THE RIGHT RESPONSE OF PRUNING | Pdm. dr. Gary Adhianto, Sp.A

THE RIGHT RESPONSE OF PRUNING | Pdm. dr. Gary Adhianto, Sp.A

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah,
dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. (Yohanes 15:2)

Kita memasuki musim pemangkasan dan mengalami pemangkasan adalah sesuatu yang tidak mengenakkan karena itu tidak satu orangpun yang mau dipangkas dan disakiti, tetapi Tuhan Yesus telah memberikan suatu teladan bagaimana Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Ia telah mengosongkan diri-Nya dan menjadi sama dengan manusia bahkan Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8).

Kristus adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingNya. Ketika kita sebagai ranting mengalami pemangkasan dan dibersihkan sesungguhnya batang dari pokok anggur juga menderita. Yesus mengalami penderitaan dan sakit yang sama ketika kita dipangkas dan dibersihkan, tetapi respon yang Yesus berikan adalah janganlah kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak Bapa yang jadi dalam hidup-Nya.”

Jadi ketika hidup kita sedang dipangkas dan dibersihkan, jangan pernah lari dan merasa bahwa hidup ini tidak adil, tetapi tetaplah berkata: “Janganlah kehendak kita yang jadi, melainkan kehendak Bapa yang jadi dalam hidup kita”. Karena tujuan dari pemangkasan tersebut sesungguhnya membuat hidup kita berbuah dan semakin banyak buahnya sehingga buah hidup kita dapat dinikmati oleh orang-orang di sekeliling dan nama Bapa dipermuliakan.

Hari ini kita juga belajar dari kehidupan Yusuf yang mengalami proses pruning dalam hidupnya. Jika kita membaca kitab Kejadian pasal 37, 39-50 diceritakan bagaimana Yusuf seorang anak yang sangat dikasihi oleh Yakub, tetapi sangat dibenci oleh saudara-saudaranya. Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya. Yusuf juga mengalami fitnah oleh istri Potifar sehingga dimasukkan ke dalam penjara. Di dalam penjara Yusuf pernah dilupakan oleh juru minuman yang pernah ditolongnya, singkat cerita Yusuf berhasil menafsirkan mimpi Firaun dan diangkat menjadi Perdana Menteri di Mesir. Pada saat diperhadapkan dengan saudara-saudara yang pernah membencinya, Yusuf tetap memiliki respon yang benar dan berkata:

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini,
yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kejadian 50:20.

Sikap yang dapat kita pelajari dari kehidupan Yusuf dan harus kita miliki ketika kita mengalami proses pruning dalam hidup kita adalah:

  1. RIGHT RELATIONSHIP

Dalam setiap proses yang dialaminya, Yusuf tidak pernah mempersalahkan saudara-saudaranya, mempersalahkan dirinya dan juga tidak mempersalahkan Tuhan karena Yusuf tahu bahwa ia disertai Tuhan dan Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya sehingga ketika godaan timbul dalam hidupnya, yaitu ketika digoda oleh istri Potifar, Yusuf berkata: “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:9b). Dalam setiap proses yang kita hadapi kita harus sadar bahwa Tuhan menyertai dan memperhatikan hidup kita karena Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan dalam setiap proses yang kita hadapi.  Miliki hubungan yang benar dengan Tuhan, karena hubungan yang benar dengan Tuhan membuat kita betah tinggal dalam Dia sehingga hidup kita berbuah.

  1. RIGHT RESPECT

Meskipun Yusuf sudah menjadi seorang yang berhasil dan diberkati Tuhan, Yusuf sangat menghormati dan mengasihi ayahnya. Yusuf memberikan segala yang terbaik kepada Yakub ayahnya dan ketika ia bertemu dengan ayahnya, dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya (Kejadian 46:29). Hormat kepada orang tua mendatangkan berkat-berkat Tuhan, mari kita hormati orang tua, hamba Tuhan dan pemimpin yang ada di atas kita maka Tuhan akan senantiasa menyertai dan memberkati hidup kita, sehingga hidup kita berhasil dan berbuah bagi Kerajaan Allah.

  1. RIGHT RESPONSE

Yusuf mengadakan rekonsiliasi dan memperbaiki hubungan dengan saudara-saudaranya. Yusuf tidak mempersalahkan saudara-saudaranya dan tidak memiliki dendam sedikitpun kepada mereka, karena Yusuf tahu bahwa rencana Tuhan adalah untuk memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kejadian 50:20). Jangan pernah lari dari setiap proses yang terjadi dalam hidup kita karena Tuhan yang berdaulat akan menyatakan kemuliaannya dalam hidup kita dan respon yang benar akan mendatangkan berkat-berkat Tuhan sehingga hidup kita akan semakin berbuah.

Mari kita miliki hubungan yang benar dengan Tuhan, hormati orang tua, hamba Tuhan dan pemimpin yang ada di atas kita serta miliki respon yang benar dalam setiap proses dalam hidup kita maka hidup kita akan semakin berbuah dan nama Bapa dipermuliakan. Amin.