“RESPON YANG BENAR TERHADAP PEMANGKASAN” (The Right | Response of Pruning) Pdt. Eluzai Frengky Utana

“RESPON YANG BENAR TERHADAP PEMANGKASAN” (The Right | Response of Pruning) Pdt. Eluzai Frengky Utana

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.  Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”. Yohanes 15:1-2

Ada 3 jenis ranting:

  1. Ranting yang berbuah banyak.
  2. Ranting yang berbuah sedikit.
  3. Ranting yang tidak berbuah.

                Ranting yang berbuah sedikit, dibersihkan agar semakin banyak berbuah, sedangkan ranting yang tidak berbuah dipotong dan dibuang. Sebenarnya kerinduan Bapa sebagai pengusaha kebun anggur adalah tidak ada satupun pohon yang dibuang. Ia hanya ingin membersihkan ranting-ranting agar berbuah banyak. Berbuah banyak artinya nilai-nilai LIGHT (Love, Integrity, Generosity, Humility, Truth) semakin berbuah dalam kehidupan kita. Untuk itu kita harus meningkat dari sekedar pengikut Kristus menjadi murid Kristus yang hidup dalam berkat-berkat dan kemerdekaan dari Tuhan.

                Meningkat menjadi murid Kristus artinya kita mampu berespon benar terhadap proses pembersihan yang dilakukan Tuhan dalam hidup kita. Seorang murid tahu apa tujuan proses pembersihan, karena itu pada saat dibersihkan ia tidak akan menyalahkan orang lain, situasi, maupun kondisi yang sedang dihadapi. Seorang murid tidak akan mengejar rasa nyaman, karena ia tahu bahwa semakin dikejar dan dipegang erat, maka rasa nyaman tersebut pada akhirnya mendatangkan kesakitan.

BAGAIMANA SUPAYA KITA DAPAT BERESPON BENAR?

  1. Memahami bahwa kita dibersihkan dengan Firman.

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 15:3.

Demikian juga di dalam 2 Timotius 3:16-17 dikatakan bahwa Firman mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Ketika orang hidup dalam kebenaran, maka ia pasti melakukan hal-hal yang baik. Tetapi orang yang melakukan hal-hal baik, belum tentu hidup dalam kebenaran.

                Dalam hidup keseharian kita, iblis seringkali mencobai kita dengan menawarkan cara-cara dunia, cara-cara iblis, maupun ke-aku-an kita. Tuhan tidak pernah mencobai kita, tapi Ia ingin melihat respon kita, apakah kita tunduk kepada cara-cara yang dipakai iblis, atau kita hanya tunduk kepada cara-cara Tuhan. Seberapapun tingginya kedewasaan rohani kita, maka Tuhan akan terus menerus mengijinkan kita dicobai, untuk melihat bagaimana respon kita. Apakah kita menjadi orang yang tidak sabar, seorang pemarah, atau menjadi orang yang sabar dan mau mengampuni sesuai dengan yang diperintahkan Firman.

2. Kita harus mengerti kedudukan kita di hadapan Tuhan.

                Dalam Yohanes 15:5 tidak dikatakan ‘jadilah ranting-ranting’, tapi ‘kamulah ranting-rantingnya’. Sebuah ranting tidak perlu terus menerus berusaha menjadi ranting, tapi yang perlu dilakukan hanyalah terus menerus melekat kepada pokoknya, menyatu kepada pokoknya. Dari sini kita seharusnya memahami bahwa kita memiliki kedudukan yang hebat di dalam Tuhan.

“Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.” Efesus 1:6.

Kita harus memahami bahwa kita adalah umat yang sangat dikasihi-Nya, bahkan rambut kitapun dihitung oleh-Nya. Segala persoalan kita dipedulikan oleh Bapa. Untuk itu seharusnya kita tidak menjadi orang yang kuatir dan mengejar-ngejar berkat, tetapi menjadi orang yang senantiasa bersyukur atas segala berkat yang telah dicurahkan-Nya di dalam hidup kita.

  1. Kita harus percaya bahwa setiap masalah dalam hidup kita, bertujuan agar kita sebagai mempelai Kristus semakin sehat, cantik dan mempermuliakan nama-Nya.

“Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang          berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:2

                Tuhan ingin agar kita sebagai umat-Nya menjadi semakin sehat, cantik dalam setiap aspek hidup kita. Yaitu dalam roh, jiwa maupun tubuh kita.  Kesehatan dan kecantikan dalam roh akan berdampak kepada jiwa dan akhirnya termanifestasi dalam tubuh kita. Hal ini dapat digambarkan seperti gerbong-gerbong kereta api yang mengikuti lokomotifnya. Ketika pikiran kita ditundukkan kepada Kristus, maka roh dan tubuh jasmani kita mengikuti.

                Sebagai contoh adalah Sara, dalam usia lebih dari 60 tahun ia terlihat cantik sehingga Firaun jatuh cinta, demikian juga saat berusia 90 tahun ia tetap terlihat cantik sehingga Abimelekh jatuh cinta. Kecantikan roh berdampak pada kecantikan jiwa dan terwujud dalam kecantikan fisik.

                Ketika kita berespon benar sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita, maka Tuhan sanggup memberkati kita, bahkan memakai kita untuk maksud-maksud-Nya yang mulia. Di dalam Alkitab ada banyak orang yang di mata manusia ‘tidak layak’, tapi ketika mereka berespon benar terhadap proses pembersihan yang dialami, maka Tuhan memakai mereka untuk maksud-Nya yang mulia. Sebagai contoh: Tamar menantu Yehuda, Rahab penduduk Yerikho, Rut perempuan Moab, Batsyeba istri Uria. Di mata manusia mereka adalah orang-orang yang bermasalah, tapi di tangan Tuhan mereka diubahkan menjadi orang-orang yang luar biasa. Pada akhirnya mereka tercatat dalam silsilah Tuhan Yesus. Dengan berespon yang benar kepada proses pembersihan, maka kitapun dapat mengalami berkat yang sama. AMIN.