluar dari zona nyaman kita karena dunia sedang membutuhkan orang-orang yang mau keluar dari zona nyamannya untuk membagikan kasih Tuhan.

2. Masalah dengan orang lain (Yunus 4:1-3)

Orang-orang Niniwe adalah orang-orang yang kejam dan jahat. Karena Yunus adalah orang Yahudi dan merasa sebagai bangsa pilihan maka Yunus sangat sulit menerima orang lain di luar bangsa Yahudi. Yunus keberatan jika Tuhan mengampuni dosa-dosa dan kejahatan penduduk Niniwe. Yunus sangat marah dan kecewa kepada Tuhan ketika Tuhan merubah hati orang-orang Niniwe.

Sering kali kita juga memiliki stereotype dan suka membeda-bedakan orang lain. Dengan adanya perbedaan  bukan berarti kita dapat memandang rendah orang lain, tetapi biarlah hal itu bukan menjadi penghalang untuk kita mengasihi orang lain dan memberitakan  kabar baik kepada semua orang.

3.  Yunus Memiliki masalah dengan Tuhan (Yunus 4:6-11)

Ketika Yunus lari dari panggilan Tuhan untuk orang-orang Niniwe, Tuhan mengajar dan masih memberikan kesempatan kedua kepada Yunus. Dia lari dari perintah Tuhan karena Yunus tidak mengerti isi hati Tuhan. Yang Yunus tahu dia dipanggil untuk menyampaikan tentang penghakiman terhadap orang-orang Niniwe. Ketika Yunus selesai menyampaikan kabar penghakiman maka ia menanti – nantikan kehancuran kota Niniwe. Melalui pohon jarak dan ulat, Tuhan mengajar Yunus bagaimana Tuhan begitu mengasihi penduduk Niniwe.

Banyak dari kita yang juga lari dari panggilan Tuhan karena kita tidak tahu isi hati Tuhan. Tuhan akan selalu mengejar hidup kita dan senantiasa memberikan kesempatan kedua. Mari kita buka hati dan hidup kita untuk Tuhan bekerja melalui hidup kita.

Hati Tuhan meminta kita keluar dari masalah dengan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita serta tidak lari dari panggilan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan ingin memakai kita menjadi saluran berkat dan kasih-Nya kepada semua orang. Jangan pernah katakan tidak bisa karena bersama Tuhan kita pasti bisa. Tuhan Memberkati.