BERSORAK-SORAILAH, HAI SI MANDUL | Ps. Samuel Smadja

BERSORAK-SORAILAH, HAI SI MANDUL | Ps. Samuel Smadja

Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN.
Yesaya 54:1

Saat ini kita sedang hidup di masa-masa akhir jaman, oleh karena itu hidup kita harus memberi pengaruh dan dampak kepada masyarakat kita. Salah satu tanda akhir jaman yang telah dinubuatkan oleh Alkitab adalah kembalinya bangsa Israel ke tanah kelahiran mereka. Hari-hari ini sedang banyak orang-orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia sedang kembali ke tanah mereka karena Tuhan sedang membawa mereka kembali. Janji-janji Tuhan sedang digenapi dan dialami oleh bangsa Israel. Sekalipun mereka tidak percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Mesias yang dinanti-nantikan, tetapi Tuhan tetap menepati janji-janji-Nya kepada Bangsa Israel dengan membawa mereka dalam ketidak percayaan mereka.

Gereja memiliki peranan untuk berdoa bagi keselamatan dan damai sejahtera bangsa Israel. Nabi Yesaya sedang berbicara kepada gereja agar memberitakan kabar keselamatan dan kabar sukacita kepada bangsa Israel. Kabar keselamatan itu adalah ada Juruselamat dan jalan keluar untuk dosa melalui kematian Sang Putra sebagai Anak Domba Allah yang darah-Nya menyucikan hidup kita untuk selama-lamanya.

Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Adalah suatu perkataan yang sangat paradok karena bagaimana mungkin orang yang mandul dapat bersorak-sorai? Kemandulan di sini bisa meliputi banyak hal, yaitu kemandulan dalam ekonomi, kerohanian ataupun dalam berbagai aspek di hidup kita. Sangat mudah bagi kita bersorak-sorai dalam kemenangan atau dalam keadaan yang baik-baik saja. Tetapi, Yesaya sedang berkata bahwa kita harus bersorak-sorai dalam kekurangan kita. Tuhan mau kita bersorak-sorai dalam segala keadaan dan ayat ini bisa terjadi ketika kita hidup dalam kasih karunia di dalam Kristus.

Seringkali dalam masalah dan persolan, kita merasa bahwa Tuhan sudah meninggalkan kita dan tidak lagi peduli dengan kita, kita lupa bahwa Allah sangat mengasihi dan anugerahnya begitu besar dalam hidup kita. Di tengah-tengah persoalan sering kali kita mencari solusi dan jalan keluar sendiri, kita mencoba menyelesaikan masalah dengan kekuatan kita sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan.

Sangat penting untuk kita dapat mengerti kasih karunia Tuhan. Hukum berkata jika kita melakukan yang baik maka kita akan mendapatkan yang baik, tetapi jika kita melakukan yang jahat maka kita akan mendapatkan yang jahat, tetapi kasih karunia Tuhan memampukan kita menerima hal-hal baik selama kita dalam perjanjian dengan Sang Mesias.

Apa yang harus kita lakukan saat masalah, persoalan dan tekanan hidup terjadi dalam hidup kita?

Alkitab memberikan contoh yang dapat kita pelajari dari kehidupan Raja Yosafat dalam 2 Tawarikh 20, ketika kerajaan Yehuda sedang dikepung oleh musuh yang lebih besar dan lebih kuat. Raja Yosafat menjadi takut, tetapi raja Yosafat tidak tinggal dalam ketakutannya. Ia mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Raja Yosafat tahu janji-janji Tuhan dalam hidupnya dan bagi seluruh kerajaan Yehuda. Ketika Raja Yosafat dan segenap bangsa Yehuda mengandalkan Tuhan, melalui Yahaziel, seorang nabi yang tidak terkenal dan tidak populer pada waktu itu maka Tuhan menguatkan segenap rakyat dan berfirman: “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.”

Hal yang manusiawi jika kita mengalami rasa takut ketika masalah dan persoalan terjadi dalam hidup kita. Takut menjadi dosa ketika kita tinggal dalam ketakutan dan ketakutan akan melumpuhkan hidup kita. Apapun masalah kita, jangan panik dan jangan berusaha menyelesaikannya dengan kekuatan sendiri tetapi datang kepada Tuhan maka Tuhan dengan kasih karunia-Nya yang besar akan menolong kita. Ingatkan diri kita siapa Allah kita, karena Allah kita adalah Allah yang hidup pencipta langit dan bumi yang akan mengubah masalah kita menjadi sorak-sorai.

Berikan waktu untuk mencari kehendak Tuhan dan mendengar suara Tuhan, karena Tuhan memiliki rencana yang luar biasa dalam hidup kita dan Tuhan akan memakai hidup kita lebih lagi. Peperangan tidak lagi menjadi milik kita, karena Tuhan yang akan berperang bagi kita. Serahkan masalah dan persoalan kita kepada Tuhan, karena di dalam masalah dan keletihan kita, kita akan tetap bisa bersorak-sorai. Amin.