“MENYEBERANG KE ERA BARU” (CROSS OVER TO NEW ERA) | DR. Chee Kang Seng

“MENYEBERANG KE ERA BARU” (CROSS OVER TO NEW ERA) | DR. Chee Kang Seng

“Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang””. Markus 4: 35.

Di dalam Markus 4:35 Tuhan mengajak murid-murid-Nya berangkat ke seberang, agar mereka dapat memperoleh pengalaman yang baru bersama Tuhan, serta mengerti ‘tatanan baru’ dari era baru pemerintahan Kerajaan Allah.

Bukan sekedar ke musim yang baru, untuk dapat menyeberang ke era yang baru, kita tidak dapat mengandalkan pengalaman-pengalaman yang dahulu, kepandaian, keahlian, pendidikan, pengetahuan Alkitab, dan sebagainya. Cara yang benar adalah beriman dan percaya  bahwa “Tuhan punya kunci yang bisa membuka pintu-pintu bagi kita”.

Apa yang berusaha menghentikan murid-murid?

Hal pertama yang harus disadari adalah untuk menyeberang ke era yang baru pasti ada perlawanan, ada oposisi, dan ada hal-hal yang berusaha menghentikan kita.

“Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.” Markus 4:37.

Kesempatan untuk kita hidup hanya satu kali. Kita punya pilihan untuk memutuskan apakah kita akan menjalani kehidupan dalam ketakutan atau dalam iman.

“Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Markus 4: 39-41.

Beberapa kunci untuk menyeberang ke era baru:

  1. Pastikan bahwa kita menghadirkan Kerajaan Allah.

Kepergian kita ke tempat yang baru seharusnya mendatangkan berkat, pemulihan, kesembuhan bagi orang-orang yang kita jumpai. Mereka seharusnya mendapatkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita Roh Kudus melalui kehadiran kita.

“Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” Roma 14:17.

Kita harus mengerti bahwa Bapa di sorga dengan sukacita memberikan Kerajaan Allah bagi anak-anak-Nya dan di dalam Kerajaan Allah  tidak ada ketakutan! (Lukas 12:30-32).

Ketika sampai di seberang danau, di daerah orang Gerasa, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia dan orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya. (Markus 5:1-3).

Seringkali kita tidak menyadari bahwa kedatangan kita di tempat yang baru telah lama ditunggu-tunggu oleh mereka yang ada di dalam kuasa kegelapan, yang membutuhkan kuasa kerajaan Allah untuk membebaskan mereka.

Ketika kita menghadirkan Kerajaan Allah dapatkah orang mengenali Yesus Kristus di dalam diri kita? (Markus 5:6-9). Oleh sebab itu kita harus pergi memberitakan Kabar Baik  agar ‘tatanan baru’ dapat hadir kepada setiap orang (Markus 5:18-20). Kitapun juga harus siap memasuki peperangan rohani, karena peperangan rohani selalu mendahului pelayanan yang penuh kuasa! (Markus 5:21).

  1. Ketahuilah bahwa ada ‘tatanan baru’ di seberang sana (Markus 5:22-24).

Yesus tidak datang utk memperbaiki agama, tapi membawa ANGGUR BARU. Alkitab banyak menuliskan banyak mujizat yang terjadi ketika seseorang mengambil keputusan untuk menyeberang ke tatanan yang baru:

  1. Perempuan sakit pendarahan disembuhkan setelah 12 tahun.

“Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.” Markus 5:25.

Kata yang digunakan untuk wanita yang sakit pendarahan ini bukan sekedar sembuh (Therapeuo) tapi diselamatkan (Sozo).

  1. Anak Yairus dibangkitkan pada umur 12 tahun.

“Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.” Markus 5:42.

Sebagai yang pertama dibangkitkan Yesus dari orang mati – Ini merupakan contoh ‘tatanan baru’ secara total.

  1. Dalam ‘tatanan baru’ ada kuasa Kerajaan (Eksousia) yang dinyatakan.

“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat.” Markus 6:7.

  1. ‘Tatanan baru’ pasti dilipatgandakan!

“Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.” Markus 6:12-13.

  1. Ada ‘tatanan baru’ dalam penyediaan Tuhan.

Tuhan memberikan penyediaan tidak secara pas-pasan tetapi berlimpah. Ada banyak sisa yang dapat dikumpulkan.

“Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.” Markus 6:41-43.