THE PRINCIPLES OF TRANSFORMATIONAL CONVERSATIONS | Dr. Joseph Umidi

THE PRINCIPLES OF TRANSFORMATIONAL CONVERSATIONS | Dr. Joseph Umidi

Kita memasuki musim pemangkasan yang akan mempersiapkan hidup kita masuk ke dalam level yang lebih tinggi. Tuhan akan memakai kita dengan cara-cara yang baru, dari yang biasa-biasa menjadi luar biasa. Akan ada terobosan-terobosan yang terjadi melalui percakapan-percakapan yang kita buat di rumah, di tempat kerja ataupun di gereja sehingga perkataan-perkataan yang kita ucapkan dapat menjamah banyak orang.Mungkin kita merasa bahwa kita adalah seorang yang pendiam, pemalu dan tidak biasa bercakap-cakap dengan banyak orang, tetapi tidakkah kita sadar bahwa suatu percakapan yang luar biasa akan membawa seseorang masuk dalam Kerajaan Allah.

Semua orang di dunia ini siap untuk memulai suatu percakapan, tetapi seringkali kita sibuk dengan handphone atau gadget masing-masing, bahkan di tengah-tengah keluarga-pun kita masih melekat pada HP atau gadget tersebut. Sudah saatnya Tuhan menyatakan diri melalui hidup kita yang dimulai dari suatu percakapan nyata dan membawa terobosan, yang tidak hanya sekedar basa-basi atau mempercakapkan hal-hal biasa yang terjadi sehari-hari.

Setiap kita memiliki hak istimewa untuk dapat bercakap-cakap dengan Tuhan. Kualitas percakapan kita dengan Tuhan adalah ukuran hubungan kita dengan Tuhan. Demikian juga kualitas percakapan kita dalam keluarga, rekan sekerja atau komunitas adalah ukuran hubungan kita dengan orang lain.

Setiap kita memiliki kesempatan untuk memulai suatu percakapan yang membawa terobosan dan  pengharapan bagi banyak orang mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Belajar dari apa yang dilakukan Yesus dalam Lukas 24:13-35, prinsip-prinsip percakapan yang sanggup membuat terobosan bagi orang lain melihat kuasa Kristus dinyatakan dalam hidup kita dan membawa mereka mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan:

  1. Step up Courageously (Mengambil langkah berani) – (Luk 24:15-16)

Dua orang dari murid-murid Yesus sedang pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, dan mereka sedang bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Apa yang mereka percakapkan adalah suatu hal yang sia-sia dan tanpa pengharapan sehingga ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Yesus.

Yesus mengambil langkah berani untuk memulai suatu percakapan yang membawa terobosan. Demikian juga kita harus mengambil langkah berani untuk menyatakan kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup kita (1 Yohanes 2:27) sehingga melalui percakapan yang kita bangun dapat membawa orang lain megalami perjumpaan dengan Kristus.

2. Ask up Powerfully (Bertanya dengan Kuasa) – (Luk 24:17-19)

Tuhan Yesus menanyakan suatu pertanyaanyang berkuasa yang membuat mereka bersemangat untuk menceritakan apa yang yang telah terjadi. Sehingga Yesus tahu masalah dan persoalan yang sedang dihadapi oleh murid-muridNya.

Hal yang sama yang harus kita minta kepada Tuhan agar pertanyaan yang kita ajukan adalah pertanyaan yang berkuasa sehingga dapat membuat hati orang yang menerima pertanyaan tersebutmenyala-nyala untuk melayani Tuhan dan tanyakan pertanyaan-pertanyaan besar yang senantiasa menyenangkan hati Tuhan.

3.Listen up Discerning (Mendengarkan dengan Penuh Perhatian) – (Luk 24:19-24)

Yesus mendengarkan ungkapan isi hati murid-murid dan merasakan setiap emosi yang mereka rasakan. Ketika mendengarkan, Yesus menemukan suatu pengharapan yang hilang dalam diri murid-muridNya. Mereka memiliki mimpi dan gairah yang tidak terjadi seperti yang diharapkan, tetapi Yesus sanggup menunjukkan kepada mereka bahwa mimpi dan pengharapan mereka dapat diwujudkan dengan cara pandang yang berbeda.

Ketika kita mendengarkan orang lain, temukan apa yang menjadi mimpi dan pengharapan mereka sehingga mereka mampu mewujudkan setiap mimpi dan pengharapan sesuai dengan rancangan Tuhan dalam hidup mereka.

4. Open up Authentically(Terbuka secaraotentik) -(Luk 24:25-26)

Yesus menunjukkan dan menjelaskan kepada murid-muridNya kebenaran yang sesungguhnya dengan kasih. Hal yang sama yang harus kita minta kepada Tuhan agar Tuhan menyingkapkan kebenaran yang sesungguhnya karena sering kali masalah terjadi bukan karena mimpi dan pengharapan yang salah tetapi masalah ada di sikap hati dan cara pandang yang salah. Jadilah jawaban bagi orang lain untuk mengalami kuasa Tuhan dalam hidup mereka.

 5. Fire up Warmly (Kobarkan kembali api) (Luk 24:32,35)

Lukas 24:32; 32  Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Yesus sanggup mengobarkan kembali semangat dan pengharapan murid-muridNya. Banyak orang berfikir bahwa mimpinya sudah hancur dan tidak ada pengharapan lagi, tetapi tugas kita adalah menyalakan kembali semangat dan pengharapan dalam hati orang lain melalui setiap percakapan yang kita lakukan. Sehingga kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita dan membawa orang lain mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Mari kita minta keberanian dan kuasa dari Tuhan, sehingga kita melangkah keluar dari zona nyaman dan hidup kita menjadi duta besar Kerajaan Kristus di dunia ini. Amin.