IT’S HARVEST TIME | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

IT’S HARVEST TIME | Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana

Shana Tova 5777

Dalam perhitungan tahun anno mundi (tahun Ibrani), Tanggal 1 Oktober 2016 yang dimulai jam 6 sore kita merayakan tahun baru 5777, tahun Ayin Zayin. Kita juga memasuki akhir dari akhir jaman, dimana kedatangan Tuhan Yesus sudah semakin dekat, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri seolah-olah Tuhan Yesus akan segera datang. Lihat diri kita sebagai mempelai Kristus yang dewasa dan kudus dihadapan Tuhan. Untuk mempersiapkannya, kita harus memiliki pola pikir penuai. Dalam segala sesuatu kita harus memiliki sikap yang exciting bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menuai jiwa-jiwa bagi Tuhan, karena pada akhir jaman para malaikat juga akan ikut menuai (Wahyu 14:15)

Kita akan belajar dari kehidupan Sang Penuai Agung yaitu Kristus dalam Yohanes 4, agar hidup kita bisa dipakai Tuhan sebagai seorang penuai maka kita harus:

  1. Hidup Dipimpin oleh Roh Kudus.

Yohanes 4:3-4, (3)  Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. (4) Ia harus melintasi daerah Samaria.

Kristus telah mematahkan tradisi yang sudah ada sejak beratus-ratus tahun bahwa orang Yahudi bermusuhan dengan orang Samaria terutama sejak orang Yahudi menghancurkan mezbah di Gunung Gerizim bahkan permusuhan itu masih ada sampai saat ini yang disebut “shomron”.

Ketika kita hidup dipimpin oleh Roh Kudus maka Ia akan memimpin kita untuk menjangkau kelompok-kelompok masyarakat yang belum pernah kita jangkau atau kita akan masuk ke daerah-daerah yang belum pernah kita masuki, karena masih banyak jiwa-jiwa yang haus akan kasih Kristus.

2. Tidak Memandang Rendah Orang Lain

Ketika tiba si Sikhar, Kristus bertemu dengan seorang perempuan Samaria yang hendak menimba air di sebuah sumur Yakub. Yesus tahu bahwa wanita itu bukan wanita yang baik-baik, tetapi Yesus tahu kebutuhan wanita tersebut yaitu haus akan air kehidupan dan hidup yang kekal.

Jangan pernah memandang rendah orang lain, karena dari satu orang yang dimenangkan akan membawa bnyak orang untuk datang kepada Tuhan.

Yohanes 4:39; Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.”

3. Minta Kepada Tuhan Karunia-Karunia Roh

Yohanes 4:29  “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”

Dengan karunia Roh, Yesus tahu dengan pasti apa yang menjadi kebutuhan wanita Samaria tersebut dan Yesus tahu apa yang wanita ini telah perbuat untuk memuaskan “rasa haus” nya dan Yesus datang memuaskan wanita itu dengan air kehidupan sehingga wanita itu tidak haus lagi.

Di setiap kesempatan mulailah pembicaraan dengan orang lain yang ada di dekat kita, minta kepada Tuhan karunia-karunia Roh yang akan menyingkapkan apa yang sedang dihadapi orang-orang tersebut sehingga kita bisa memberitakan keselamatan dan berita Kerajaan Allah kepada orang-orang di sekeliling kita.

Siapapun kita saat ini, kita bisa dipakai Tuhan untuk menuai jiwa-jiwa bagi Kristus. Mari kita masuki Tahun yang baru ini dengan pola pikir penuai dan menggunakan setiap kesempatan untuk menuai jiwa-jiwa karena kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Amin.