“THE AUTUMN OF PRUNING” |Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

“THE AUTUMN OF PRUNING” |Pdt. Dr. Christy Indra Tjiptamulya

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:2.

Kita memasuki Musim Gugur Pemangkasan (The Autumn of Pruning). Tuhan melakukan pemangkasan dengan tujuan agar kita lebih banyak menghasilkan buah. Musa adalah seorang yang juga mengalami pemangkasan dalam hidupnya. Saat dipangkas oleh Tuhan, dia harus meninggalkan comfort zone-nya, yaitu kehidupan di istana Firaun, karena Tuhan sedang mempersiapkannya untuk sesuatu yang besar.  Meski proses pemangkasan tersebut menyakitkan, tetapi Musa menjalani proses itu dengan ketaatan.

Kita akan belajar dari kehidupan Musa dalam Keluaran 3:1-12. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri, lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Ketika Musa hendak memeriksa penglihatan yang hebat itu, Tuhan berfirman “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (Keluaran 3:1-5).

Kasut gambaran kehidupan lama kita yang harus ditanggalkan. Mari kita periksa apakah ada ”kasut-kasut” yang harus dipangkas dan ditanggalkan dalam hidup kita seperti sifat-sifat kecewa, marah, sakit hati, takut, suka mengomel, ragu, atau bimbang. Kita memerlukan hikmat Tuhan untuk mengetahui hal-hal apa yang perlu dipangkas dari hidup kita, dan kita harus meminta hikmat itu dengan iman, tanpa kebimbangan (Yakobus 1:6-8).

Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. (Keluaran 3:6)

Allah yang kita sembah adalah Allah bagi generasi demi generasi. Untuk menggenapi hal itu, Tuhan memerintahkan agar Firman-Nya diajarkan berulang-ulang kepada anak cucu kita di dalam berbagai kesempatan sebagai suatu gaya hidup sehari-hari, yaitu perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan ada dalam hati (Ulangan 6:5-9).

Saat kita sedang mengalami pemangkasan, sikap yang harus kita ambil adalah jangan mengomel, jangan bersungut-sungut dan jangan complaint. Sikap-sikap buruk ini hanya akan membuat kita harus berjalan lebih lama di ’padang gurun’. Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi begitu panjang dan lama, karena kita tidak mau bekerjasama dengan Tuhan. Dengarkan teguran Tuhan dan bertobatlah dari dosa-dosa kita! Taat saja dan lakukan yang benar.

Di dalam Keluaran 3:7-9 diungkapkan bahwa Tuhan telah memperhatikan kesengsaraan umat-Nya di tanah Mesir. Ia menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya (Ratapan 3:31-33). Tuhan memiliki tujuan melalui setiap pengalaman kehidupan kita. Pertolongan Tuhan datang pada waktu yang tepat (Ratapan 3:50). Tetapkan tekun berseru-seru dan berdoa, tetaplah gigih dan jangan menyerah serta kalah dengan keadaan (Ratapan 3:49).

Setelah mengalami pemangkasan, waktu Tuhan tiba untuk mengutus Musa melakukan suatu tugas yang besar sebagaimana yang ditulis dalam Keluaran 3:10; ”Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

Musa harus melewati musim pemangkasan terlebih dahulu untuk dia siap diutus. Tidak ada pengutusan tanpa pemangkasan. Kualitas buah kita ditentukan dari kesediaan kita untuk dipangkas dengan cara Tuhan.

Pada masa itupun Musa masih berdebat dengan Allah dan mempertanyakan kemampuannya untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Dia bertanya, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” (Keluaran 3:11). Dia ragu dan tidak percaya diri.

Percayalah bahwa ketika kita mengambil langkah iman dan bersedia keluar dari zona nyaman kita, maka kita akan mengalami kehadiran dan penyertaan Tuhan, sebagaimana janji Tuhan di dalam Matius 28:20b, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Dan Musa terbukti mengalami menyertaan Tuhan saat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, dan Firman Tuhan digenapi ketika Musa kembali beribadah kepada Allah di gunung Horeb.

Perjumpaan pribadi muka dengan muka di gunung Tuhan, membawa Musa kepada tujuan yang Tuhan tetapkan atas hidupnya, dan kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui tugas yang diterimanya. Di dalam Yohanes 14:11 Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.”

Bersiaplah untuk mengalami pemangkasan, karena Tuhan sedang mempersiapkan Anda untuk tujuan-tujuan yang besar! Tuhan Memberkati.