WINTER OF MATURING | Pdm. Handoko Pangarso

WINTER OF MATURING | Pdm. Handoko Pangarso

 

 

“sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”
– Efesus 4:13 –

Seringkali pengenalan akan Tuhan diidentikkan dengan ritual-ritual keagamaan yang kita lakukan melalui doa pagi, doa siang, pelayanan dan sebagainya. Setiap orang percaya harus bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus, memiliki kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Kita harus memiliki pengetahuan yang benar untuk dapat mencapai kedewasaan. Orang yang menolak sebuah pendewasaan berarti menolak penyediaan Allah atas hidupnya.

Kitab suci adalah tuntunan untuk menjalankan Pribadi Kristus dalam hidup kita. Alkitab bukanlah mantra atau jimat. Keserupaan kita akan Kristus adalah bentuk nyata kerajaan Allah, oleh karena itu kita harus menemukan rahasia Allah dalam keserupaan akan Kristus sehingga kita akan mengenal dan melihat Sang Pencipta itu tinggal dalam kita. Kitab suci, buku-buku rohani, seminar-seminar hanya membuat kita tahu siapa Tuhan tetapi hanya keserupaan kita akan Kristuslah yang memberikan  pengertian dan pengenalan akan rahasia Allah yang sudah ada dalam kita  (Kolose 1:26-27).

Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:2-3.

Hidup kekal adalah pengenalan akan Kristus. Kata Mengenal dalam bahasa Yunani adalah –ginosko-,  yang merupakan istilah pengenalan yang digambarkan sebagai hubungan suami istri dimana setiap pribadi memiliki pikiran dan perasaan yang sama (Filipi 2:5-10).

Kata Yesus kepadanya: “Akulah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6

Yesus adalah sarana untuk kita sampai kepada Bapa. Jika jalanNya, kebenaranNya dan hidupNya tidak ada pada kita maka mustahil untuk kita dapat sampai kepada Bapa. Tuhan menggambarkan hidup kita adalah terang, garam dan ragi. Garam tidak ada gunanya jika tidak mau menjadi satu dengan air, terang tidak ada gunanya jika tidak menjadi satu dengan tempat yang diteranginya dan ragi tidak ada gunanya jika tidak menjadi satu dengan tepung adonan yang hendak dikhamirinya. Demikian juga Firman yang adalah Roh, jika Firman tanpa tubuh tidak menghasilkan kehidupan”

“Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Matius 11:27

Kita harus mengenal Kristus melalui kehidupan-Nya yang ada dalam diri kita, karena hanya melalui Roh/kehidupan Kristus dalam kitalah Allah akan menyatakan segala sesuatunya, bahkan hal-hal yang tersembunyi dari Allah. Kristus digambarkan sebagai seorang Anak yang taat kepada Bapa jadi tidak mungkin kita hidup serupa Kristus jika kita tidak belajar menjadi seorang Anak yang taat kepada bapaknya dan tidak mungkin kita menjadi anak yang taat kepada bapak tanpa kita punya bapak jasmani atau rohani.

“Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” 2 Korintus 3:3

Firman Allah harus menyatu dengan hidup kita, karena kita adalah wujud dari Firman dan hidup kita harus menggambarkan Kristus melalui sikap, tindakan dan teladan yang nyata. Hidup kita adalah BaitNya, Kristus ada dalam hidup kita. Tuhan sedang membangun baitNya dalam setiap pribadi kita, karena bangunan bait Allah secara fisik (gedung Gereja) yang didirikan tidak akan lebih megah daripada bait Allah dalam diri kita. Oleh sebab itu kita tidak boleh membangun hidup kita hidup dengan sembarangan. Seringkali kita memakai “topeng” Kristus untuk menjalani kehidupan ini, seharusnya melalui hidup kitalah kemuliaan Tuhan dinyatakan karena ada Pribadi Kristus yang tinggal dalam hidup kita.

Kehidupan Kristus dalam kita adalah harga mati untuk kita mengenal dan di kenal Bapa. Dibutuhkan proses-proses yang membuat kita menjadi serupa akan Kristus. Bukan soal benar dan salah tetapi respon kitalah yang menentukan apakah kita sudah seperti Kristus dan itu merupakan wujud penyembahan kita kepada Bapa. Pribadi Kristus adalah pribadi yang lemah lembut dan rendah hati, semakin banyak kita mengenal Dia, maka akan semakin banyak kita bisa menerima orang lain apa adanya.

Karya keselamatan tidak berhenti disaat seseorang menerima Yesus. Keserupaan dengan Yesus dalam segala hal adalah agenda utama Tuhan (bukan hanya sisi karakter saja, tetapi juga kuasa) dan kasih karunia Tuhan ada untuk mewujudkan agenda Tuhan dalam hidup kita.

Tuhan Memberkati…