Steps to Maturity in Christ | Pdm. Ir. Jimmy Padmadjaja

Steps to Maturity in Christ | Pdm. Ir. Jimmy Padmadjaja

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Efesus 4:7,11,12

Tuhan  memberikan karunia rohani yang berbeda-beda bagi setiap orang percaya, untuk kita dipakai bagi pembangunan tubuh Kristus. Sebagaimana yang dicanangkan oleh Gembala Senior kita, bahwa tahun 2017 akan menjadi ‘all saint movement’ dimana kita semua harus bergerak mengambil bagian di dalam pekerjaan pelayanan. Untuk itu kita harus mempersiapkan diri dari sekarang dan mau diperlengkapi.

Bulan ini kita mulai memasuki ‘Winter of Maturing’ atau musim dingin pendewasaan. Ada empat langkah untuk menjadikan kita dewasa di dalam Kristus dan siap mengambil bagian bagi pembangunan tubuh Kristus:

  1. Memiliki kerinduan untuk bertumbuh (having A desire to grow)

Kita tidak akan pernah bertumbuh jika kita tidak mau bertumbuh. Lebih dari sekedar kemauan, kita bahkan perlu memiliki kerinduan yang kuat (desire) untuk bertumbuh dewasa di dalam Kristus.

“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.” 1 Petrus 2:2,3

Pertumbuhan tidak akan secara otomatis berjalan ke arah yang benar, tapi harus selalu dijaga melalui pemahaman yang tepat dan benar, seperti yang ditulis dalam

Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Pertumbuhan harus dijaga ke arah yang tepat, yaitu kepada panggilan sorgawi dari Allah di dalam Kristus Yesus.

“Dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Filipi 3:14.

Pertumbuhan ini membawa kita kepada pengenalan akan Kristus, yaitu sesuatu yang paling bernilai dan mulia yang bisa kita dapatkan dalam hidup ini.

“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Filipi 3:7,8.

2. Mengkonsumsi makanan yang tepat (consuming PROPER Nourishment)

  1. Makanan rohani didapatkan dari Firman Tuhan, seringkali kita berfokus kepada makanan jasmani, tapi seharusnya kita lebih berfokus kepada makanan rohani yaitu Firman Tuhan. Membaca Firman Tuhan secara teratur akan menolong kita untuk memperoleh pengenalan akan Tuhan.

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” 2 Petrus 3:18.

  1. Makanan rohani didapatkan dengan menggali Firman Tuhan yang dapat dilakukan melalui pendalaman Alkitab dan persekutuan.

“Orang-orang Yahudi di kota itu (kota Berea) lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Kisah Para Rasul 17:11.

3. Melakukan Latihan dan praktEk  (DOing Exercise and Practice)

Latihan dan praktek sangat penting bagi kehidupan fisik, maupun kehidupan spiritual. Seorang pemusik yang hebat saat tampil di panggung dapat memukau banyak penonton, tetapi hanya sedikit penonton yang menyadari perlunya latihan yang panjang dan melelahkan sebelum pemusik tersebut tampil. Demikian juga di gelanggang olahraga, para juara adalah orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berlatih dan terus berlatih. Dalam gelanggang olahraga para penontonlah yang seharusnya melakukan lebih banyak latihan. Jika seseorang terus menerus datang hanya sekedar menonton pertandingan olahraga, maka ia tidak akan menjadi sehat dan kuat.

“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.” Ibrani 5:14.

4. Memberi Waktu dan MEMILIKI Ketekunan (giving Time and HAVING Patience)

Untuk bertumbuh dewasa tidak ada yang instant, semuanya harus melalui proses pembentukan yang panjang. Dalam menjalani proses tersebut adakalanya kita gagal, tersandung, tapi jangan pernah berkecil hati. Bangkit lagi, dan sediakan waktu untuk terus mencoba dan bertekun. Iman kepada Tuhan juga mencakup iman kepada waktu Tuhan karena waktu Tuhan adalah yang terbaik.

“Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” Yakobus 1:4.

Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Efesus 4:13.

Selamat bertumbuh menuju pendewasaan di dalam Kristus! Tuhan Memberkati.