GAYA HIDUP ATAU HIDUP GAYA | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

GAYA HIDUP ATAU HIDUP GAYA | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Saat ini kita sedang hidup di akhir jaman, dimana keadilan muncul terbalik, adanya penganiayaan dan masa yang sukar yang semuanya itu menuju kepada anti Yahudi dan anti Kristen.

Dalam Surat Yakobus 5:1-11 kita membaca ada dua macam gaya hidup. Surat Yakobus ditujukan kepada 12 suku Israel yang berada dalam perantauan mereka mengalami begitu banyak diskriminasi. Sekalipun mereka sedang di-diaspora, Tuhan tetap menyertai dan memberkati sehingga menjadikan mereka menjadi kaya. Tuhan tidak anti orang kaya, tetapi yang menjadi masalah adalah gaya hidup kita ketika sudah kaya, untuk apa kekayaan tersebut digunakan. Kekayaan yang kita simpan nilainya bisa turun begitu drastis oleh sebab itu kita harus bijaksana mempergunakan harta dan kekayaan yang Tuhan percayakan di dalam hidup kita sebab semuanya itu adalah milik Tuhan.

Kita harus hidup menantikan-nantikan Tuhan, hidup kita tidak lagi sama seperti waktu-waktu yang lalu. Kita harus hidup dengan murah hati dan penuh dengan belas kasihan serta tidak mementingkan diri sendiri karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang penyayang dan penuh dengan belas kasihan. Firman Tuhan memerintahkan agar kita hidup menuruti teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang berbicara demi nama Tuhan serta bertekun seperti Ayub dalam menghadapi segala macam sengsara dan penderitaan (Yakobus 5:11).

Ayub dikenal sebagai seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Hidup Ayub sangat diberkati dengan sangat berlimpah. Ayub juga seorang yang sangat murah hati dan tidak mementingkan diri sendiri serta memperhatikan orang lain yang dalam kesusahan (Ayub 29:12-16). Iblis mencobai Ayub sehingga apa yang ia miliki habis dan kesepuluh anak-anaknya meninggal dalam satu hari, ia mengalami sakit penyakit, para sahabat-sahabatnya menyalahkan dia bahkan istrinya-pun  menyuruh Ayub tidak lagi hidup dalam kesalehan dan mengutuki Tuhan karena segala penderitaan yang ia alami. Tetapi ditengah-tengah ketidaktahuannya terhadap penderitaan yang ia alami Ayub berkata: “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!”, sehingga Ayub tidak berdosa kepada Tuhan dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. (Ayub 1:21-22).

Di akhir hidupnya, Tuhan memulihkan kehidupan Ayub dengan dua kali lipat dari apa yang ia miliki. Satu hal yang ajaib dan luar biasa yang Ayub terima yaitu pengenalan secara pribadi dengan Tuhan, sehingga ayub berkata kalau sebelumnya “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:15).

3 Hal yang harus kita minta kepada Tuhan agar kita mampu menghadapi keadaan akhir jaman yang penuh dengan sengsara dan penderitaan serta bertahan seperti Ayub yaitu:

  1. Panjang Sabar (“MAKROTHYMIA = long-suffering”)

Yakobus 5:6-7; (7)  Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. (8)  Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

  1. Ketekunan (“HYPOMONE = patience”)

Ketika kita hidup benar di hadapan Tuhan maka akan ada tuduhan dan bantahan yang diarahkan kepada hidup kita. Kita harus meneladani Tuhan Yesus dan memiliki pengharapan bahwa Tuhan akan akan memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.

Ibrani 12:2-3; (2)  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (3)  Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

  1. Ketahanan (“HYPOMENO = endurance”)

Sesudah kita menerima keselamatan dan terang Kristus, akan ada cercaan dan penderitaan serta bertahan dalam perjuangan yang berat, tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa kita memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kita melepaskan kepercayaan kita, karena besar upah yang menantinya (Ibrani 10:32-39).

Mari kita minta ketiga hal tersebut menjadi gaya hidup kita sebagai warga kerajaan Allah dan tidak hidup gaya dengan segala yang telah Tuhan percayakan karena semuanya adalah milik Tuhan sehingga tetap kuat menghadapi segala bantahan, masa sengsara dan penderitaan serta nama Tuhan dipermuliakan melalui hidup kita. Amin.