THE PURPOSE OF PRUNING | Pdt. Hartono Wijaya

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:2.

Masih di musim gugur pemangkasan (The Autumn of Pruning) dan di bulan Juli ini kita ada di sub tema Purpose of Pruning (tujuan dari pemangkasan/pembersihan). Agar kita menghasilkan lebih banyak buah, maka Tuhan akan senantiasa memproses kita dengan melakukan pemangkasan/pembersihan dan tujuan akhirnya adalah agar Bapa dipermuliakan melalui buah-buah yang kita hasilkan.

Belajar dari kehidupan Abraham yang mendapatkan janji dari Tuhan dalam Kejadian 12:2-3, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Ketika janji itu diberikan, Abraham harus dibersihkan dan melewati setiap proses dalam kehidupannya sampai janji-janji itu digenapi. Proses pembersihan yang dapat kita petik dari kehidupan Abraham adalah:

  1. DIBERSIHKAN DARI PENCEMARAN (Kejadian 12:1)
  • Abraham dibersihkan untuk menghindari penyembahan leluhur (Yosua 24:2).

Dalam hal ini bisa dimaknai bahwa Tuhan ingin kita mengubah gaya hidup yang keliru atau pola-pola yang yang tidak berkenan.

  • Abraham dijadikan orang yang ‘dikhususkan’, supaya dia bisa fokus kepada tujuan Tuhan dalam hidupnya. Dia meresponnya dengan mendirikan mezbah bagi Tuhan (Kejadian 12:7-8). Kita harus berhati-hati dengan cara-cara Iblis yang berusaha keras untuk menyimpangkan kita dari fokus yang seharusnya.

2. DIBERSIHKAN DARI PENCAPAIAN/PENGEJARAN HAL-HAL DUNIAWI (Kejadian 13:6-7)

  • Lot adalah gambaran orang Kristen yang tidak memiiliki dasar yang benar. Motivasinya adalah mengejar berkat jasmani, berdasarkan apa yang dia lihat, dalam hal ini tanah yang subur. Hati-hati dengan keputusan yang kita buat melalui apa yang kita lihat!
  • Setelah Abraham dan Lot dipisahkan, Tuhan menjanjikan berkat yang baru bagi Abraham (Kejadian 13:14-16). Jika Tuhan mengijinkan kita mengalami pemisahan, melangkahlah dengan iman dan keluar dari zona nyaman kita maka janganlah kita menjadi orang Kristen yang stuck, tetapi terus bergerak memacu diri untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi dan tidak lari dari Tuhan.

Pemisahan adalah salah satu cara yang Tuhan pakai untuk membersihkan kita. Di dalam Yohanes 15:2 dikatakan, bahwa jika kita tidak berbuah, maka kita dipotong (αιρω airo). Tetapi ketika kita dibersihkan (καθαιρω kathairo), adalah supaya kita berbuat lebih lebat.

3. DIBERSIHKAN DARI PEMBENARAN DIRI SENDIRI

    • Tuhan membersihkan Abraham dari pemikiran-pemikiran yang salah (Kejadian 15:2-3).
    • Tuhan membersihkan Abraham dari cara-cara yang direkayasa oleh Abraham sendiri, karena Tuhan menginginkan Abraham untuk mengikuti cara-cara Tuhan (Kejadian 16:2-4).
    • Di dalam Kejadian 16:5, 21:10-11 kita membaca, bahwa ketika kita memaksakan kehendak kepada orang lain, maka akan menimbulkan kekecewaan pada diri kita dan buah dari dosa adalah munculnya masalah.

4. DIBERSIHKAN TERHADAP KETIDAKMURNIAN HATI (Kejadian 22:12)

  • Allah menguji motivasi Abraham, apakah dia taat kepada Allah atau mengikuti kehendaknya sendiri dan Tuhan sengaja memberikan perintah yang ekstrim untuk mempersembahkan Ishak dengan tujuan menguji kemurnian dan ketaatan Abraham.
  • Saat keadaan ekonomi sedang mengalami penurunan seperti saat ini, maka ini menjadi kesempatan untuk Tuhan menguji kemurnian kita. Apakah kita tetap tenang atau cemas? Hanya orang yang tenang yang bisa berdoa. “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” 1 Petrus 4:7. Sumber air kehidupan tersedia bagi orang-orang yang bergantung kepada Tuhan, Sang Sumber.

Di dalam Yohanes 15:1-8 kita membaca bahwa Bapa kita berperan sebagai pengusaha kebun anggur. Sebagai pengusaha, Dialah yang bertanggung jawab akan kelangsungan hidup pohon-pohon anggur-Nya. Bagian kita adalah melekat, agar tidak dipotong dan dibuang. Dan ketika kita dibersihkan, terimalah itu sebagai cara agar tujuan-tujuan Tuhan digenapi di dalam hidup kita dan agar kita semakin berbuah lebat. AMIN!