KUALITAS SEORANG PEMBERITA INJIL | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

KUALITAS SEORANG PEMBERITA INJIL | Pdt. Dr. Ronny Daud Simeon

Setiap orang percaya dipanggil untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Pemberitaan Injil harus dengan sengaja dilakukan sebagai gaya hidup sehari-hari untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang yang belum menerima Kristus, kita harus memegang kendali dan mengatur pembicaraan agar berita Injil dapat disampaikan dengan baik. Dalam Yohanes 4, Tuhan Yesus dengan sengaja melewati kota Samaria untuk bertemu dengan seorang perempuan Samaria yang perlu diselamatkan. Yesus tahu benar bahwa perempuan tersebut sangat membutuhkan kasih Bapa. Perjumpaan dengan kasih Bapa membawa pertobatan bagi hidup perempuan itu dan melalui kesaksiannya seluruh kampungnya diselamatkan.

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 1 Korintus 9:27.

Sebagai seorang pemberita Injil kita harus senantiasa menjaga kesaksian hidup kita agar ketika memberitakan Injil kepada orang lain jangan sampai berita Injil ditolak karena cara hidup kita yang tidak benar. Seorang pemberita Injil harus berpegang pada nilai-nilai Kerajaan, memiliki karakter ilahi dan budaya Kerajaan serta memiliki integritas sehingga pada saat memberitakan Injil kepada orang lain orang tersebut tidak akan menolak karena tahu bahwa pemberita Injil memiliki hidup yang benar.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Yohanes 1:1

Kata Firman berasal dari bahasa Yunani Logos yang artinya pernyataan atau ekspresi dari sebuah gagasan atau ide, yaitu ide besar Tuhan. Ide besar Tuhan adalah kolonisasi Kerajaan. Kolonisasi Kerajaan adalah perluasan Kerajaan Sorga ke bumi dengan budaya-budaya baru, nilai-nilai baru dan karakter yang baru di dalam Kristus. Budaya, nilai-nilai dan karakter Ilahi tidak dibangun dalam satu malam. Bagaimana karakter Ilahi dibangun sehingga kita menjadi seorang pemberita Injil yang berkualitas Kerajaan? Dibutuhkan proses panjang kehidupan untuk dapat mencapainya, oleh sebab itu dibutuhkan tahapan-tahapan yang harus dilewati  sebagai berikut:

  1. Membangun Filosofi Yang Benar

Filosofi berasal dari kata philo/philia = to love (mengasihi) dan sophia = to think (berfikir). Filosofi berbicara tentang pola pikir atau paradigma. Di dalam Kristus penting terjadinya perubahan pola pikir yaitu melalui pertobatan karena pertobatan dimulai dengan perubahan pola pikir. Kita harus disiplin mengelola pikiran dengan senantiasa memperbaharui pola pikir kita (Roma 12:1-2). Perubahan pola pikir dapat dilakukan dengan mengisi hidup kita dengan Firman Tuhan dan mendisiplin diri membaca Alkitab setiap hari sehingga Firman memenuhi hati, pikiran dan hidup kita dan ketika hidup kita dipenuhi oleh Firman maka dasar berpikir kita selalu dihubungkan dengan Firman Tuhan.

2. Membangun Believe System (Sistem Keyakinan)

Seseorang yang memiliki dasar Firman dalam pola pikirnya maka akan menghasilkan sistem keyakinan, salah satunya diwujudkan melalui iman kita kepada Kristus.

Roma 10:17 “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Seseorang yang beriman tidak akan takut memandang hari esok dan memiliki keberanian untuk memberitakan imannya. Jadi ketika kita berhasil membangun sistem keyakinan dalam hidup kita maka hidup kita akan bernilai.

3. Berpegang Pada Values (Nilai-Nilai) Dalam Hidup

Nilai adalah segala sesuatu yang menjadikan kita manjadi manusia seutuhnya dan sesungguhnya. Nilai-nilai yang menuntun hidup kita adalah LIGHT (Love, Integrity, Generosity, Humility & Truth).  Jika hidup kita senantiasa berpegang pada nilai-nilai maka kita tidak akan keluar dari tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita.

 4. Memiliki Moral dan Etika

Nilai-nilai yang terus dibangun akan menghasilkan moral dan etika yang yang unggul sesuai dengan kebenaran Firman. Hidup kita menjadi bermoral dan memiliki budaya Kerajaan Sorga sehingga kita tidak menjadi orang yang munafik dan hidup kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh pengaruh-pengaruh buruk dunia.

5. Terbentuknya Karakter Ilahi

Moral dan etika yang dibangun berdasarkan Firman maka akan menghasilkan karakter.  Karakter adalah watak dan kepribadian yang mencerminkan buah-buah pertobatan dan buah-buah Roh. Karakter menunjukkan siapa kita sesungguhnya. Karakter dihasilkan melalui proses panjang kehidupan dan kadangkala Tuhan ijinkan melewati pengalaman-pengalaman sulit karena Tuhan memiliki tujuan bahwa hidup kita berkarakter Kristus.

Contoh seseorang dalam Alkitab yang tidak membangun karakternya adalah Simson, sekalipun memiliki kekuatan dan dipilih Tuhan sebagai nasir Allah tetapi hidupnya berakhir sebagai seseorang yang tidak menggenapi rancangan Tuhan. Juga Salomo, seorang raja yang hebat dan memiliki pengalaman pribadi perjumpaan dengan Tuhan, dikenal sebagai seseorang yang paling berhikmat tetapi hidupnya berakhir dengan kesia-siaan.

Jika hidup yang kita bangun berkarakter Kristus maka karakter akan menuntun kita berjalan dalam kemurahan Tuhan. Karakter akan mengontrol kita dan menjaga kita untuk tetap hidup dalam kekudusan.

Kita membutuhkan anugerah Tuhan untuk memampukan kita hidup kudus dan melewati setiap proses kehidupan sehingga kita muncul sebagai pemenang.

The Character will control your life, an also the character will protect your whole life. Amen.